My Beloved CEO

My Beloved CEO
Berubah Pikiran


__ADS_3

Anya merencanakan hal yang tidak pernah disangka oleh Freya. Tidak ada yang bisa mencegah apa yang dilakukan wanita iblis itu.


Daryan dan Freya terlihat bahagia saat di depan pintu masuk. Mereka pun di sambut hangat oleh pelayan setia di mansion ini.


“Tuan Daryan saya bawa Tuan Muda Kelvin ke kamarnya,” ucap Hana yang melihat Kelvin telah tertidur lelap dipangkuan sang ayah.


“Tidak perlu pelayan Oh, biar saya saja yang membawa Kelvin ke kamar.” Daryan dan Freya pun melanjutkan melangkah menaiki anak tangga ke lantai dua.


“Sayang, kamu ke kamar saja duluan ya. Aku akan menaruh Kelvin di kamarnya,” ujar Daryan dengan raut wajah sedikit nakal.


Karena belum biasa di panggil dengan sebutan itu, Freya menyempitkan matanya menatap aneh ke arah Daryan.


Pria yang memiliki karismatik ini pun kembali ingin membuat calon istrinya terkesima akan tingkah manisnya. “Kenapa? Kamu tidak suka aku panggil Sayang? Ya sudah aku panggil dengan sebutan istriku saja, bagaimana?” Daryan mengkedipkan salah satu matanya.


Tanpa berkata, Freya membalikkan tubuhnya dan menuruti apa yang dikatakan Daryan kepadanya tadi. Terlihat jelas wajah gadis itu memerah, karena tak tahan dengan sikap genit pria yang akan menjadi suaminya itu.


Setelah beberapa menit, Freya selesai membasuh diri dan saat ini ia sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


“Loh kok kamu keramas?” tanya Daryan setelah memasuki kamar luasnya ini.


“Lah, memang tidak boleh keramas?” Freya membalikkan pertanyaan dari Daryan.


Pria itu seakan tahu apa yang dilakukannya sekarang juga. “Coba kamu balik badan,” suruh Daryan.

__ADS_1


“Memang kenapa?” tanya Freya penasaran.


“Ada sesuatu di belakangmu,” ujar Daryan ini tentu saja ingin mengelabuhi wanita yang terlihat sexy dengan piyama yang dikenakannya. Langsung saja Freya menuruti apa yang dikatakan Daryan.


“Memang ada apa sih?” Freya memegangi punggungnya karena penasaran apa yang ada di belakangnya itu, tapi tak diduga Daryan dengan cepat memeluk gadis itu dari belakang.


“Ih, Kak Ian tolong lepaskan aku,” perintah Freya.


“Sebentar saja, Yaya. Aku ingin melepaskan semua kelelahanku dengan bersandar kepadamu. Sebentar saja ya, aku mohon.” Daryan memejamkan matanya, ia benar-benar menikmati tubuh calon istrinya itu.


Freya yang mendengar hal itu pun hanya terdiam, ia mengikuti titah Daryan.


Namun, baru saja beberapa detik dalam posisi seperti itu. Daryan kembali menagih perkataannya mengenai permainan yang ia tanya sewaktu di taman rekreasi tadi. “Ya, jadi tidak kita main kuda-kudaan?”


Sontak secara spontan Freya melirikkan wajahnya ke arah Daryan. Dengan santainya pria pemilik wajah yang begitu tampan itu menaikkan kedua alisnya sembari tersenyum nakal.


Hal ini membuat Daryan sedikit kecewa, tapi jawaban dari Freya ia hargai. Calon istrinya ini berhak dengan apa yang ia mau. “Benar tidak mau?” Daryan kembali meyakinkan.


Freya mengangguk.


“Ya udah deh, aku mau mandi dulu besok juga banyak kerjaan menumpuk di kantor.” Daryan mengusap pundak kepala Freya, lalu ia melangkah ke kamar mandi.


Namun, seperti pikiran Freya berubah seketika pada saat Daryan tak lagi mengganggunya. “Apa Kak Ian benar mau melakukannya denganku sekarang juga?”

__ADS_1


Tentu saja perkataan dari Freya membuat pria ini terkejut, ia sampai memiringkan kepala lalu menaikan bibirnya ke samping.


Apakah semua wanita seperti ini? Terlihat tidak mau, tapi aslinya juga menginginkan hal itu? Aah, sudahlah wanita memang sangat sulit untuk ditebak.


Daryan menampakkan wajahnya yang sedikit bingung sembari tersenyum, “Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu? Katanya tidak ingin melakukannya sekarang juga karena lelah. Kenapa tiba-tiba berubah pikiran seperti itu?”


Freya tak mampu melihat pandangan Daryan, karena ia juga tidak tahu pasti apa yang membuatnya tiba-tiba berubah pikiran.


“Kamu benar mau melakuknya bersamaku sekarang?” Daryan terus menjajali Freya dengan sebuah pertanyaan menyangkut hal itu. Ia tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, tapi dalam konten Freya memang mengizinkannya.


Hmm!


Freya masih bungkam, entah karena malu atau mau?


“Ya, jawab aku dong. Jika kamu memang tidak mau, tidak masalah sama sekali untukku. Aku tidak bakal marah. Hal ini kan dilakukan antara dua orang yang menginginkannya, jadi jika kamu belum siap tidak masalah,” jelas Daryan sembari melemparkan senyum hangat kepada Freya.


Tapi senyuman yang sangat menggoda itu membuat gadis cantik ini menguatkan apa yang memang sewajarnya ia berikan kepada calon suaminya ini.


“Aku ingin melakukan hal itu sekarang juga denganmu, Kak Ian. Aku ingin melepaskan hasratku kepadamu!” tegas Freya.


Glek!


Daryan menelan salivanya, ia tidak tahu harus menjawab apa dengan ucapan penuh keberanian dari Freya itu.

__ADS_1


Dengan cepat Daryan mematikan lampu kamarnya, lalu mendekati Freya. “Ini adalah hal yang indah bagiku, Freya. Aku harap kamu juga menikmati cinta yang kita berikan malam ini.”


Bersambung.


__ADS_2