My Beloved CEO

My Beloved CEO
Takdir


__ADS_3

Freya masih menatap tajam ke arah Daryan.


Wanita muda ini berpikir, pasti pria itu sedang melakukan rencana. Atau mungkin Daryan memberitahu kepada Bu Margaret mengenai dirinya menjadi wanita bayaran?


‘Tidak! Apakah benar ia melakukan hal itu?’


Margaret, wanita tua selaku kepala sekolah di Playgrub Winston mendekati Freya.


“Selamat datang Bu Freya,” sambut Margaret hangat.


Dengan cepat Freya melepas pelukan anak-anak didiknya begitu pelan, “Tunggu ya sayang-sayang Bu Eya.”


Lalu ia berdiri menundukkan kepala kepada atasannya itu dengan hormat.


“Maaf Bu Margaret, saya terlambat datang untuk mengajar anak-anak.”


Margaret menggelengkan kepalanya. “Tidak masalah, Bu Freya. Kita juga sedang kedatangan tamu spesial. Ia adalah ayah dari Kelvin Jefferson dan merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi kestabilan sekolah kita.”


Lalu Margaret berbisik kepada Freya, “Bu, ia adalah donatur terbesar. Katanya dia ingin berbicara dengan Ibu, saya mohon jaga sikap dan tutur katamu ya, Bu Freya.”


Freya mengangguk dan memberikan senyuman kepada Margaret.


“Tuan Daryan, Bu Freyanya sudah datang. Saya persilahkan kalian berbincang-bincang,” Margaret meninggalkan ruangan bersama anak-anak.


“Aku rasa tidak pas jika kita berbicara di sini, aku mau kau mengikutiku,” ucap Freya mengajak Daryan ke taman belakang.


Setelah di rasa hanya berdua di taman ini, Freya menoleh ke belakang.


Ia menatap jauh mengarah Daryan, lalu berkata, “Mau apa lagi kau datang kemari, Tuan? Apakah kau ingin memberitahu kejadian kemarin kepada Ibu Margaret?”


Pemikiran Freya sama sekali salah. Daryan hanya ingin meminta maaf kepadanya.


Hah!


“Sikapmu selalu angkuh ya, Freya,” ucap Daryan sembari memalingkan pandangannya.


“Coba lah sekali-kali kau berpikir baik terhadap saya. Saya kemari bukan memberitahu kepada Bu Margaret masalah kemarin malam, tapi saya ingin meminta maaf kepadamu.”


Daryan mengulurkan tangan.

__ADS_1


Namun, karena begitu kesal, Freya tidak bisa menerima permintaan maaf Daryan. Wanita cantik ini hanya melihat tangan pria tampan itu tanpa menerimanya.


Merasa di tolak, Daryan mengangkat alisnya. Tapi, ia tahu apa yang akan ia katakan agar Freya menerima maafnya.


“Okee, baiklah jika kau tidak mau menerima permintaan maaf saya, nanti tinggal saya katakan saja kejadian kemarin malam, jika salah satu guru di sini ternyata ada yang menjadi wanita baya ...”


“Tutup mulutmu!” Freya memotong pembicaraan Daryan dan melotot kearah ayah Kelvin itu.


“Iya aku akan memaafkanmu karena aku tidak ingin kehilangan pekerjaan ini, tapi ingat kau tidak benar-benar ku maafkan. Dalam lubuk hatiku, aku masih membenci pria sepertimu Daryan Jefferson!”


Daryan menatap Freya dengan hambar. Manik matanya memancarkan rasa bersalah.


Entah mengapa, ketika Daryan melihat Freya dengan jarak dekat seperti ini dada pria tampan tersebut seperti sesak.


Ia rasa seperti melihat cinta pertamanya sewaktu SMP dulu.


‘Mungkin jika Yaya masih hidup, usianya pasti seperti wanita ini!’ gumam Daryan dalam hatinya.


Daryan terdiam, ia masih membayangkan gadis kecil bermata coklat yang sangat ia sukai sewaktu kecil.


“Hey! Tuan, kenapa kau malah melamun?” tanya Freya sembari melambaikan tangan di depan Daryan.


“Aah, maafkan saya.”


Freya kembali menatap sinis pria ini.


Hah!


Daryan tersenyum tipis dan ia pun berucap, “Selain ingin meminta maaf kepadamu, saya juga ingin menawarkan pekerjaan tambahan di galeri lukis saya. Apakah kau berkenan? Jadi kau tidak perlu jadi wanita bayaran lagi!”


Glek!


Freya menatap tajam mata indah Daryan, ia mendekati pria itu dan memperjelaskan semua hal yang belum Daryan ketahui kemarin malam.


Manik mata Freya berkaca-kaca.


“Dengarkan aku ya Tuan Daryan Jefferson yang terhormat, percaya lah padaku masalah kemarin malam adalah kesalahan. Keberadaanku di club malam itu hanyalah kebetulan, Bella temanku yang sangat aku percayai ternyata menjualku dengan pria tak kukenali!”


Freya menjelaskan secara detail kejadian kemarin malam, hal ini membuat Daryan paham yang telah terjadi.

__ADS_1


“Tapi, entah mengapa kau ada di kamar 303 dan kau melakukan hal itu kepadaku!” tunjuk Freya kepada Daryan.


Mereka berdua juga tidak paham dengan semua pertemuan yang secara kebetulan ini.


Daryan malah berceletuk, “Apakah semua ini takdir?”


“Takdir?” Sontak ucapan Daryan membuat Freya begitu terkejut.


Gadis ini memegangi kepala dan beberapa kali menggelengkannya.


‘Tidak! Tidak akan pernah terjadi, semua yang dikatakannya tadi adalah gurauan saja. Tidak mungkin aku ditakdirkan dengan pria kasar yang selalu seenaknya kepada semua orang ini!’ Freya bermonolog.


Tingkah Freya sangat menggemaskan menurut Daryan. Hal ini membuat pria yang dikenal memiliki sikap seperti es itu tersipu malu.


Ia menutupi mulutnya dan menahan senyum.


‘Astaga kenapa wanita ini sungguh lucu?’ gumam Daryan dalam batinnya.


Setelah itu Daryan memberikan pesan kepada Freya.


“Sebentar habis pulang kerja, saya dan Kelvin ada rencana ingin ke aquarium di pusat kota. Saya harap kau bisa datang ke mansion saya dan sekaligus menjalankan tugasmu menjadi ibunda Kelvin.”


“Tunggu ...”


Belum saja Freya menjawab apa yang dibicarakan Daryan, pria itu seperti hantu karena sudah tidak kelihatan dari pandangan gadis cantik ini.


Hah!


“Jalannya sungguh cepat! Ia seperti biasa, tanpa memberikanku kesempatan untuk menjawab perkataannya. Dasar pria yang begitu egois!” celetuk Freya yang begitu kesal.


Daryan tidak bisa menghentikan senyumannya sejak tadi, ketika ia membayangkan tingkah Freya kembali.


“Yaah, aku benar-benar sudah gila!” gumam CEO muda ini.


Lalu kemudian ia menuju mobil mewahnya dan menelpon teman yang begitu akrab dengannya.


“Daniel, apakah kau ada waktu hari ini? Kita bertemu di Cafe Glorya sekarang juga!”


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2