My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Perasaan haru


__ADS_3

Pagi itu Khz mencium aroma lembut yang berasal dari taman obat-obatan Khalid.


"Bee balm... benar ini salah satu bunga terwangi di dunia." sambil berlari kecil dengan balutan dres rumahan berwana soft.


"hmmmm bee Balm memiliki aroma mirip mint dan oregano, aku bahkan tak tau tanaman ini juga berada ditaman ini, wahhhh tuan misterius itu benar-benar dahsyat." ini semakin menambah candunya pada aroma mint.


"Ada juga aroma jeruk pada bunga dan daun bee balm.. hmmm aku harus menatanya di kamar Tuan Khalid." Khz berjalan dengan lembut menuju kamar Khalid seakan ia tak mementingkan kenapa saat ini difikirannya hanya ada penyatuan aroma dirinya dan Khalid.


Seperti biasa, Khz tidak bertemu secara langsung dengan Khalid di dalam kamar. Saking asiknya menata bunga Bee Balm ia merasa ruangan itu sudah seperti miliknya, tanpa pernah meminta izin pada sang empunya Khz menikmati hobby barunya.


"Apa kau sudah puas membuat ruangan pribadiku seperti kepunyaanmu?"


khalid datang dengan wajah dingin nan tampan.


"Tuan Khalid... maaf ini caraku agar terlihat bermanfaat di rumah ini."


dengan senyum menggoda bak cutiiecat khz memasang wajah tanpa dosa.


"Ahkkkkkk.. tiba-tiba Khz merasa ada hal yang aneh pada perutnya. ia merasa ada rangsangan luar biasa dari dalam yang menyentuh dinding perut nya. Sambil memegang perutnya ia terkejut, ada apa ini? ia kembali menanti rangsangan yang ia rasakan sebelumnya.


Khalid menagkap wajah terkejut khz langsung berlari kecil menghampiri istri yang belum pernah disentuhnya secara langsung.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja? kenapa dengan perutmu? sakit atau bagaimana?" rasa kawatir Khalid terpancar karna memang dirinya tau betul kondisi Nona Khz yang tengah hamil muda.


"Tidak tuan, mungkin ini hanya perasaan ku saja." ujar Khz karna ia bingung, kejadian aneh dan hoby barunya belakangan ini hingga dirinya tak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Tidak mungkin, aku seperti merasakan gerakan halus yang menyentuh perut ku," pikir Khz sambil berjalan cepat menuju kamarnya.


"Mustahil.. aku seperti merasakan ada detak jantung kecil dalam perut ku, Akhhhhhhhhhh gerakan halus ini semakin kuat."


fikiran Khz menerawang, ia menepis segala kemungkinan, semakin ia fikirkan, kebiasaan aneh, kecanduan aroma mint, fikiran pada Khalid, haid yang tidak teratur bahkan ia mengingat sudah lebih dari 3 bulan ia tak datang bulan.


Khalid dengan segera memperhatikan Nona Khz pada layar di ruangan cybernya yang terhubung pada kamera pengawas ruangan nona Khz.


"Aku harus segera memastikannya. ini benar-benar tidak mungkin." Khz segera menuju ruangan laboratoriumnya yang terletak di depan kamar nya. Ruangan laboratoriumnya sudah dilengkapi oleh Khalid dengan peralatan terbaik.


Tangan Khz begetar mengetahui hasil test kehamilan yang ia lakukan, Tidak mungkin, ia bahkan tidak pernah dekat atau tersentuh dengan laki-laki manapun, bagaimana hasil test ini bisa positif, ia mengulang hingga 10 kali hasilnya tetap sama, perasaan haru bingung hingga ketakutan bercampur aduk.


Ia menarik nafas dalam-dalam, ia mulai berfikir tenang, sebelumnya ia dalam kondisi baik-baik saja, setelah mendapat serangan virus terakhir kali pun ia masih merasa siklus datang bulannya lancar.


Tiba-tiba ia teringat satu hal, keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya, wajah kemarahannya terlihat dengan jelas. Dengan sedikit berlari ia menuju ke ruangan cyber Khalid. ia membuka dengan cepat pintu ruangan Khalid.


Setengah berteriak "Apa yang kau lakukan padaku? kau apakan tubuhku hingga aku bisa hamil? jawab!!!!

__ADS_1


apa yang kau lakukan saat aku tidak sadar? aku ingat semua kejadian aneh pada tubuh ku terjadi setelah oprasi pelepasan barcode." semakin lama kemarahan Khz semakin besar, ia melihat ekspresi wajah tuan Khalid benar-benar menikmati momen-momen ini. ia merasa seperti orang gila yang tidak tau apa-apa bahkan pada tubuhnya sendiri. Ini pertama kalinya ia tak menguasai dirinya.


"Ceritanya panjang nona, anda harus mempersiapkan tubuh anda untuk menerima hadiah kecil dariku,"


ujar khalid dengan wajah datar.


"Hadiah? Kau tau? tubuhku masih menjadi sarang bagi virus ini, sekarang kau bukan hanya menempatkan diriku dalam bahaya, tapi juga anak ini, aliran darah dan kondisi tubuh ku mempengaruhi tumbuh kembang janin ini, jika aku lalai menjaga virus-virus ini, orang di sekeliling saja bisa tertular, apalagi anak ini menyatu dengan tubuhku. Kau mengerti?


Jangan bermain dengan nyawa tuan Khalid.


"Wawwwww dahsyat, jangan bermain dengan nyawa, jadi apa sebutan bagi orang yang memelihara nyawanya untuk membuat penyakit dan sekaligus obat? kau bentuk dirimu menjadi media komunikasi antara virus dan ilmuwan agar bisa menciptakan anti virus yang berguna bagi negara ini? apa itu tidak terlalu kejam? berapa banyak uang yang sudah kau dan negara hasilkan untuk senjata biologis ini? sementara aku menjadikan dirimu berguna bagi suatu kehidupan tanpa beralasan dengan uang." wajah Khalid benar-benar tegas


deggg.... ruangan cyber khalid berubah menjadi dingin, hening , hanya helaan nafas saja yang sayup terdengar.


"Uang.... ini yang kau fikirkan tentang hidup ku? lalu dengan prasangka seperti ini kau menjadi berhak untuk melakukan apa saja pada tubuhku?" suara Khz memberat, air mata nya jatuh tak tertahan. seketika pandangan matanya buram... buggggggh.. Khz jatuh tepat dihadapan Khalid, dengan segera Khalid menopang dan menggendong Khz.


"Nona Khz... nona Khz kau baik2 saja?


oh tidak... Soon Ji segera antar aku ke rumah sakit, hubungi dokter mikael!"


Khalid terlihat panik, yang terlintas olehnya pertama kali adalah menghubungi Sonn Ji dengan Smartjam nya biasanya ini ia gunakan hanya dalam keadaan darurat, Soon ji pun punya benda yang sama, dilengkapi juga dengan gps dan mini kamera yang penggunaan nya untuk berjaga-jaga jika ad hal mendesak diluar perkiraan seperti saat ini.

__ADS_1



__ADS_2