My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Kenyataan Pahit


__ADS_3

sudah 1 pekan khz tidak sadarkan diri, kondisi si kembar masih dalam pemantauan tim dokter.


Khalid bingung apa yang harus ia lakukan untuk membuat khz bangun, dirinya dan kelima bayi kembarnya membutuhkan khz. Ia melihat wajah khz dengan lembut "bangun sayang yang anak-anak kita membutuhkanmu mu, mereka butuh pelukannmu, Kidz dan bayi-bayi kita butuh belaian cinta kasih dari mamanya, Bahkan mereka membutuhkan nama yang indah sayang."


Khalid membatin melihat tubuh Khz hanya bisa diam tanpa respon.


"Tuan Khalid, tubuh nyonya Khz sudah dalam keadaan stabil, tapi saya merasa nyonya seperti tidak ingin memaksa dirinya untuk bangun, bahkan ginjal, jantung, tekanan darah sudah dalam keaadaan normal." Dokter Mikael menjelaskan kondisi Khz saat ini.


" Benar dokter, apa mungkin selama 1 tahun ini ia lelah, ia memutuskan untuk istirahat sedikit lama?" pikir Khalid.


"sayangggg kau tidak ingin melihat buah hati kita?" Tangan Khalid tak pernah berhenti menggenggam Khz,


Tiba-tiba...


titiiiittttttt....tiitttttttt


Kidz mengalami sesak nafas, Khalid dan dokter mikael berlari menuju ruang perawatan bayi. ini lebih parah dari serangan sebelum nya, tubuh Kidz membiru, semua perawat sibuk melakukan tindakan pertolongan pertama, bahkan suntikan yang sudah dipersiapkan oleh dokter arya tidak lagi merespon pada tubuh Kidz.


"Kidz... papa tak bisa kehilangan mu nak, bantu papa sayang.. Kau harus kuat nakk.." Air mata Khalid jatuh ia tak kuasa melihat perjuangan Kidz yang sungguh berat.


Monitor di incubator Kidz semakin tidak stabil., bunyi monitor seakan menambah kecemasan seluruh orang di dalam ruangan ini. Perlahan monitornya bergerak tenang, tittttttttttttttttttttttt..

__ADS_1


datar, bergelombang, kembali datar... dann... titttttttttttttttttt..


Dokter Spesialis anak dan penyakit dalam memompa jantung Kidz secara perlahan, memberi rangsangan agar kembali berdetak. Khalid tertunduk tak berdaya, seruh dunianya serasa runtuh.


Dokter arya datang, ia segera mengangkat Kidz, dan setengah berlari menuju ruang perawatan Khz, ia meletakkan tubuh Kidz diatas dada Khz, ia membuka baju perawatan Khz, dan meletakkan Kidz diatas dada Khz, ia menutup seluruh badan Kidz dengan baju perawatan Khz, Khalid mengikuti dokter arya, ia hampir tak bisa bernafas melihat tindakan dokter arya, ia bingung apa yang dilakukan dokter arya kali ini?.


"Apa ini dokter? Kidz tak bisa lepas dari alat bantu pernafasannya,? Pertanyaan Khalid.


"Terkadang alat buatan manusia tak secanggih dari buatan Yang Kuasa," Dokter arya benar- benar melakukan hal diluar nalar manusia.


Sesaat, Khalid menangkap ada gerakan kecil, dari balik baju Khz, ia melihat baju penutup tubuh Kidz bergerak halus, ia mendekat memperhatikan lebih jelas, "Ya Tuhan... ia bergerak, Kidz ku kembali..." suara tangis Kidz pun pecah dengan deras, seluruh tim medis tertawa dan bernafas lega.


" Kidz ku kembali Soon Ji, ia kembali, Kidz ku baik-baik saja," Khalid memeluk Soon ji dengan erat, dan bergantian secara spontan memeluk Dokter Arya yang berada tepat di samping Khalid,


" Sayang... lihat lah, Kidz kita dengan izin yang Kuasa kembali, pelukanmu menyelamatkannya. Ia benar-benar jagoan mu, ia kuat sayang... lihat sayang." Khalid berusaha mencari respon dari Khz yang masih tertidur.


Kidz menghisap Asi Khz dengan lahap, ia benar-benar seperti yang di katakan Khz, Kuat, pintar dan kapten dari seluruh saudara kembarnya.


Tim dokter membiarkan Kidz berlama-berlama di pelukan Khz, perlahan tubuh Kidz kembali memerah. " Walaupun aku tahu keajaiban itu ada, tapi baru kali ini aku melihat dengan Nyata." ucap dokter Mikael.


Setelah selesai.. Dokter dan perawat kembali meletakkan Kidz di ruangan perawatannya, Ia benar-benar seperti bayi kecil yang sedang tertidur pulas karna kekenyangan.

__ADS_1


Khalid kembali ke ruangan Khz setelah memastikan Kidz dalam keaadaan baik. "Sayang... Tuhan menghadiahi ku dirimu dengan beribu keajaaiban." Kini Khalid yakin Khz akan segera bangun, ia tahu seluruh rasa sakit nya selama ini karna kehilangan orang-orang yang ia cintai akan terbalas dengan kehidupan yang indah.


Khalid membelai wajah Khz dengan lembut, menciumi setiap inci ruas jari Khz, dan mengecup kening Khz dengan lembut, entah kebahagian apa lagi yang ia dapat, ia melihat bola mata indah, nan coklat jernih, bulu mata nan indah bergerak perlahan, "Sayang....aku tahu ini kau, aku tahu kau mendengar dan merasakan segalanya, aku dan bayi-bayi kita yakin kau akan baik-baik saja."


Khz membuka matanya, ia melihat sekeliling ia merasakan anak- anaknya dalam keadaan baik, ia merasakan setiap hisapan lembut dari Kidz saat menghisap Asinya. " Kid....z... iaaa baaa...ikk baikkkk sajaa, bayi kita akan baik sa...ja sayang," Kalimat pertama Khz seakan meyakinkan Khalid bahwa Kidz dan bayi-bayinya akan baik-baik saja.


"Benar sayang... mereka kuat seperti mu, mereka cerdas sepertimu, Kalian hidup ku, dunia ku," Khalid memeluk Khz dengan erat, rasanya ia benar-benar sudah lama tak mendengar suara lirih Khz.


Khz memeluk kembali tubuh Khalid dengan lembut, ia menghirup aroma tubuh Khalid yang menjadi candunya, sesaat Khalid merasa seluruh kebahagiiannya sudah dimulai.


"Quill,afnan,Oliver,Rennuy,Kidz."


Khz berbisik ditelinga Khalid dengan jelas, Khalid menangkap dengan baik bahwa nama yang diucapkan oleh Khz adalah nama kelima bayi mereka,


"Hah..hahaha... kau curang sayang... seluruh bayi kita kau beri nama dengan indah, tidak apa-apa kau ibunya, mereka berhak atas nama yang indah dari ibunya.. cup cuppp.cupp.... Khalid mencium wajah Khz dengan lembut, rasanya ia betul-betul ingin meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi.


" Ja........ga mereka sayang, ia adalah bagian dari diriku, aku mencintai mereka lebih dari nyawaku..." Mata Khz meneteskan bulir air mata.


Khalid merasakan baju di bahunya basah, ia ingin melihat apakah Khz menangis, saat akan melepaskan pelukan, Khz menahan tubuh Khalid agar tetap di posisi ini.


" Sayang... apa kau menangis? ini hari bahagia kita, bayi-bayi kita tak boleh melihat ibunya menangis, sayangg.... sayanggg." Khz tak menjawab pertanyaan Khalid.

__ADS_1


Khalid menoleh disamping tubuh Khz, tangan Khz melemah, dan melepas pelukan nya dari tubuh Khalid, titttttttttt...titttttt layar monitor yang awalnya menunjukkan grafik naik turun, berubah dengan seketika datar.


" Sayang... apa inii? Khzku... Nazeela Kumahuruun, bangun sayang.. bangun. kau kenapa?kidz... Kidz.. bayi-bayi kita memanggil mu.. sayangg.. kau lelah? ingin tidur sebentar, baik lah, aku tak akan mengganggu, baik lah, ayo sayang,.. ayo... tidur lah, cupp...cupp..cupp" Khalid meracau, para perawat segera datang, tim medis segera memeriksa kondisi Khz.


__ADS_2