My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Hubungan darah


__ADS_3

Mona terlihat begitu panik, Dokter Arya bisa menangkap kegelisahan Mona, "aku tau ini pilihan yang sulit bagimu. Bagaimanapun wanita ini adalah saudara satu-satunya yang ia miliki." Dokter Arya tau betul rasanya bagaimana menjaga agar satu-satunya orang yang di miliki bertahan hidup.


"Apa ini beresiko dok?" Tanya Khalid


"Sebenarnya ini hal yang wajar. Karna otak bawaan menangkap adanya benda asing, kejang ini adalah reaksi wajar berupa signal yang diberikan oleh otak. Yang menjadi permasalahan sekarang, kondisi organ vital Khalisa tidak bisa menampung terlalu lama untuk proses penyesuai ini, riwayat kesehatannya yang sudah menjalani koma selama bertahun-tahun membuat organ vitalnya melemah. Ini akan berakibat fatal."


"Apa tidak ada cara lain dok? apa kita hanya bisa menunggu?"


"Saat ini kita hanya bisa bersiaga, apapun yang terjadi kita harus siap menerima konsekuensinya."


"aghhhh.. aku muak tidak bisa berbuat apa-apa seperti ini. Aku muak harus dikalahkan dengan waktu. aghhhhkkk.." Khalid benar-benar terlihat gusar.


"Ada saatnya dimana masalah tidak memiliki solusi, hanya waktu yang mampu menjawab, seperti saat ini aku yang tak pernah menyangka bisa sedekat ini denganmu. Meskipun tanpa kata Ayah tapi waktu tau jika kau sampai kapanpun tetap darah daging ku."


air mata dokter Arya jatuh, puluhan tahun ia menahan rasa sakit ini, menahan rasa ingin memeluk ini, puluhan tahun ia menjaga Khalid dalam bayangan. Ia tak butuh pengakuan. Yang ia butuhkan hanyalah, orang yang paling berharga baginya di dunia ini bisa hidup dengan baik.


Dokter Arya kembali ke ruang kerja nya, tubuhnya gemetar, ingin rasanya ia mengeluarkan seluruh air mata untuk masa lalunya. Ia tak punya pilihan selain berdamai dengan masa lalunya, tapi berhadapan dengan Khalid sebagai Dokter Arya ternyata lebih menyakitkan. Ia merasa telah gagal melindungi anaknya, hingga untuk mengenali dirinya sebagai seorang ayah saja ia tak mampu. Khalid benar-benar tak mengenalinya sedikit pun.


"tokk...tokk.. guru aku boleh masuk?"

__ADS_1


"silahkan. " Dokter Arya mengusap air matanya.


"Apa ini terlalu berat guru? apa aku katakan saja bahwa kau adalah ayah kandungnya, aku yakin Khalid akan cepat memahami keadaan."


" Belum.. belum saatnya Khz, kita harus fokus pada Khalisa, kondisinya belum tepat.


"Baiklah guru, apapun keputusannya akan aku ikuti, oh iya aku sudah mempelajari sepintas, aku merasa kecil kemungkinan untuk Khalisa selamat, saat ini saja kadar oksigen dalam tubuhnya sudah berkurang."


"Dari awal aku sudah memprediksi ini Khz, Kau harus melihat ini. Saat ini aku merancang otak buatan untuk mengelabui otak bawaan, imun wanita ini tidak boleh muncul, karna jika imun tubuhnya muncul berarti otak telah memberi signal kepada tubuh untuk perlawanan. Tugas mu sekarang adalah buat senyawa herbal untuk menenangkan otak bawaan, otak harus dalam keadaan rileks, jika formulamu berhasil, kita akan mendapat kemudahan untuk program Kidz."


"Baik guru aku akan melakukannya segera."


"tunggu, Khalid dan Mona tidak boleh tau tentang ini, hanya kau dan aku yang tau tentang hal ini. Kita akan melakukan ini secara perlahan. Aku yakin ini akan berhasil."


°°°


Sudah 48 jam kondisi Khalisa belum menunjukkan perkembangan yang baik. Mona sudah terlihat frustasi "Apa ini keputusan yang baik sayang? membuatmu berada dalam situasi ini atau melihatmu dalam kondisi koma bertahun-tahun ini sungguh menyiksaku, aku harus bertahan berapa lama lagi untuk menunggumu sadar.. Khalisaaaa aku mohon bagun lah." Mona sudah tidak kuasa menahan rasa sesak di dadanya, ia menangis sejadi-jadinya.


"Kau tau Dokter Mona? kematian bukanlah sistem urut tapi sistem cabut. Jikalah kematian ini sistem urut tentu tidak akan ada orang tua yang tersisa. Kau hanya perlu berharap, Karna Allah Azza Wa Jalla sesuai dengan prasangka umatnya." Dokter Arya mencoba menenangkan Mona.

__ADS_1


"Apa kau juga tahu Dokter? Harapan yang kau maksud hanya tertuju pada 1 kesempatan yang aku punya. Jika kau tahu bagaimana rasanya berharap pada satu-satunya kehidupan yang kau harapkan selain dari hidupmu. Mungkin kau tidak akan sanggup berbicara seperti ini dihadapanku. Kau tidak sama sekali tahu bagaimana rasanya orang yang kau harapkan menjawab seluruh pertanyaan mu tapi ia hanya bisa diam terbaring tak berdaya, Apa kau tahu rasanya setiap hari kau hanya berharap ada sedikit saja gerakan dari tubuhnya untuk menyapamu. Kau tidak tau bagaimana rasanya berjuang untuk orang yang kau sayangi. Diam dan tutup mulutmu! tugasmu sekarang gunakan keahlianmu untuk membuat Khalisa sadar dari Komanya. Hanya itu!


"Sebelum kau merasa kehilangan aku sudah terlebih dahulu merasa sesak, sebelum kau merasa perjuangan aku sudah terlebih dahulu berkorban, sebelum kau merasa takut akan perpisahan aku sudah terlebih dahulu mengakiri pertemuan."


Mona sama sekali tak memahami maksud dari ucapan Dokter Arya.


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


Hmmmm.. ada yang mau Khalisa selamat? Nyawa Khalisa menentukan hidup Kidz, dan rumah tangga KHz dan Khalid. ada yang ndak sabar nunggu kelanjutannya???


plisss kasih author saran yah.


__ADS_2