My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Tatapan melenyapkan


__ADS_3

Kidz masih terdiam di atas kursi rodanya. Sementara Ren masih sibuk melepas masa rindunya pada kidz. Satupun ucapan Ren tidak ada yang di pahami oleh Kidz. Ia masih sibuk memperhatikan Shali.


"Sudah... sudah kangen-kangennya di tunda nanti saja yah. Kasihan Shali ia masih dalam masa pemulihan. Ren bawa dia ke kamar mu."


"Okeh mah siap, Ayuk Shali aku antar ke kamar."


Khz langsung berlalu untuk menyiapkan keperluan Shali. Dirumah ini memang selalu terbiasa untuk memuliakan tamu.


°°°°


Diruangannya Khalid, dokter Arya dan Soon ji tengah sibuk mengatur siasat. Khalid ingin urusan ini segera selesai. Ia tidak akan membiarkan hal buruk membayangi keluarganya.


Khalid sibuk membuka data-data rahasia serta aset kekayaan yang mereka dapat selama ini. Nilai yang sudah mereka kumpulkan sangat fantastis. Sesuai dengan nilai sejarah benda yang mereka temukan.


Dokter Arya juga membantu Khalid untuk merampungkan data-datanya.


"Wah luar biasa, jaringan mereka tersebar hampir di seluruh negara maju dan berkembang. mereka menguasai pasar gelap untuk menjual barang-barang hasil curian kepada para kolektor di seluruh dunia. Bahkan ada yang bertugas untuk menyelundupkan barang mereka melalui seluruh jalur pengiriman."


"Dugaan ku benar Khalid. Mereka memiliki kekuatan hukum. Pantas saja selama ini aksi mereka tidak tercium oleh pihak berwajib."


"Baiklah.. Karena jaringan mereka tersembunyi. Aku akan mulai dari mengacaukan transaksi jual beli mereka yang sudah mereka sepakati. Ini akan memutus mata rantai antara penjual dan penadah."


"Dengan mengacaukan sistem transaksi mereka ini akan membuat mereka sibuk dan lengah. Kita bisa dengan leluasa menarik kembali aliran dana yang sudah mereka miliki, Besok mereka akan menyadari telah berhadapan dengan siapa."


Ini yang ditakutkan oleh pemerintah negara M. Jika Khalid sudah bertindak salah satu sasaran yang ia tuju adalah perekonomian negara mereka. Ini akan berakibat fatal untuk kelangsungan perekonomian mereka. Tinggal menunggu waktu untuk kelumpuhan negara tersebut.


Satu persatu kesepakatan yang mereka buat dengan para penadah menghilang. Seluruh data dan jadwal pengiriman kacau. Transaksi yang sudah mereka sepakati juga ikut menghilang. Tidak ada satu hal pun yang terkait dengan jaringan yang tidak bisa di sentuh Khalid. Jika Program Khalid sudah masuk dalam suatu sistem. Bisa di pastikan Sistem itu dibawah kuasa Khalid. Puluhan tahun ia bergelut di bidang ini. Belum ada yang bisa menandingi program Khalid. Kecuali dokter Arya, Secara tidak langsung ia membantu menstabilkan Program Khalid agar selalu terjaga.


"Ini akan menyenangkan, sudah lama aku tidak tertantang seperti ini hahahahah."


Khalid begitu bersemangat saat ini.


Pikiran Soon Ji terbagi, ia merasa tidak asing dengan Wanita muda itu. Tatapan matanya begitu ia kenal.


°°°


Setelah bersih-bersih badan Ren juga menyiapkan kebutuhan pribadi Shali, karena ukuran tubuhnya dengan Shali hampir sama, Ren memilihkan baju tidur yang nyaman untuknya


Ren keluar kamar setelah memastikan Shali istirahat dengan nyaman. Tiba-tiba ia di kejutkan oleh Kidz yang sudah berada di depan pintu kamarnya.


"Demi apa.... ya ampun Kidz kau benar-benar mengejutkanku."


"Ikut ke kamar ku sekarang.!


"hah? Demi pemilik bumi beserta isinya. Kau bisa bicara? aku tidak salah dengar? apa aku bermimpi? Kidz kauu...... "

__ADS_1


"Ikut ke kamarku sekarang juga.!"


"Mama... apa mama mengetahui ini? mama pasti akan terkejut melihat ini.!


Ma..........."


Kidz langsung membungkam mulut Ren dengan tangannya.


"Diam.. diam... aku bilang ikut aku.!


Kidz langsung menarik paksa tangan Ren dan membawa ke kamarnya.


"Kidz stop... aku benar-benar syok. tunggu, tahan dulu, tolong beri aku penjelasan. Jadi selama ini kau bisa bicara dan kau tidak lumpuh. Jangan-jangan kau juga bisa berjalan?"


"Aku akan menjelaskan segalanya, dengan satu syarat setelah ini kau harus diam, tidak boleh ada yang tau tentang hal ini. Siapapun termasuk mama Kau mengerti?"


"Baik lah.. baiklah aku janji. cepat beritahu aku kebenarannya.!"


"Semua yang kau lihat ini nyata dan benar, aku selama ini bisa bicara, aku bisa bergerak. Aku bisa melakukan segalanya sendiri kecuali satu, Berjalan.


untuk saat ini hanya ini yang bisa aku katakan."


"Ya ampun jika mama tau, mama adalah ibu paling bahagia di dunia, kenapa selama ini kau malah membuat orang tua kita khawatir hah? kau menyembunyikan ini dari mereka."


"Shali... maksud mu Shali? oh aku belum cerita yah tentang kejadian yang menimpanya di lokasi penggalian?"


"Jadi gini, saat ini nyawa Shali dalam bahaya, ia sedang diincar oleh kelompok pencur......"


"Ren stop, yang aku tanyakan kenapa kau membawanya kesini, kerumah kita?"


"Tentu saja aku membawanya kesini, kerumah kita, nyawa Shali dalam bahaya bukan? tempat teraman dan ternyaman saat ini adalah rumah kita dibawah pengawasan papa."


"Kau salah... justru saat ini kau malah menempatkannya dalam bahaya."


"Maksudmu? dalam bahaya gimana?"


"Kau tidak mengerti Ren, Rumah ini bukan tempat teraman bagi Shali,"


"Maksudnya apa Kidz? aku benar-benar tidak mengerti."


"Apa tidak terpikir olehmu mengembalikannya pada keluarganya? ia pasti punya keluarga kan. Kenapa kau malah membawanya kemari."


"Aku tidak terpikir kesana Kidz, yang ada di fikiran ku saat itu adalah Shali harus di bawah pengawasan orang tepat dan berkuasa seperti papa."


"Ren kau selalu bertindak semau mu. arghhhhggg."

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak mengerti, kau semakin aneh Kidz, lagipula di rumah ini tidak akan ada para penjahat yang mampu menyentuhnya, Tidak mungkin ia dalam bahaya bukan?"


"Kau salah Ren, salah besar. Nyawanya lebih terancam dari pada kelompok pencuri makam itu. Setidaknya mereka membiarkan Wanita itu tetap hidup untuk melakukan berbagai aksi pencuriannya."


"Tapi jika ia disini, ini malah akan melenyapkan dirinya sendiri."


"Melenyapkan dirinya sendiri? maksudnya? Kidz ucapan mu benar-benar sudah tidak masuk diakal."


"Aku mohon Ren, bawa wanita itu keluar dari sini. Hubungi keluarganya. Ini akan jauh lebih baik."


"Kidz jangan memaksa dengan apa yang tidak bisa kau jelaskan. Aku benar-benar bingung."


"Aku tidak mau tahu, besok pagi dia harus sudah tidak ada dirumah ini. Kau mengerti?"


"Kidz sudahlah, aku lelah... Aku mau istirahat yah. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri dulu yah."


"Ren aku serius."


Kidz menyentuh pergelangan tangan Ren dengan kuat."


"Kidz jangan membuat ku takut, apa maksudmu? memangnya siapa yang bisa melenyapkan Shali disini?"


"Aku Ren, aku...."


"Aku adalah ancaman yang terbesar bagi Shali."


Ren sontak terkejut mendengar jawaban dari Kidz, ia melepaskan genggaman tangan Kidz. Tatapan mata Kidz yang tajam membuat Ren takut.


°


°


°


°


°


°


°


Tau gimana perasaan Kidz saat ini?


huhuhuhu author jadi sedih.

__ADS_1


__ADS_2