My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
istri seutuhnya


__ADS_3

Tepat pukul 09.00 Pagi, Khalid membawa minuman dan cemilihan sehat untuk Khz, ditambah dengan hiasan aroma mint kesukaan Khz.


"Pagi Nyonya Mooled, ini saya bawakan minuman dan cemilan, ektra daun mint kesukaan anda" Khalid merasa harus menyampaikan berita ini dengan cara yang baik, ia tak ingin Khz merasa tertekan dengan keputusan dokter.


"Hmmmmm wangi sekali," Ujar Khz menciup aroma daun mint dengan candu, Khz meminum satu tegukan dan menelan sedikit kue cookies renda gula, karna ia tau asupan ditubuhnya harus dikurangi untuk menjaga kerja ginjalnya.


"Aku senang kau memanggilku Nyonya Mooled, aku merasa lebih bersemangat demi si kembar, aku ingin si kembar merasakan cinta yang luar biasa dari kedua orang tua nya, Terlepas bagaimana cara pernikahan orang tuanya, dan bagaimana mereka bisa hadir, yang terpenting sekarang mereka bagian dari kita." ucap Khz sambil menggenggam tangan Khalid, Khalid pun membalas genggaman tangan Khz, semenjak Khalid mengusap perut Khz, ia dan bayinya merasa begitu dekat, ia juga merasa jarak antara dirinya dan Khz mulai tak ada.


"Apa sesulit itu? dari awal kehamilan saya tidak pernah hadir di samping anda, maaf kan saya, saya merasa ini hanya kesalahan yang perlu di perbaiki, bukan sebuah tanggung jawab, Maaf." Ujar Khalid lirih,


"Tidak terlalu berat, lebih indah rasanya menjaga 5 bayi kembar daripada menjaga virus dalam tubuh., hihihi


dalam perut saja si kembar sudah menyita seluruh waktu saya, apalagi jika nanti mereka lahir, rasanya seluruh dunia ini akan terabaikan demi mereka." Khalid menikmati senyum indah yang terpancar di wajah Khz.


Khalid semakin yakin bahwa, wanita yang dihadapannya adalah wanita terbaik yang diberikan Tuhan untuknya, Entah kebaikan seperti apa di masa lalu yang pernah ia perbuat hingga diberi kesempatan bertemu dengan wanita setegar dan selembut khz. benih cinta tumbuh seiring dengan rasa bersalah Khalid, nyawa Khz begitu berharga baginya.


"Lakukan yang terbaik Tuan Khalid, Mama yakin Papa kalian orang yang hebat, dia akan melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan kita sayang, ujar Khz sambil mengusap perutnya, seakan mengerti bayi-bayinya merespon perkataan Khz.


Khalid tersenyum ketika melihat perut Khz bergerak dengan jelas, ia tak tahan ingin mengelus perut Khz, ia sudah tak ragu lagi menyentuh dengan baik.


"Hmmm kapan jadwal oprasinya?tanya Khz.

__ADS_1


Kita akan menunggu hingga tepat 27 minggu, minggu depan sudah memasuki minggu ke 27, tim dokter sedang mempersiapkan hari yang tepat. ujar Khalid.


Baiklah, mama dan papa sudah tidak sabar bertemu kalian sayang, jadii kalian harus kuat, semangat dan tetap sehat yah" Khz telihat begitu keibuan saat berkomunikasi dengan bayinya.


" Baiklah, apa ada yang anda butuhkan?" pertanyaan Khalid membuat Khz tersenyum.


"Hmmmm... bolehkan panggilan anda,saya, atau yang lainnya kita ubah menjadi panggilan lain? sayang misalnya, aku hanya tidak ingin nanti ketika anak-anak kita lahir mereka mendengar panggilan asing kedua orang tuanya, bolehkan?"


ujar Khz dengan manja, sontak Khalid sedikit tersedak karna kaget atas permintaan istrinya,


"hmmmm...


"Baiklah jika tak boleh." dengan cepat khz menangkap wajah keberatan Khalid dan menolehkan wajah nya dengan lembut ke arah samping, ia sedikit kecewa.


Khalid menangkap wajah kekecewaan Khz, ia tak ingin membebani Khz dengan hal sekecil apapun apalagi sampai merusak kedekatan yang sudah beberapa hari ini terjalin.


" Baiklah sa....yaaaa..ng, aku akan berusaha sebaik mungkin berubah demi anak-anak kita."


"Menyenagkann sekaliii..." ujar Khz.


wanita ini benar-benar unik, rasanya kebahagiaan di dunia ini begitu simple menurutnya, dengan hal yang seperti ini saja ia sudah merasa bahagia, dia juga bukan wanita yang suka menuntut hal-hal mewah, ia wanita sederhana dan tenang, ini memang wanitaku. fikir Khalid dengan bahagia.

__ADS_1


Khalid mohon diri, ia ingin mematangkan persiapan oprasi Khz, baginya keselamatan keluarga barunya menjadi prioritas utama, bahkan ia hampir tak pernah mengurusi perusahaannya akhir-akhir ini, lagipun ia punya orang kepercayaan sekelas Soon ji, tak ada yang perlu ia khawatirkan. fikirannya bisa terfokus pada Khz.


Saat akan beranjak pergi, Khz meraih tangan Khalid, " Sayanggg... " ia menunjuk keningnya memberi kode agar Khalid berpamitan dengan mencium keningnya.


"Apa ada sesuatu di kening mu?" pertanyaan Khalid sontak membuat Khz tertawa.


"Bukan sesuatu, tapi itu...


hmmmmm kemarikan wajah mu,!"


khz menarik wajah Khalid dan memberikan kecupan hangat di keningnya,


"Nah sekarang lakukan hal yang sama disini!" Khz kembali menunjuk keningnya.


Dengan ragu perlahan Khalid mengikuti arahan Khz, tentu saja, jangan kan mencium kening wanita, berbicara dengan lawan jenis saja ia hampir tidak pernah, Khalid sibuk dengan dunia yang ia rasa bisa ia ciptakan, tapi tentu saja ia tidak bisa mendapati respon apapun, karna ia merasa kebutuhannya pada manusia telah tergantikan dengan benda yang bisa ia ciptakan, tapi setelah bertemu Khz dunianya berubah.


"Cup......, seperti itu? maaf ini pertama kalinya bagiku." Wajah Khalid kikuk saat merasa ada kehangatan di hatinya, ia mengecup kening khz dengan lembut, ini kali pertama ia menyentuh langsung kulit khz, aroma tubuh khz selalu lembut dan segar tumbuhan, ia menjaga dirinya dengan baik. fikir Khalid.


"Hmmm terimakasih papa kembar, sayangggg papa". ucap khz dengan imut


Kadang Khalid berfikir, entah sejak kapan hubungannya dengan nona khz sedekat ini, rasanya kemaren ia dan istrinya masih seperti orang asing, Khalid seperti menonton bintang film yang melakukan aktifitas dan Khalid sebagai penonton terbaik dari layar ruangan cybernya.

__ADS_1


__ADS_2