My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Telepati


__ADS_3

Puluhan pertanyaan ada di benak Khalid dan Khz, Soon Ji hanya diam. Ia memberi hak wewenang penuh pada Dokter Arya untuk menjelaskan situasi ini.


Saat tengah asik ngobrol, Mona datang dengan sedikit berlari "Khalisa.... dimana adikku? Khalisa...


Benar ini kau?


Ya Tuhan apa aku bermimpi.? Katakan padaku ini nyata. Ini bukan Mimpi." Mona memandang keseluruh orang yang ada di ruangan itu.


"Mona.. Bagaimana kau bisa masuk?" ucap Khalid heran.


"Kau lupa aku adalah mantan istrimu.? itu tidak penting sekarang. Aku mohon jelaskan padaku., apa yang ada dihadapanku saat ini benar? ini nyata?"


"Duduklah Mona, aku sengaja mengundangmu. Aku akan menjelaskan secara rinci."


Dokter Arya mengambil sebuah alat dan memasangnya hingga menampilkan layar hologram.


"Baiklah kalian bisa lihat data ini, ini adalah proses perkembangan kesehatan Khalisa. Kenapa program ini harus di lakukan tanpa melibatkan siapapun, karena butuh waktu lama untuk penelitian ini. Aku harus melibatkan tim Rahasia Dokter Bedah dunia yang keberadaannya harus di rahasiakan. Khz sendiri tidak mengetahui siapa saja anggota dari tim bedah ini."


"Setelah 6 bulan berlalu kondisi Khalisa membaik dan sangat membaik, aku mengajukan rekomendasi untuk Program bayi tabung, itupun atas kesepakatan tim bedah rahasia."


"Sebelum kalian kembali ke negara s, aku sudah melakukan pernikahan antara Soon ji dan Khalisa, karna aku membutuhkan air mani yang mempunyai status sah dalam agama."


"Tunggu.. aku hampir tidak bisa menangkap seluruh penjelasanmu dokter, Otakku hampir pecah mencerna satu persatu penjelasanmu. Intinya Sudah bolehkah aku memeluk adikku?"


"Tunggu Mona sabar,"


ujar Dokter Arya menenangkan Mona.


"Walaupun program otak buatan ini berhasil, Khalisa harus memiliki dorongan untuk membantu kesadarannya. Karena biasanya orang dalam kondisi koma alam bawah sadarnya lebih menekan kesadarannya."


"Khalisa harus memiliki semangat juang untuk merangsang kesadarannya. Aku memutuskan untuk melakukan Program bayi tabung, Proses itu berjalan dengan baik dan sempurna. Hingga memasuki usia kehamilan 37 minggu Khalisa bangun dari komanya."


"Sebelum program ini dimulai aku sudah menjelaskan secara garis besar pada Soon Ji, dan ia menyetujui untuk menikahi Khalisa. Ia menjaga Khalisa dengan baik hingga menemani Khalisa saat proses melahirkan."


"Tapi semenjak kesadaran Khalisa pulih aku kesulitan berkomunikasi dengannya, entah karena ia terlalu lama koma menekan syaraf-syaraf pusatnya. Walaupun semua hasil pemeriksaannya baik tapi Khalisa hanya menangkap maksud dari ucapanku tanpa mau berbicara, ia sangat memahami semua maksud pembicaraan kita, Tapi ia hanya diam dan tidak merespon apapun."


"Oh Karena itu ia hanya terdiam seperti orang asing? ia hanya memperhatikan ku tampa berniat memelukku, Apa ia mengenaliku Dokter? Pandangan mata Mona tak terlepas dari Khalisa. Ia masih tak percaya, wanita cantik nan lembut ini adalah Khalisa.


"Kau yakin dia Khalisa Mona? aku seperti tidak mengenalnya, wajahnya juga agak berbeda dari waktu itu." ujar Khalid


"Tentu saja aku yakin, Khalisa ku yang dulu memang seperti ini, mungkin karena kau bertemu dengannya saat ia sudah dalam kondisi koma, kurus dan pucat."


"Aku juga tidak tau pasti, tapi kita bisa memastikan apakah dia mengingatmu atau tidak?." Dokter Arya berusaha meyakinkan Khalid.


Dokter Arya berjalan mendekati Mona dan Soon Ji, dan ia berbicara lembut pada Alesha yang masih dalam pelukan Soon ji "Alesha apakah ibumu mengingat Tante Mona? ia adalah Kakak ibumu."

__ADS_1


Seketika Alesha menutup lembut matanya, ia terdiam sejenak diikuti dengan Khalisa yang ikut menutup matanya.


"Tunggu Guru... Apa ini? mereka berkomunikasi?"


Khz sontak kanget melihat reaksi Khalisa dan Alesha.


"Kau benar.. Ini dinamakan Telepati. Kemampuan telepati jarak dekat, Kau sungguh cepat membaca situasi Khz."


Khalisa langsung berdiri dan berjalan perlahan menuju Mona, ia menyentuh wajah Mona dengan lembut.


Khalisa menoleh kebelakang dan berbicara pada Dokter Arya menggunakan sandi mata, ia mengatakan kalau wajah Mona sangat tidak asing baginya, ia merasa seperti mengenal Mona tapi dulu fostur tubuh Mona berbeda dengan sekarang, hidung dan dagunya juga berbeda, Karena itu ia agak kurang mengenali Mona.


Dokter Arya menterjemahkan langsung apa yang Khalisa ucapkan.


"Tidak mungkin... sandi mata yang ia gunakan sama dengan sandi mata yang Khalid ciptakan untuk Kidz, bagaimana bisa?"Khz tak henti-hentinya berdecak kagum.


"Telepati jarak jauh, Mereka bukan hanya bisa berbagi informasi, tapi juga bisa menguasai sepenuhnya untuk memberi perintah pada otak yang mereka inginkan."


"Jadi mereka yang memberiku arahan untuk memberikan sandi mata untuk Kidz, seluruh sandi yang aku gunakan itu hasil dari perbuatanmu Alesha?" Khalid kalah telak, baru kali ini ia bertemu dengan orang yang bisa mengendalikan dan menguasi otak manusia.


"Aku merasa rendah diri, kemampuanku saja hanya bisa menciptakan robot yang tidak bisa bernafas, sementara dia bisa menguasai benda bernyawa."


Khalisa langsung memeluk Mona dengan erat, air matanya jatuh membasahi pundak Mona.


"Kau tidak mengenali ku karena badanku sekarang agak gemuk, hidung dan dagu ku juga berbeda? tentu saja aku hidup dengan baik, aku menggunakan sedikit harta kekayaan mantan suami ku untuk membuka rumah sakit khusus bedah, aku iseng menambahkan ruangan untuk konsultasi operasi plastik. Kan lumayan biar dapat potongan harga buat oplas."


"Bole aku menggendongnya Soon Ji?"


Mona benar-benar terpesona melihat kecantikan Alesha. Perpaduan antara Khalisa dan Soon Ji.


"Alesha memandang Khz, lalu ia menutup matanya."


Khz terkejut ketika ia seperti mendengar suara Alesha "Bolehkan aku istirahat sebentar, sepertinya aku haus, nanti aku akan menyapa kalian semua kembali."


Khz langsung memberitahu pada seisi kamar itu,


"Alesha haus, dan ia ingin istirahat sebentar, Nanti ia akan menyapa kita semua kembali."


"Apa dia baru saja berbicara padamu sayang?"


Khalid semakin penasaran dengan kemampuan Alesha.


Khz mengangguk sambil tertegun kagum. Ia tak menyangka semua yang dijelaskan oleh Dokter Arya benar.


"Baiklah kau dan Alesha bisa istirahat dulu, Mona akan menemanimu. Sepertinya ia masih merindukan kalian." Dokter Arya langsung menyuruh Soon Ji untuk mengantarkan ke ruangan yang sudah di siapkan untuknya.

__ADS_1


°°°


"Guru kau tau alasannya kenapa Alesha memiliki kemampuan seperti itu?"


"Aku rasa itu karena ia mewarisi gen dari sifat otak buatan, saat otak buatan menjalankan tugasnya untuk memberi perintah kepada organ yang ia inginkan, saat itulah Alesha menerima reaksi itu. Kemungkinan juga karena itu ia mampu menguasai fikiran seseorang, ia juga bisa memberi signal perintah dari jauh."


Khz benar-benar semakin kagum dengan Dokter Arya, ia memang orang yang patut diacungi jempol.


"Guru apa Alesha dan Kidz sudah pernah berkomunikasi.?"


"Tentu saja, setiap hari malah, Kidz sudah mengetahui jika aku akan datang kesini. Ia dan Alesha juga berjanji untuk bermain salju bersama saat hujan salju pertama di tahun ini."


"Oh pantas saja Kidz meminta hal yang sama padaku."


"Apa ini bisa menjadi keajaiban juga bagi Kidz guru? Aku hanya ingin kidz bisa berdiri, berlari dan bermain seperti saudaranya yang lain. Hanya itu."


"Tenanglah sayang, aku akan akan melakukan yang terbaik untuk Kidz."


Khalid masih tak habis pikir, apa ini nyata? ia masih terheran heran sambil termenung.


°


°


°


°


°


°


°


°


°


Haiiii jangan bilang kalo realstory Khalid udah ngak masuk di akal yah...


author juga udah melakukan riset kecil-kecil lan buat cari informasi ini.


Jadi memang ada sebagian manusia yang di berkahi dengan kemampuan telepati ya. bole di cari tahu kok.


intinya nanti.. semua tetap akan terlihat real di dunia Khalid yah..

__ADS_1


yukk sabar nunggu kelanjutannya.


__ADS_2