
Dokter Arya langsung teringat sesuatu,
" Tidak ada cara lain, ini satu-satunya cara yang terbaik."
"Khalisa bisakah kau memancing emosional Shali untuk memancing kekuatannya?"
"Maksudnya dokter aku tidak mengerti."
"Begini, terakhir kali saat Kidz dalam bahaya melawan Makhluk itu, aku memancing emosi Shali agar mampu menyeimbangkan kekuatan Kidz dan Akhirnya mereka masuk kedalam dimensi lain."
"Aku rasa jika kita mampu mengelola emosi Shali maka Kidz secara otomatis akan menggunakan kemampuannya untuk melindungi Shali. Ini akan menguntungkan mereka untuk mengumpulkan kekuatan dan mampu mencari jalan keluar."
"Bagaimana menurut kalian?"
dokter Arya mencoba untuk mencari solusi terbaik.
"Tidak ada cara lain, hal ini harus dicoba. Aku benar-benar tidak sabar hanya berdiam diri seperti ini."
"Baiklah kita sepakat, mari kita lakukan."
"Khalisa membutuhkan tempat yang nyaman dan tenang agar ia mampu berkonsentrasi."
"Bagaimana Jika di taman? Aku melihat ada taman menyerupai hutan indah di halaman rumah ini.
Mona mencoba memberi Saran agar Khalisa sedikit rilex.
"Ada Tante, Mama menyukai alam dan merawat taman itu dengan baik."
Rennuy dengan segera membimbing Khalisa dengan lembut dan berjalan menuju taman. Ia sadar hanya Khalisa satu-satunya penghubung antara Ia dan saudara kembarnya.
°°°
Di dimensi lain Kidz dan Khalisa sedang berhadapan dengan Makhluk itu, ia dihadapkan pada dua pilihan untuk menentukan nasib mereka kedepannya.
Kidz harus memilih satu diantara 2 pilihan telur yang ia tidak tahu apa yang berada dalam telur tersebut.
Beberapa detik Kidz terlihat sedikit berfikir telur mana yang akan ia pilih.
__ADS_1
"Silahkan Kidz, kau harus memilih salah satu telur yang ada di tanganku. Aku sarankan agar kau jangan salah memilih, karena itu akan menjadi telur akhir kehidupannmu."
"Tapi jika kau mampu menyelesaikan persoalan yang berasal dari dalam telur ini. maka kau akan bebas dari ku."
Kidz Memilih telur yang berada di sebelah tangan kanan, Perlahan ia mengambil dari tangan Makhluk aneh itu.
Tiba-tiba telur itu langsung mengawang diatas pandangan Kidz. Perlahan demi perlahan Kidz melihat telur itu retak dengan sempurna, dan mulai menampakkan isi dari telur itu.
"Kau harus perhatikan baik-baik isi dari telur itu,"
Cangkangnya pun terlepas secara penuh. Isi dari cangkang itu ternyata adalah sarang laba-laba. Kidz semakin memperhatikan apa yang terjadi dengan sarang laba-laba itu.
Ia melihat laba-laba kecil tumbuh dengan cepat dan saat ia semakin tumbuh., Datang satu ekor laba-laba lagi menghampiri.
Kidz kebingungan memikirkan apa maksud dari semua ini.
"Aku tidak paham, apa artinya ini?"
"Lihat dan perhatikan lebih jelas."
"Kau lihat hukum alam berlaku, saat laba-laba jantan memutuskan untuk perkawinan saat itu juga ia menyerahkan nyawanya untuk laba-laba betina."
"Setelah terjadi proses itu laba-laba betina akan bersiap untuk bertelur dan melahirkan anak-anaknya. Saat itu juga laba-laba betina akan merelakan tubuhnya untuk menjadi santapan anak-anaknya."
"Kau lihat untuk menciptakan kehidupan baru kita harus mengorbankan beberapa siklus kehidupan. Itulah yang dinamakan pengorbanan."
"Siklus Hukum alam ini , apa kau mempunyai solusi untuk membantahnya?"
"Jika kau mampu menyelesaikan permasalahan ini. Kau dan keluargamu akan kembali kedalam kehidupan yang normal."
"Tapi tentu saja itu tidak mudah, hahahaha."
"Sial aku masuk dalam jebakan makhluk busuk ini."
Kidz merasa ia sudah terpancing dalam permainan ini lebih jauh.
Shali yang sedari tadi memperhatikan Kidz dan makhluk itu merasa bingung. Ia mencerna setiap perkataan yang mereka lontarkan.
__ADS_1
"*Apa maksud dari Makhluk ini? apa ini sebuah teka-teki? apa hubungannya Kidz dengan siklus hidup laba-laba?"
"Jelas ini bukan jebakan, tunggu ada yang aneh*."
"Kidz.. Bolehkan aku menjawab semua ini?"
"Apa? Kau yakin? Dia bukan badut yang bisa membuatmu tertawa, jika kau salah dalam menghadapinya. Kita akan terkurung disini selamanya."
Shali maju selangkah mendekat dan melontarkan pertanyaan aneh pada Makhluk itu
"Aku akan menyelesaikan tantanganmu, tapi dengan satu syarat."
"Hahahahah wanita unik, kau punya nyali ternyata. Baiklah aku terima tantanganmu."
"Okeh.. aku yang akan menjadi juri disini, Aku yang akan mengatur jalan permainan ini."
"Dan sudah aku pastikan kau akan kalah."
"Wawww ... Kau wanita lemah menantangku? baiklah, mari kita mulai."
"Oke.. jalan permainannya adalah. Salah satu diantara kalian hanya bole berbicara setelah nama kalian disebut secara bergantian. Maka siapa yang tidak konsentrasi maka sudah jelas siapa yang lemah dan pecundang disini."
"Setuju."
Makluk itu tanpa pikir panjang mengiyakan ucapan Shali. Sementarq Kidz masih terlihat kebingungan menerka apa yang akan di lakukan oleh Shali.
"Pertama aku butuh telur yang belum terbuka itu, jadi kita akan memberikan tantangan bagi Kidz dua kali lipat lebih banyak untuk memecahkan masalah ini."
"Satu telur yang sudah ia pilih satunya lagi Kidz harus memberi solusi dari isi telur tersebut."
"Apa? kau tidak waras Shali?"
Kidz menarik lengan Shali dan membisikkan "Satu pertanyaan saja hampir menjebak kita untuk selamanya disini. Dan kau menggunakan telur yang satunya untuk melenyapkan kita?"
"Apa kau takut Kidz? kau tidak akan menyerahkan?"
"Ohhh tidak... dasar gadis berkepala batu."
__ADS_1