My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Tak berdaya


__ADS_3

Khalid duduk tepat berada mengarah pada wajah Khz, ia melihat wajah nan indah, tak berdaya,. baru beberapa detik saja tak mendengar suara Khz, rasanya dunia Khalid tiada, suara peralatan dan denyut jantung Khz memberi ketakutan besar bagi Khalid, bagaimana jika oprasi nya gagal? "bagaimana jika istri yang begitu ia cintai tiada? bagaimana nasib si kembar" ? pikiran-pikiran aneh Khalid semakin membuatnya tegang, ia merasa kali ini begitu lemah di hadapan istrinya, tak ada gunanya ia mampu menciptakan alat secanggih apapun, jika ia masih harus kehilangan orang penting di hidupnya.


Tiba-tiba pandang Khalid buram, rasanya tubuhnya tak mampu menahan, fikiran buruk semakin bersarang di tubuhnya, ia melihat langsung sayatan demi sayatan membelah perut Khz, semakin dalam, hingga ia melihat lapisan terakhir yang membungkus bayi-bayinya sesakit inikah yang harus di lalui istrinya,? jika saja ia memberi 1 embrio saat proses bayi tabung yang di tanamkan dalam rahim Khz mungkin saja kehamilan preklamsia ini tak terjadi, jika saja satu embrio yang berkembang tentunya persalinan normal yang akan dilakukan, Khz tidak harus mempertaruhkan nyawanya seperti ini. "Akhhhhhhhh suami dan ayah macam apa aku?" Pikiran Khalid benar-benar kalut.


Suara detak jantung Khz terdengar jelas di alat yang terpasang ditubuhnya, mata Khalid tak lepas dari layar pemindai di hadapannya. Tangan nya selalu membelai pipi kesayangannya, baru kemaren ia melihat tingkah lucu istrinya kini istrinya harus berkorban demi anak-anak nya. ia semakin putus asa, Melihat tubuh Khz semakin lemah,


Soon ji menangkap kepanikan Khalid, "Tuan Nyonya akan baik-baik saja. si kembar membutuhkan anda."

__ADS_1


Sesaat setelah itu, terdengar tangisan si kembar... woakkk...woakkk.woakkk...


ruangan yang awalnya hening, hanya suara peralatan penunjang Khz yang nyaring, kini penuh dengan tangisan si kembar, suara itu memberikan tenaga yang luar biasa bagi Khalid, ia segera bangkit dari duduknya, ia melihat langsung 5 bagian dari dirinya dan Khz dihadapannya. air mata Khalid tak tertahan, ini kah Makhluk ciptakan Tuhan yang di amanahkan padaku? oh andaikan Khz terbangun, ingin rasanya ia bersorak keras berterimakasih karna telah menjaga buah hatinya dengan baik. Wajah Khalid begitu hangat melihat bayi-bayinya, Dokter dan perawat dengan sigap membersihkan dan meletakkan kelima bayi tersebut dalam incubator, berat badan dan pernafasan yang belum terbentuk sempurna karna kelahiran prematur membuat bayi-bayinya harus mendapatkan perawatan intensif.


" Tuan Khalid salah satu bayi kembar indentik mengalami masalah, beratnya paling kecil diantara yang lain, bayi ini yang menyumbangkan nutrisi pada saudara kembar identiknya, ia memiliki satu plasenta yang sama." dokter Mikael menunjuk ke arah salah satu incubator dihadapan Khalid.


Dokter arya masuk setelah beberapa saat ia meninggalkan meja oprasi, ia masuk dengan membawa beberapa larutan yang berada dalam tabung-tabung kecil, sepertinya itu obat-obatan yang ia racik.

__ADS_1


tiiiiiiii...tiiiiiii.....tiiiii


tiba-tiba alat yang ditubuh khz memberi alarm, baru saja dokter membersihkan seluruh plasenta di rahim Khz, Tubuh Khz bergerak cepat kejang dan membuat Khalid berlari menuju Khz, " Sayang.... ada apa ini,? dokter.... Khz mengalami kejang kejang, periksa tensinya..!" layar menunjukan 230/80 Khz mengalami kejang dan pendarahan hebat.


Dokter arya langsung menyuntikkan salah satu cairan ke dalam infus Khz, seakan tau ini akan terjadi, dokter arya datang di saat yang tepat. Khz mulai tenang kembali, obat itu benar-benar bereaksi ditubuh Khz, " Atasi dulu pendarahannya, tutup semua pembuluh darah yang pecah,! dokter Arya benar-benar cekatan menangani hal ini. tensi Khz pun mengalami penurunan 160/90.


Khalid merasa nyawanya hampir terlepas. ia tak bisa berkata apa- apa lagi. Sudah cukup, rasanya ia ingin dirinya saja yang berada di posisi ini, biarlah nyawanya yang terancam bukan orang-orang yang ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2