My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Ingatan yang kembali


__ADS_3

Khalid benar-benar merasa hancur, terkadang manusia ditempatkan pada kebencian hingga melupakan kebaikan. Ia tak bisa berkata apa-apa, andai saja waktu pertama kali mengetahui Khz masih hidup ia langsung menanyakan alasan kepergiannya, andai saja ia terlebih dahulu menemui Khz bukan malah menyekapnya mungkin saat ini Khz akan baik-baik saja, "Bodohnya aku.. arghkkkkkk" Khalid memukul meja kerja hingga tangannya mengeluarkan darah segar, ia tak merasakan sakit apapun, satu-satunya rasa sakit yang ia rasakan adalah melihat orang yang ia cintai sepenuh hati di ambang kematian.


tok..tok..


"permisi tuan, maaf saya mengganggu." Soon ji melihat tangan Khalid berlumuran darah segar, tapi ia tahu bukan obat yang dibutuhkan tuannya, melainkan kesembuhan Khz.


"Masuk Soon ji, ada apa?"


"Saya rasa saat ini yang dibutuhkan nona Khz adalah dokter Arya tuan, dokter Arya yang paling tau seluk beluk tubuh nona tuan, saat ini kita tidak hanya berhadapan dengan penyakit nona, kita juga sedang berperang dengan waktu, setiap detik penyakit yang di derita nona semakin parah, dari pada kita harus mempelajari dari awal tindakan apa yang harus kita ambil, ada baiknya dokter Arya yang merawat nona, ini akan menghemat waktu."


"Apa dia bisa kita percaya?"


"Nona Khz bukan orang sembarangan tuan, ia orang penting dalam dunia medis, ia adalah aset tuan."


"Kau benar Soon ji, bawa dia kesini. berikan apapun yang ia butuhkan untuk merawat Khz,"


"Baik tuan, segera saya lakukan."


°°°


Soon Ji langsung mendatangi kediaman dokter Arya dan ia tepat datang saat dokter Arya baru saja pulang dari laboratorium penelitian, di depan halaman rumah Dokter Arya,, Soon ji mencegat Dokter Arya "Permisi dokter Arya, ada urusan yang harus anda selesai kan, ini terkait dengan Nona Khz."

__ADS_1


"Khz.... maksudnya? saya kurang mengerti."


"Silahkan masuk tuan, kita bisa bicarakan dalam perjalanan." Soon ji mempersilahkan Dokter Arya masuk dalam mobil mewah Khalid dan langsung menuju kediaman Khalid.


"Begini dokter, ini ada laporan medis nona Khz saat ini, anda bisa melihat kondisi terakhir nona Khz, kami butuh bantuan anda sekali lagi."


"Kondisi Khz saat ini? maksud anda? tunggu saya baru ingat, anda Assisten pribadinya Khalid kan?"


"Benar tuan, saya Soon Ji assisten pribadi tuan Khalid, kita pernah bertemu saat merawat nona Khz pasca oprasi melahirkan."


Dokter Arya langsung melihat laporan medis Khz, " Khz masih hidup? benar? apa maksudnya disini tertulis saat ini Khz mengidap cancer otak stadium lanjut? Tubuh Khz sebelumnya sehat, tak ada terindetifikasi cancer, tidak mungkin kecelakaan di toko bunga waktu itu, tunggu... apa ini perbuatan Khalid, ia memalsukan kematian Khz?"


"Saya rasa anda benar dokter, anda benar-benar cepat memahami situasi."


"Maaf dokter, saya rasa ia hanya mencontoh perbuatan yang anda lakukan padanya dulu."


"Ia sama sekali tidak tau apa-apa, kau dan dia akan menyesal,! Percakapan mereka terhenti saat sudah memasuki pekarangan kediaman Khalid, Dokter Arya langsung menuju ruangan perawatan Khz, lagi-lagi dokter Arya mengetahui seluk beluk kediaman Khalid.


Saat berada tepat di ruangan perawatan Khz, dokter Arya bertemu dengan Khalid yang tampak rapuh, ia berdiri dibalik kaca besar pembatas, ia tak berdaya melihat tubuh Khz kesakitan saat ini,


"Buka pintu ini.. aku ingin melihat keadaan Khz, tak ada lagi gunanya kau mengurungnya, aku bisa pastikan, ia tak akan memiliki tenaga untuk keluar dari sini."

__ADS_1


Khalid tersadar ia langsung dengan spontan membuka kode pengaman pintu ruangan Khz.


Dokter Arya memeriksa Khz dengan baik, ia dengan piaway menggunakan peralatan canggih Khalid, ia menghela nafas panjang, dengan teliti Khalid memperhatikan gerak gerik dokter Arya tanpa sedikit pun ia mengeluarkan suara.


"Pindahkan ia kamar, lengkapi kamar itu dengan fasilitas kesehatan terbaik, berikan ia kamar disebelah kamar Kidz, disana cahaya dan angin yang masuk cukup baik, kau harus bangun hutan mini dengan air mancur kecil di taman yang mengarah ke kamar Khz, gunakan kekuasaan dan uang yang kau miliki untuk menyelamatkan wanita ini, saat ini dan seterusnya, kau cukup menggunakan akal sehat, tenaga dan kekuasaan, jika kau tidak tau apa-apa dengan akibat yang akan kau timbulkan, jangan pernah gunakan otak cerdas mu itu untuk menganiaya orang lain, mengerti?"


Khalid tak berdaya sama sekali untuk menjawab ucapan dokter Arya, tenaga nya telah terserap olah kenyataan pahit saat ini, sekarang bukan hanya kesehatan Kidz yang harus ia perjuangkan, tapi juga keselamatan Khz.


Saat dokter arya berlalu Khalid langsung menghubungi Soon Ji.


"Soon ji segera lakukan apa yang diminta dokter itu."


"Baik tuan, segera saya laksanakan"


Saat Khz sudah dipindahkan ke kamar perawatan nya, Dokter Arya datang memasang segala kebutuhan medis Khz, wanita malang itu terbangun, Ia membuka mata dan mendapati satu-satunya orang yang ia kenal, "guru, kau kah itu?"


"Khz maaf aku, aku benar-benar minta maaf, aku gagal menjagamu, setelah apa yang selama ini kau korbankan untukku, menjaga kau untuk baik-baik saja aku tak sanggup, maafkan aku."


Dokter Arya bersimpuh sambil memegang tangam Khz, ia benar-benar merasakan ketakutan luar biasa jika harus kehilangan Khz, semua hal ini adalah tanggung jawabnya, walaupun tidak sepenuhnya kesalahan dirinya, Khalid ikut ambil andil disini.


"Dari kecil kau sudah merawatku seperti anak kandung kau sendiri guru, tak akan terbalaskan oleh ku." Air mata Khz jatuh tak terasa hingga tangis mereka pun pecah, Dokter Arya benar-benar tak kuasa melihat kesakitan Khz.

__ADS_1


Khalid pun memperhatikan percakapan mereka di ruang cyber nya, ia memasang kamera pengawas terbaik yang memiliki visual jernih hingga bisa merekam percakapan mereka disana, walaupun saat ini Dokter Arya satu-satunya harapan, ia tetap tidak percaya sepenuhnya pada Dokter Arya.


__ADS_2