My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Sate kacang


__ADS_3

Setelah selesai menidurkan Khz Khalid kembali ke ruangannya, ia mulai berselancar di dunianya, Dunia Cyber adalah zona nyaman baginya setidaknya hingga saat ini.


ti...ti...ti..


Khalid terkejut melihat penanda alarm dari pemindai tubuh Khz, ia segera bangun dari kursinya dan berlari menuju kamar Khz, tim dokter sudah lebih dulu berkumpul di ruangan perawatan Khz, Tim medis, dokter kandungan dan tim herbalist dengan cekatan memeriksa organ vital Khz, baru beberapa menit Khalid berlalu dari sisi Khz ia malah mendapati sesuatu terjadi pada istrinya.


"Apa yang terjadi dokter, saya lihat pada layar monitor, ginjal Khz mengalami penurunan hingga 25%, bukan kah ini berbahaya?"


Belum terjawab pertanyaan Khalid, Khz terbangung dan mengalami muntah hebat.


"woekkk..woekkk woekk..."


Khalid yang tak pernah melihat Khz seperti ini, langsung dengan cepat menampung muntah Khz dengan kedua tangannya, tanpa ada perasaan jijik ia langsung memberi kode pada perawat untuk mengambil ember dan kain handuk kecil untuk mengelap keringat Khz yang bercucuran.


Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, Khz tersandar lemas di kepala tempat tidurnya, dengan cepat Khalid mengelap tepi bibir Khz dengan lembut, "Apa menyakitkan? maafkan aku... ini salahku, jika bukan karna ide gilaku semua ini tak akan terjadi," baru kali ini Khalid melihat Khz benar-benar kelelahan, karna selama masa kehamilannya Khz tak pernah mengalami, mual muntah atau ngidam sekali pun. melihat Khz muntah hebat dan lelah, hati Khalid benar-benar hancur.


"Sayang... bayi ini dan kamu adalah anugrah terindah yang aku miliki, rasanya hidup ku benar-benar berarti. sepertinya rencanamu berjalan sukses, kamu berhasil membuat ku mengenal betapa indahnya kehidupan." Khz tersenyum lembut sambil memeluk tubuh Khalid, ia tak peduli ada berpuluh-puluh pasang mata yang memperhatikan mereka, baginya saat ini, disamping Khalid adalah tempat ternyaman.


"Tuan, ginjal nyonya Khz mulai tak mampu menyaring racun di tubuhnya, ini sedikit membahayakan tubuh nyonya Khz, kami akan berusaha untuk menekan cairan yang masuk ketubuh Nyonya,"

__ADS_1


Jika bukan seluruh embrio yang di tanamkan oleh Khalid, mungkin ini akan menjadi kehamilan yang di idam idamkan Khz, ia begitu tersiksa, Preklamsia dalam kondisi hamil kembar 5 bukan hal yang mudah, setiap detik Khz harus berlawanan dengan maut. Hati Khalid hancur setiap kali mengingat hal ini.


Khalid membaringkan Khz di kasur yang ia atur dalam posisi setengah tidur, agar Khz nyaman dan Khalid menghidupkan disfusser dengan essensial oil yang ia racik. Sebelumnya Khz bisa tertidur pulas dengan aroma ini.


"Tuan, kita harus siap dengan segala kondisi, jika ginjal Nyonya Khz masih menjalani penurunan fungsi, kita harus segera menjalankan oprasi sesar."


"Aku percayakan segalanya padamu dokter" Khalid setengah menunduk karna mau tak mau ia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.


Malam itu Khalid memutuskan untuk berjaga semalam dikamar Khz,


Khz begitu terlihat menenangkan, meskipun dalam kondisi menahan rasa sakit. Aroma essensial oil yang diberikan Khalid sedikit membuat Khz tertidur, Khz terbangun pukul 01.00 dini hari, ia membuka mata dan melihat Khalid tengah asik bermain gadget di kursi sofa yang berada di samping kasur Khz.


"Sayang... kau butuh sesuatu?


lapar? mau minum?, atau cemilan."


"Aku ingin Sate Kacang yang di depan toko pecah belah di jalur utama pusat kota."


"Sate Kacang, apa dokter dan tim medis mengizinkannya? Khalid bingung mengingat kondisi Khz harus menjaga jumlah cairan yang diserap oleh tubuhnya,

__ADS_1


"Boleh yah, kali ini saja, bayi-bayi kita menginginkannya," Mata Khz seakan benar-benar membayangkan betapa ia menginginkan makanan itu ada dihadapannya saat ini.


"Baiklah, sedikit saja yah... aku akan meminta Soon ji membawakannya skrg," Khalid segera meraih handphonenya berniat hendak menghubungi Soon Ji. Tapi ditahan oleh Khz.


"Sayang, aku ingin makan disana, bole yah, sudah berapa bulan aku tidak pernah keluar, bole yah." pinta Khz sambil merengek menggengam ujung baju Khalid."


"Baiklah, mengingat ini adalah permintaan pertamamu, aku akan mengabulkannya tuan putri."


"Cup... muach.. terimakasih papa, sayang papa." Hati Khalid selalu menghangat setiap kali Khz berucap Sayang papa rasanya ia sudah tak sabar menanti kelahiran si kembar.


Khalid meminta bantuan pada perawat untuk menyiapkan segala keperluan Khz untuk keluar. Jaket hangat yang di beri stabilizer suhu oleh Khalid yang secara otomatis bisa mengatur suhu sesuai dengan tubuh khz, kaos kaki, sarung tangan, masker kesehatan grade A, dan Khalid menugaskan pada Soon ji untuk menempatkan ambulan dalam jarak dekat, mengingat Khz baru pertama kali keluar saat masa kehamilannya, ia tak ingin hal buruk terjadi saat di perjalanan nanti. Jarak antara pusat kota dengan rumah Khalid hanya 20 menit, tapi perlengkapan yg di aturkan Khalid benar-benar sempurna.


" Aku hanya ingin makan berdua, kenapa jadi riweh begini?" huhuuuuhhhhh


Ucap Khz dengan suara sendu, tapi terdengar jelas oleh Khalid, sambil tersenyum kecil Khalid berfikir Khz tak punya pilihan lain.


" Soon ji atur semua dengan baik, satu hal lagi, tempatkan tim cyber terbaik kita untuk memblokir setiap berita atau gambar yang mungkin tertangkap kamera, jangan biarkan satu hal pun lepas dan menjadi santapan Publik."


"Dengan senang hati tuan, saya akan memastikannya dengan baik."

__ADS_1


__ADS_2