
Shali kembali menatap wajah Kidz dengan wajah yang teduh dan penuh kesedihan, diwajahnya jelas ia tidak menyetujui nasib apa yang telah Kidz pilihkan dalam hidupnya.
"Seharusnya aku mampu melewati masa kecil dengan indah, seharusnya aku mampu merasakan indahnya memiliki sahabat seperti remaja pada umumnya."
"Pergi ketempat manapun yang aku inginkan, melihat dunia luar , menghabiskan sisa umur dengan begitu berarti."
"Tapi kau membuat keputusan sepihak tanpa pemberitahuan apapun. Apa kau pernah bertanya padaku? apakah aku ikhlas menjalani sisa hidupku untuk orang lain? apakah aku bisa menerima alasan kelahiran ku hanya untuk menjadi alasan kehidupan orang lain?"
"Jika aku memilih harus merasakan seluruh keasingan, kepahitan dan kesendirian selama ini. Aku lebih memilih seumur hidup menjadi perisai kehidupanmu, daripada menjalani kehidupan yang sia-sia selama ini."
Kidz terdiam sejenak dan menghela nafas panjang,
"jadi kau memutuskan untuk menggunakan kemampuan mu Shali?"
"Aku tahu bagimu ini hal yang mudah, meningkatkan kemampuanmu kapan saja pada saat aku lemah atau lengah kepadamu." Kidz mengerti rasa keputusasaan yang Shali rasakan.
"Tapi percayalah aku hanya ingin yang terbaik, untukmu untuk orang tuaku, dan untuk kita semua."
"Bagimu kami ini lemah Kidz? sehingga kau harus berperan sebagai superhero sendirian?"
"Bukan..bukan itu maksud ku."
"Kau tahu Kidz kami semua kuat karena kami punya cara tersendiri untuk menjalani hidup, kami punya alasan masing-masing kenapa kami harus di lahirkan ke dunia ini."
"Sementara kau dengan sombongnya merasa kau yang paling bertanggung jawab atas semua keadaan ini, tanpa kau sadari kau telah menciptakan kekacauan besar hingga kau memelihara makhluk yang mengerikan di fikiranmu."
"Makhluk mengerikan? di fikiranku? maksudmu? aku tidak mengerti."
"Kau dengarkan aku baik-baik Kidz, Makhluk yang selama ini menggangu di hidup mu, makhluk yang selama ini ingin kau jauhkan dari kami bahkan dengan alasan ini kau tidak mengizinkan kami untuk ada dihidupmu sesungguhnya berasal dari dalam dirimu sendiri, makhluk ini hidup dalam fikiranmu menjadi sebuah ketakutan besar."
"Apa maksud ucapanmu? mana mungkin monster mengerikan itu berada dalam diriku?"
"Kidz.. kau ingat ketika Monster itu memberikan pilihan sulit kepada kita? Monster itu memaksa kita mempertaruhkan hidup untuk memilih apa yg berada dibalik benda itu?"
__ADS_1
"Lalu?" Jawab Kidz dengan penuh rasa ketidakpahaman
"Saat aku mendesak kau untuk menjawabnya, spontan kau menjawab air bukan? padahal kau sama sekali tidak tahu benda apa yg berada di balik cangkang itu."
"Shali... itu hanya kebetulan semata, aku masih merasakan kegilaanmu saat kau menyudutkan ku saat itu."
"Tidak Kidz, itu bukan kebetulan. itu adalah buah dari pikiranmu, semua yg terjadi saat itu adalah kenyataan yang kau hadirkan dalam fikiranmu."
"Kau benar-benar tidak waras Shali. Kau membuang-buang waktu ku untuk mendengarkan penjelasanmu yang tidak masuk akal ini."
Kidz selangkah maju untuk pergi dari ruangan itu dan berniat kembali ke ruangan rahasianya.
Dengan cepat Shali menghentikan langkah Kidz, "Kidz kau ingat kenapa kita bisa keluar dari lembah jurang kematian itu?"
Kidz terdiam sejenak sambil mengingat kejadian itu.
"Lompatan itu .. aku ingat kau sengaja melompat ke jurang yang telah dipenuhi oleh lautan air."
"Benar Kidz, karena itulah kita bisa selamat."
"Saat aku menyadari satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan kita saat itu adalah dengan cara menghancurkan rasa kecemasanmu. Disaat kau merasa kau sudah kalah dan menyerah, disaat itu lah kita kembali ke dunia nyata."
"Karena itulah kau mampu menebak apa yang ada dibalik cangkang itu karena memang apapun yang kau fikirkan akan menjadi kenyataan dalam duniamu."
"Bukankah kau tahu Kidz, selama ini kau menyadari bahwa hanya monster itu yang tahu kelemahanmu."
"Karena memang selama ini fikiranmu lah yang membuat ruang untuk Monster itu bersarang."
"Tidak...tidak mungkin. Itu artinya selama ini akulah sumber bahaya dalam keluargaku sendiri?"
Kidz langsung terdiam dan terduduk lemah, Shali membawanya kembali ke ruang rahasia dimana seluruh orang tengah menunggu mereka.
Inilah salah satu kemampuan Shali, ia mampu berteleportasi kemanapun bahkan ke masa lalu.
__ADS_1
"Kidz, Shali apa semua baik-baik saja?"
Dokter Arya dengan cepat merangkul Kidz dan memapahnya ke kursi.
"Kidz hanya terkejut kakek menerima kenyataan, Shali rasa perlahan ia mampu membenahi fikirannya."
"Baiklah, sekarang saya rasa sebaiknya kita beri waktu Kidz untuk istirahat." Khalid merasa anaknya benar-benar butuh waktu untuk menenangkan diri.
"Benar mari kita biarkan Kidz istirahat." Dokter arya dibantu oleh Khalid dengan lembut memapah Kidz untuk kembali ke kamarnya.
Diikuti oleh seluruh anggota keluarga lainnya, Shali pun berjalan paling akhir mengikuti langkah mereka.
Saat melewati koridor ruangan itu Shali mengubah tampilan ruangan rahasia Kidz menjadi taman yang indah yg dihiasi oleh bunga-bunga dan burung yang berkicau.
Sesampainya di ujung pintu rahasia Kidz, Shali dengan mudah mengunci ruangan itu dan mengubahnya menjadi dinding polos biasa.
Ia ingin hanya ia yang mampu membuka ruangan ini, tidak ada yang bisa masuk tanpa izinnya termasuk Kidz.
°
°
°
°
°
°
°
Wah.... kejutan yang luar biasa bukan...
__ADS_1
selamat menikmati.