My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Genggaman sang penguasa


__ADS_3

"Ketika diri tidak membutuhkan apapun, tidak butuh bernafas, tidak butuh kehidupan, tidak butuh harapan, tidak butuh keadaan, hanya mampu bertahan. Apa ini yang di namakan Ikhlas Tuhan?"


"Entah sisi mana dari tubuhku yang lelah berharap, entah itu hati, entah itu fikiran, entah itu langkah. Hidup ku seakan tak mempunyai ruang. Misteri keindahan yang di harapkan,.bolehkah ia berhenti sejenak?"


Khz hanyut dalam fikirannya. Perasaannya yang perlahan mulai dikikis keputusasaan, tapi entah mengapa ia merasa hatinya masih di genggam oleh pemilik Keabadian.


Ia menyaksikan sendiri lelaki yang selama ini menjadi sumber kekuatannya mulai tergantung dengan keadaan rasa bersalah.


Mona memposisikan dirinya sebagai pengambil hak atas perjanjian yang ia sepakati dengan Khz. Walaupun Mona tidak secara langsung menuntut kemenangannya atas kehilangan Khalisa, dengan membuat Khalid tetap berada di sampingnya saja itu sudah memberikan bendera kemenangan.


"Khz.. biarkan waktu sedikit berleluasa dengan keadaan, bukankah Kidz juga membutuhkan ibunya. Jadilah sekuat badai Khz, ia hadir walaupun tak satu pun yang menginginkannya. Dan mengalirlah seperti udara, tanpa terlihat tetap dirasakan. Aku tau nanti kau akan mengerti maksud ucapanku"


"Baik guru, aku akan mencoba untuk mengerti."


"Aku menyiapkan vitamin untuk Khalid, ia sering terjaga karena merawat Mona, tolong berikan dalam sarapannya setiap pagi.


"Baik guru.. hmm guru bolehkan aku meminta sesuatu?"


"Tentu saja boleh, apa itu?"


Khz langsung berlari dalam pelukan dokter Arya.


"Jangan balas pelukanku guru, tetap lah seperti ini, aku hanya ingin meyakinkan diriku bahwa aku masih memiliki tempat sandaran."


"Selalu sayang.. kau adalah anak perempuan ku.


kau adalah gadis kecilku, kau ILunga di hidupku.


"Terimakasih guru, aku bahagia diberkahi untuk mengenalmu."


°°°


"Hati ini utuh saat awal pertemuan, Mengkilap dan bercahaya.


Mungkin saat dikianati hampir separuh hati ini hancur berkeping.

__ADS_1


Tapi bukannya meminta untuk mengembalikan hatinya. Ia malah mengubah dirinya untuk cukup dalam menggunakan hatinya.


Saat ini ia bertahan dengan setengah bongkahan yang retak.


bedakah hati ku dengan hati wanita lain?., Jika wanita bisa membolak balikkan hatinya untuk kebahagiaannya. Hatiku sudah terbiasa terkikis karena tak sanggup bertahan."


hampir 6 bulan Khz bertahan dalam situasi ini, ia fokus merawat dan melihat pertumbuhan Kidz, walaupun Kidz ditakdirkan dengan segala keterbatasan tapi bagi Khz setiap hari melihat senyumnya saja sudah kebagian luar biasa.


sesekali ia bolak balik dengan pesawat pribadi untuk melihat si kembar. Dokter Arya setia menemani hari-hari Khz.


"Apa kau sudah membicarakan dengan Khalid untuk kembali ke negara S? aku rasa sudah cukup urusan disini."


"Tidak guru, bukankah kau masih melanjutkan program untuk Kidz? Aku mengalah untuk Khalid tapi tidak untuk Kidz."


"Tapi si kembar membutuhkan mu disana."


"Guru.. apa kau setuju jika aku membawa si kembar kesini? disini mereka bisa terawasi dengan baik oleh ku, program Kidz juga terus berjalan. Aku hanya tidak ingin disaat saudara yang lain nya belajar berlari. Kidz hanya terdiam dan tak bisa meraih apapun dengan tangan dan kakinya.


"Itu ide baik, coba bicarakan ini dengan Khalid, jika ia setuju utus Soon Ji untuk mengurus nya."


"Baik guru."


°°°


"Khalid bolehkan aku bicara denganmu? ada hal penting yang aku ingin bicarakan." Khz mengucap sendu melihat begitu manjanya Mona merangkul Khalid, dalam hatinya ia terasa dihujam ribuan jarum kecil yang hampir tidak terlihat tapi begitu terasa.


Mona melepas genggaman tanganya di lengan Khalid, "Baiklah sayang aku menunggumu di meja makan, kita makan bersama yah. Aku akan menyiapkan segalanya."


"Sayang... kalimat itu sudah lama tak terdengar di hidupku Khalid." Air mata Khz hampir tak tertahankan.


"Aku ingin menjemput anak-anakku untuk tinggal disini, mereka membutuhkan salah satu orang tuanya." Ucapan singkat Khz terasa begitu tajam dan penuh makna.


"Baik lah, aku mengerti. Aku akan mengutus Soon Ji untuk mengurus segalanya. Apa kau membutuhkan yang lainnya?


"Tidak.. hanya itu." Khz tidak kuasa berlama-lama untuk berada berhadapan dengan Khalid. Ia langsung berlalu dan pergi.

__ADS_1


°°°°


Hari-hari yang di tunggu Khz tiba. Si kembar datang dengan selamat di kediaman mereka. Butuh waktu 2 pekan untuk menyiapkan segalanya mulai dari kamar dan kebutuhan lainnya.


Soon Ji masuk ke dalam kediaman mereka diiringi dengan ke4 si kembar yang di gendong oleh masing-masing suster pengasuhnya.


"Selamat datang kesayangan mama, hmmm mama merindukan kalian. sekarang kita tak akan terpisah lagi. Mari sus saya tunjukan kamar si kembar."


Kamar si kembar diletakkan satu ruangan besar yang didalamnya di lengkapi dengan fasilitas terbaik.


Karena Kidz dalam pantauan dan harus berada di kamar Khusus maka si kembar harus dipisahkan dari mereka.


Sudah hampir 1 jam si kembar tiba di kediaman Khalid, tapi Khalid masih belum menampakkan dirinya.


"Aku tidak butuh kebiasaan mu di sampingku, karna kesendirian telah jauh lama menemaniku. Tapi buah dari perjuanganku membutuhkan keberadaanmu."


Khz benar tak menyangka jika anak-anaknya hanya mendapat jam giliran perhatian dari orang tua mereka. Dulu ketika keadaan memaksanya untuk pergi, selama itu pula bayi-bayinya tak merasakan keberadaan dirinya kini keadaan kembali memaksa untuk merenggut perhatian ayahnya.


"Tidak bisakah Tuhan,? rasa kehilangan ku dahulu tanpa kehadiran orang tua terbalaskan pada kebahagian anak-anakku. Timpakan seluruh kebahagian yg aku harapkan dahulu pada mereka saat ini. Jangan setengah-setengah."


°°°°


Malam hari setelah menidurkan si kembar, Khz berniat menemui Khalid di kamar Mona, karna biasanya jam segini Khz selalu melihat Khalid menemani Mona.


Tapi Khz sama sekali tak menemukan Khalid, termasuk Mona. "Mungkin mereka sedang pergi keluar, sudahlah... "


Tiba-tiba Khz melihat diatas meja kecil di sebelah tempat tidur Mona, Khz menemukan obat-obatan dan 4 jarum suntik. Ia tertegun memandang obat-obatan yang cukup banyak. " Apa ini vitamin-vitamin Mona? kenapa aku tidak tahu jika dia mengkonsumsi obat sebanyak ini, Khz membuka tutup obatnya dan mulai mencium untuk mengetahui obat jenis apa itu, tentu saja keahlian Khz dalam mengetahui komposisi obat masih sangat baik.


Ia merasa tidak asing dengan obat-obatan ini, setelah cukup lama meyakinkan, "aku tidak mungkin salah. Ya Tuhan kenapa obat ini bisa berada di kamar Mona? ada apa ini sebenarnya?"


Khz langsung menelpon Dokter Arya, "Guru ada hal penting yang aku ingin bicarakan padamu."


"Baiklah Khz, aku di laboratorium. Kau boleh kesini."


Khz langsung menuju Laboratorium Dokter Arya yang terletak di ruangan Khusus yang di buat Khalid untuk kebutuhan medis Kidz.

__ADS_1


Ruangan itu berada disamping rumah utama, yang masih menyatu dengan dinding rumah utama.


Khalid sengaja mendesain ruangan itu dengan kaca yang meredam radiasi, karena ruangan ini dipenuhi dengan peralatan canggih. Ini akan sangat aman untuk Kidz, jika harus keluar masuk ruangan ini.


__ADS_2