My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Membenci masa lalu


__ADS_3

Shali mengikuti percakapan dari mereka. Ia masuk lebih jauh dalam masa lalu Ren. Ternyata Ren yang paling peka dengan Kondisi Kidz. Setiap ada hal yang menyangkut dengan Kidz Ren lah yang paling bisa merasakan.


Karena itu, memang hal yang tepat jika Shali ingin mencari kebenaran tentang kemampuan yang ia anggap sebagai kekurangnnya.


Disana ia melihat Bibi Mona datang, dan merasa terkejut atas kehadiran mereka. Shali merasa ada yang aneh dengan pertemuan ini. Kenapa Dokter Arya selalu ada dalam pertemuan keluarga mereka.


Saat ia memperhatikan penjelasan dokter Arya ia dibuat kembali terkejut dengan perkataan dokter Arya yang mengatakan bahwa ia terlahir dari proses bayi tabung dan dalam kondisi Ibunya mengalami Koma.


"Program otak buatan, ibu di bawa ke laboratorium rahasia? Aku bingung sekali."


"Apa kau mengalami masalah disana Shali?"Ren tetap memantau agar Shali berada di waktu yang tepat.


"Tidak aku baik-baik saja."


Shali memperhatikan lebih seksama percakapan dokter Arya dengan keluarga Ren.


Dokter Arya menjelaskan bahwa, bayi kecil yang berada di ruangan itu bisa menjadi kunci kesembuhan bagi Kidz. Ia memiliki kemampuan telepati penguasaan fikiran yang besar.


Bayi ini akan menjadi alat penggerak yang merangsang syaraf motorik kasar Kidz untuk mampu bekerja dengan baik.


"Oh tidak .... berarti selama ini akulah yang menjadi alasan untuk kesembuhan anak laki-laki itu. Karen itu ia selalu masuk dalam fikiranku dan mengatur kemampuan ku."


"Tanpa aku.. lelaki itu hanya lelaki lemah tak berdaya. setelah ia tak membutuhkanku lalu ia berusaha untuk membuangku menjauh dari hidupnya. Karena itu ia tidak perna memberikan penjelasan apapun tentang dirinya. Karena ia hanya ingin membuat dirinya tetap baik-baik saja dengan kemampuan yang aku berikan. Dasar laki-laki egois."


Shali begitu marah ketika mengetahui kenyataan ternyata ia lah yang berjasa untuk proses penyembuhan Kidz. Sementara Kidz selalu berbuat sesukanya dan menghalangi kemampuannya untuk berkembang.


Kidz selalu membuat fikiran Ren hanya bisa membaca masa lalu dan terkadang terperangkap di masa depan yang semu.


Ia begitu emosi dan tidak melanjutkan aktifitasnya. Ia melepaskan tangan Ren dan pergi keluar dari kamar.


Ia berniat meminta penjelasan langsung dari Kidz. Tapi Ren bingung melihat reaksi Shali.


"Shali tunggu... kau mau kemana, Shali... ada apa ini? Kau kenapa?"


Shali tetap berlari menuju kamar Kidz. Ia sudah tidak bisa menahan seluruh amarahnya. Ia langsung masuk tanpa permisi ke kamar Kidz.


"Dimana manusia egois itu?"


Saat akan mencari keluar kamar ia merasakan energi kuat menariknya masuk kembali ke kamar. Saat ia menyentuh meja kecil di samping tempat tidur Kidz.


Ia langsung menggeser meja itu, dan berniat menyentuh dinding itu.


"Shali aku mohon... jangan lakukan itu. Keluar dari sini. Kidz akan sangat marah jika ada yang masuk ke kamarnya tanpa izin."

__ADS_1


"Selama belasan tahun ia masuk dalam fikiranku tanpa izin. Apa aku tidak berhak marah?"


"Aku mengerti Shali, tapi kita bisa bicarakan padanya lain kali, tidak hari ini."


Ren yakin Kidz sedang berada di dalam ruangan rahasianya.


Shali tidak mengindahkan perkataan Ren. Ia langsung menekan dinding tersebut. Dan pintu rahasia itu terbuka.


Shali langsung masuk diikuti oleh Ren. Ren berusaha mengejar Shali dan menahan tangannya.


"Ini akan sangat membahayakan dirimu Shali. Kidz sudah memperingatkan ku."


Tatapan mata Shali penuh amarah. Ia melepaskan tangan Ren dan langsung berlari menyusuri lorong mencari keberadaan Kidz.


sampai di ujung lorong ia melihat Kidz berada dalam ruangan yang dilapisi oleh kaca di sekitarnya. Ruangan yang mendominasi putih itu terlihat seperti lingkaran demi lingkaran yang saling terhubung.


Shali menyentuh kaca tersebut dan terbuka secara otomatis. Kidz benar-benar terkejut melihat kedatangan Shali yang diikuti oleh Ren.


Kidz menatap tajam kearah Shali. Ia berbicara dalam fikiran Shali. "Apa yang kau lakukan? kau tahu ini bukan hal baik bagimu."


"Kau bilang ini bukan hal baik? bukankah kau mendapatkan kelebihanmu dari kebaikan ku?"


"Manusia egois sepertimu mana pernah mengerti soal kebaikan. Kau menggunakan otak dan kemampuan mu dengan menyerap kemampuanku untuk menguasai dunia. Sementara aku terkurung di suatu tempat yang tidak aku ketahui."


Kidz menyadari jika Shali melihat masa lalu Ren.


"Ayolah Shali aku mohon jangan mempersulit keadaan. Ini demi kebaikanmu."


"Lepaskan aku Ren."


"Tidak kita harus keluar dari sini."


"Lepaskan aku...." Seketika Ren terdorong cukup kuat dan terlempar hingga tubuhnya terlontar mengenai dinding kaca."


"Ren... kau baik-baik saja?" Kidz sudah habis kesabaran.


Shali tidak bisa mengontrol dirinya dan membuat fikirannya tidak terkendali. Ia berusaha menghancurkan ruangan Kidz untuk melepaskan amarahnya.


Cahaya diruangan Kidz ikut terserap oleh energinya.


Kidz tidak tinggal diam. Ia menguasai fikiran dan tubuh Shali dan menarik Shali kedalam lingkaran dengan paksa. Ia membawa Shali ke dalam dimensi nya dan mengurung Shali disana.


Tiba-tiba Shali melayang diantara lingkaran cahaya Kidz. Dengan segera Kidz menolong Rennuy.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik... tapi bagaimana dengan Shali. Apa dia baik?"


"Ini yang aku takutkan.. jika ia terus berada di dekat ku. Maka energi yang kita miliki bisa menciptakan gelombang kuat. Shali sudah menggunakan 15 persen dari otaknya. Ia bisa menguasai benda-benda di sekitarnya."


"Aku membawanya dalam dimensiku. Untuk menenangkanya sementara ia aman."


"Kita harus memikirkan cara untuk membawanya pergi dari sini."


"Jadi kau juga memiliki kemampuan yang sama dengan Shali. Karena itu kau menutup diri dari dunia luar?"


"Aku sudah terbiasa melatih emosiku agar aku mampu beradaptasi dengan orang lain."


"Aku takut jika Shali semakin memakai kapasitas otaknya secara keseluruhan itu akan melenyapkan dirinya secara perlahan. Kekuatan besar harus memberi keseimbang yang cukup. Itu adalah kodrat alam."


"Karena itu kau menguncinya di masa lalu. Agar otak Shali terkurung pada satu dimensi yang sama."


"Benar... agar aku dan dia tidak saling terhubung. Aku hanya akan muncul saat dia dalam bahaya."


"Shali sudah salah paham Kidz."


"Aku tahu. tapi itu tidak penting sekarang yang terpenting ia harus pergi sejauh mungkin."


"Kita bawa dia dalam kondisi seperti ini. Bukankah ini lebih mudah?"


"Energi lingkaran yang aku ciptakan ini berguna untuk menetralkan energi Shali. Ia bisa tertahan jika ia masih terhubung dengan energi lingkaran ini. Jika ia kita bawa secara otomatis ia akan sadar dan kembali ke dimensi nyata."


"Kau benar... lalu apa yang harus kita lakukan."


"Jalan satu-satunya kita harus minta bantuan Kakek."


Kidz tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan dokter Arya.


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


Pembaca setia author jangan bosen dulu yah. Chapter ini agak sedikit rumit karena hubungan masa lalu dengan masa depan bukanlah hal mudah untuk diungkapkan. Jadi tetap setia sama realStoryKidz yah.


__ADS_2