My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Keluar dari Jebakan


__ADS_3

Kidz terdiam sejenak, ia membuka mata dan melihat sekeliling dalam keadaan masih setengah sadar


"dimana aku?"


pertanyaan Kidz sontak membuat orang-orang yg berada di sekelilingnya mendekat dan langsung menghampirinya.


"Kidz kau baik-baik saja sayang?"


"Apa ada yang sakit?"


"Apa Kau pusing? atau ingin sesuatu nak?"


Kecemasan Khz memuncak saat melihat Kidz hanya diam tak menjawab.


Mata Kidz hanya mencari sosok yang belum ia temukan, siapa lagi kalau bukan Shali.


"Dimana dia?"


"Siapa sayang? Kau menginginkan sesuatu nak?"


Khz bingung apa yang harus ia lakukan pada Kidz, anak yang selama ini ia anggap lemah ternyata menyimpan seribu misteri. Seketika ia merasa begitu asing dihadapan Kidz.


Kidz bangun dan berusaha mencari celah agar ia mampu meluaskan pandangannya. Tetap saja ia tidak menemukan sosok yang ia cari.


"Apa kau mencariku Kidz?"


sontak seluruh pandangan tertuju pada Shali.


Kidz langsung berjalan dan menggenggam pergelangan tangan Shali dengan kuat.


"Apa yang kau lakukan wanita aneh?"


"Apa seluruh isi ruangan ini juga hasil perbuatanmu? apa kau ingin bermain imajinasi dengan ku hah?"


"imajinasi? dasar manusia aneh, aku kira ia benar-benar pintar.hahaha"


"Kidz kau terlalu lama bersembunyi dalam imajinasimu, hingga kau tidak mampu membedakan mana dunia nyata mana dunia mu."


Seluruh isi ruangan kebingungan mencerna ucapan Shali.


Tentu saja semenjak Kidz dan Shali kembali mereka belum sempat untuk mengintrogasi Shali dan Kidz tentang kejadian yang telah terjadi.

__ADS_1


Mereka fokus dengan kondisi Kidz saat ini, Terlebih Khalid ia benar-benar tegang melihat anaknya terbaring sementara ia tidak mampu melakukan apapun.


"Kidz jangan terlalu lelah nak., kau harus istirahat dulu. Kita bisa bicarakan ini nanti setelah kondisimu stabil."


Khz merangkul pergelangan tangan Kidz dan berusaha menenangkan Kidz yang semakin terlihat gusar.


Dengan cepat kidz melepaskan tangan Khz, wajahnya benar-benar menunjukkan kehati-hatian. Ia seperti merasa terancam dengan seluruh orang-orang yang ada disekitarnya saat ini.


Ia kembali melihat keseluruh sudut ruangan, ia tahu saat ini ruangan ini memang ruangan rahasia yang selalu ia gunakan. Tapi melihat seluruh kejadian yang telah ia alami. Ia merasa kalau apapun bisa terjadi dan mengancam nyawa keluarganya.


Shali langsung menangkap ketidak nyamanan Kidz,


"Dasar laki-laki bodoh, selama ini kau mampu mengatur fikiran dan hidupku, sementara untuk menyadari fikiranmu saja kau tidak mampu. Ha.. ha...ha..."


Melihat Shali tertawa seperti itu kemarahan Kidz semakin memuncak.


"Kau.. aku tahu itu adalah kau., Monster biadap.!"


Kidz langsung berlari kearah Shali dan berusaha menyakiti Shali dengan sekuat tenaga. Ia menekan leher Shali sekuat tenaga hingga Shali tidak mampu menghindar dan sulit bernafas.


"Kidz hentikan.. stopp kau menyakiti anakku."


"Kidz tenanglah, Kidz mama mohon tenanglah."


Khz benar-benar ketakukan melihat sikap Kidz yang di luar kendali.


Dengan bantuan seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu Kidz mampu di kondisikan. Tapi tatapan matanya masih tidak melepaskan Shali, Kidz terpaksa harus di pegang oleh Khalid, Soon Ji dan dokter Arya.


"arghhh...huk..hukk.hukk kau hampir membunuhku Kidz, arghhh dasar manusia tidak tahu terima kasih."


"Manusia tidak waras. arghhh..."


nafas Shali tersenggal-senggal.


Khalisa langsung merangkul Shali ia benar-benar takut jika Kidz kembali menyerang Shali dengan membabi buta.


"Tidak apa-apa ibu., bibi aku baik-baik saja, manusia aneh ini perlu disadarkan."


Shali mendekat kehadapan Kidz dan memberi kode pada Ayahnya nya dan Khalid untuk melepaskan Kidz.


Soon Ji dan Khalid pun melihat ke arah dokter Arya untuk meyakinkan apakah Kidz aman jika dilepaskan dari genggaman mereka yang berjarak terlalu dekat dengan Shali.

__ADS_1


Dokter Arya pun menganggukkan kepalanya meyakinkan bahwa Shali mampu menyelesaikan permasalahan ini.


Perlahan Shali menatap wajah Kidz dan menyentuh kedua tangan Kidz.


Mereka terdiam sejenak, dan tiba-tiba ruangan disekitar mereka perlahan berubah menjadi hangat dan cerah, Shali membawa Kidz kesebuah tempat dimana ia dan kidz pertama kali bertemu.


Ruangan itu berubah menjadi ruangan dimana puluhan tahun lalu Kidz masih terbaring lemah dan Shali dibawa oleh orang tuanya bertemu dengan Kidz. Mereka sekilas terlihat seperti sedang menonton masa lalu mereka sendiri.


"Kau ingat Kidz disini kita pertama kali berkomunikasi. Kau ingat disini aku masih menjadi diriku sendiri. Aku masih merasakan kehangatan seorang ayah, keluarga yang lengkap."


"Disini juga pertama kali aku menyadari alasan aku terlahir kedunia ini adalah untuk menjadi pelindungmu."


Sejenak Kidz melihat dan menatap Shali, ia masih kebingungan dan berusaha mencerna maksud dari ucapan Shali."


"Tapi apa yang kau lakukan? kau mengambil keputusan sepihak, kau berusaha mengingkari kehadiran ku dengan alasan kau tidak ingin menyakiti siapapun."


"Kau memblokade hidupku selama ini, kau memonopoli nafasku., gerakku, orang tua ku. Tanpa kau berusaha bertanya apakah aku setuju? apakah aku mau?"


" Kau lupa Kidz., terkadang seseorang lahir kedunia bukan hanya untuk menentukan jalan hidupnya. Tapi juga untuk menerima alasan kehidupannya."


"Kau dengan egois mengurung dirimu dari keluarga mu, kau habiskan seluruh hidupmu untuk menciptakan benteng yang kau sendiri tidak mampu lewati."


"Apa maksudmu?"


Kidz semakin bingung.


"Kau lupa satu hal Kidz, jika sesuatu tidak ditakdirkan untukmu sekuat apapun kau mencoba kau tidak akan mendapatkannya tetapi jika itu ditakdirkan untukmu maka sekuat apapun menjauh kau tidak akan mampu menghindarinya. Karna takdirmu tidak akan pernah melewati ketentuannya."


°


°


°


°


°


°


Penasaran kan... jangan tanya yah kenapa penuh prahara? karna kepintar Kidz dan kebodohannya tidak berbanding terbalik yah. hahaha

__ADS_1


__ADS_2