
Dokter Arya memanggil Khz keruangannya, "KHz segera ke labor sekarang.!"
Karena latar belakang Khz dan dokter Arya sama, jadi dimana pun Khz berada Khalid selalu memberi fasilitas laboratorium lengkap dirumahnya.
Dokter Arya juga diperbolehkan leluasa untuk menggunakan fasilitas itu apalagi demi kepentingan Kidz.
Dimata hukum memang seluruh aset kekayaan Khalid adalah miliknya sepenuhnya. Tapi apa yang Khalid miliki bersumber dari Dokter Arya. Jadi ya sudah seharusnya Dokter Arya leluasa untuk menggunakannya.
"Ada apa guru? Apa ini soal Kidz?"
"Kau lihat ini, ini yang aku takutkan."
Dokter Arya memperlihatkan hasil CT scan otak Alesha, Selama 1 tahun belakangan ini ia meneliti alasan dibalik kemampuan Alesha.
"Kelebihan yang dimiliki Alesha bukan terjadi tanpa sebab, ini bukan terjadi begitu saja. Kemampuannya yang selalu bisa mengendalikan fikiran orang lain mulai memacu timbulnya rilex otaknya yang bisa menyebabkan hilangannya kesadaran.
Karena saat otak buatan ditanam kita mengelabui otak bawaan untuk berhenti berfungsi."
Dokter Arya memperlihatkan otak anak seusia Alesha seharusnya dan kondisi otak Alesha saat ini.
"Jika ini di lanjutkan maka otak Alesha akan mengganti posisinya dalam kondisi rilex Karena otaknya memberi perintah untuk lebih aman." Dokter Arya berusaha menjelaskan pada Khz
"Maksud guru, jika Alesha tetap menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan fikiran, otaknya akan menyerupai otak bawaan Khalisa saat ia hamil?"
"Benar... ini akan membahayakan Alesha. Karena saat ia di dalam rahim Khalisa ia berada dalam 2 kendali penuh."
"Ini mustahil guru, Jika Kidz tetap berada di samping Alesha secara tidak langsung Kidz menggunakan kemampuan Alesha, dan ini bisa membayakan Alesha."
"Ya Tuhan, jangan beri aku pilihan ini.
Guru aku baru saja menjadi ibu yang paling beruntung di dunia. semua anak-anakku tumbuh dengan baik. Aku mohon Kidz masih membutuhkan Alesha, setidaknya sampai Kidz bisa berjalan dan otaknya berkembang dengan baik, Jika Alesha berhenti sekarang selamanya Kidz akan duduk di kursi roda. Aku mohon jangan Lakukan itu."
"Khz jika program ini kita lanjutkan. Apa kau siap menerima jika Khalisa dan Soon Ji harus kehilangan Alesha, demi Kidz. Bagaimana dengan Mona? tidak mungkin ia mau kehilangan orang yang ia cintai untuk kesekian kalinya."
"Kita harus menerima keadaan Kidz saat ini. Ini jauh lebih baik. Sistem imun Kidz sudah mampu bertahan. Ia juga sudah tidak mengalami kejang atau serangan apapun.
"Bagaimana jika Alesha pergi, lalu Kidz kembali seperti dulu, lemah tak berdaya. Saat ini hanya Alesha yang bisa mengendalikan fikirannya untuk mampu menggerakkan sistem syarafnya. Jika ia pergi dan Kidz lemah, Apa kau bisa bertanggung jawab guru.?"
"Tidak.. aku tetap ingin Kidz seperti saudaranya, ia harus kuliah. Ia punya mimpi. Ia berhak bahagia. Ia kapten ku, ia segalanya bagiku. Khz berusaha menyangkal keadaan.
__ADS_1
"Tidak ini tidak adil." Khz menangis sejadi-jadinya. Baru sesaat ia merasakan kebahagiaan melihat perkembangan Kidz.
°°°°
Setelah mengetahui fakta dari gurunya, Khz menjadi kebingungan, seharian dia tidak tenang. Setiap melihat Kidz dan Alesha hatinya terenyuh. Dulu ia dengan beraninya meminta Mona untuk mengorbankan Khalisa, kini apa ia masih memiliki kekuatan meminta Alesha tetap berada di sisi Kidz.
"Aku tau ini tidak adil, ini kesalahan tapi setelah apa yang aku perbuat untuk dunia ini, apa tidak boleh aku meminta 1 nyawa saja atas jutaan nyawa yang sudah aku selamatkan?"
Khz tidak menyadari jika Khalid sudah berada di sampingnya.
"Sayang apa kau baik-baik saja, aku tidak melihat kau sehari ini menemui si kembar., dari tadi aku perhatikan kau hanya asik melihat Alesha dan Kidz."
"Tidak aku baik-baik saja, dimana si kembar? apa mereka mencariku?"
"Aku rasa mereka mengantuk, kau bisa bantu menidurkannya."
°°°°
Pagi itu tiba... Pagi yang dimana biasanya Khz melihat perkembangan terbaru Kidz. Pagi dimana hanya ada kehangatan Karena Alesha, Khalisa dan Soon Ji memutuskan untuk tinggal di rumah Khalid demi kesehatan Kidz.
Khz dibangunkan oleh salah satu asisten di rumahnya, Mengatakan bahwa ia tidak bisa menemukan Nona kecil Alesha dan Nona Khalisa.
Ternyata Khalid dan Soon Ji sudah lebih dahulu mencari Keberadaan Khalisa dan Alesha.
Ia langsung melihat kamera pengawas, dan melihat dengan jelas Khalisa membawa Alesha pergi dari rumah.
Soon Ji langsung panik dan bergegas membangunkan Khalid. ia menceritakan kronologi kejadiannya pada Khalid.
Mereka langsung mencari Khalisa tanpa membangunkan Khz.
"Aku sudah tau jika ini akan terjadi,"
Pikir Khz,
"Bik tolong bilang sama dokter Arya aku akan menemuinya 10 menit lagi ada hal penting yang ingin aku sampaikan."
"Baik Nyonya, akan saya sampaikan."
°°°°
__ADS_1
Khz bersih-bersih dan ia langsung menemui dokter Arya yang sedang berada di taman.
"Guru apa ini sudah berakhir? kalisa dan Alesha sudah pergi guru, aku tahu jika aku menjadi khalisa aku akan membawa anakku di tempat yang paling aman di dunia."
"Khz sayang, terkadang bagi kita mengorbankan satu orang tidak ada artinya, tapi bagi orang lain, bisa jadi itu adalah anak, ibu, ayah, kakek atau keluarga orang lain. Ikhlaskan lah. Semoga ini yang terbaik bagi Kidz."
Khalid mengecek seluruh Keberangkatan penerbangan, tidak ada penerbangan atas nama mereka, Mona juga menghilang tanpa sebab. Mereka seperti ditelan bumi tak berjejak.
Soon ji seakan kehilangan separuh nyawanya
"Aku yakin mereka masih di negara ini Soon ji, apa kau mencurigai sesuatu, kenapa Khalisa pergi?"
"Sama sekali tidak tuan, semua berjalan seperti biasanya."
"Aku tau siapa yang bisa menjelaskan ini, ikuti aku! "
Khalid langsung menemui dokter Arya.
"Sebelum aku menemukan mereka secara paksa, tolong jelaskan padaku apa yang terjadi?"
dokter Arya menghela nafas dan mulai menjelaskan segalanya. Khalid terdiam dan Soon ji pun ikut terduduk lemah setelah mengetahui kejadian sebenarnya.
"Tapi mengapa mereka memilih ikut meninggalkan ku dokter? Apa karena aku hanya ayah biologisnya?"
"Aku menyayangi mereka lebih dari apapun." Soon Ji benar-benar tidak menyangka Khalisa pergi.
Khz memperhatikan percakapan mereka dari jauh, lagi-lagi karena keegoisannya seseorang harus kehilangan orang yang ia sayangi.
"Manusia macam apa aku Tuhan."
Saat sedang hanyut dalam fikirannya, perawat yang biasa menjaga Kidz datang
"Bu maaf saya mengganggu."
Khz menyeka air matanya
"Tidak sus, tidak apa-apa. Kenapa?
"Ada yang aneh pada Kidz bu, Kidz seperti tidak bersemangat. Ia hanya makan sedikit sarapannya dan saya tidak mendengar satu kata pun yang keluar dari mulut Kidz sejak ia bangun tidur bu."
__ADS_1
"Kidz......."
Khz langsung berlari ke kamar Kidz, khz lupa melihat kondisi Kidz karena terlalu memikirkan kepergian Alesha dan Khalisa, Padahal Kidz lah disini yang paling merasa kehilangan.