My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Jalan keluar


__ADS_3

Kidz mengirim pesan langsung pada dokter Arya, ia menggunakan pesan telepati "Kakek.. aku butuh bantuanmu. Bisakah sekarang kau ke kamar ku?"


Ini adalah cara yang aman agar tidak diketahui oleh Khalid.


Dokter Arya langsung terkejut mendengar pesan Kidz dalam fikirannya. Baru kali ini cucu nya meminta bantuannya.


Ia langsung menuju kamar Kidz. Sesampainya di pintu kamar "Langsung masuk ke ruangan yang berada di samping meja tempat tidurku kakek. Tekan dinding itu."


"Ruangan apa ini?"


Dokter Arya kebingungan melihat keanehan Kidz. Hal yang sama juga yang dirasakan oleh Ren saat pertama kali mengetahui siapa Kidz sebenarnya.


"Ikuti lorong itu Kakek, nanti kau akan menemukanku bersama Ren di ujung lorong sebelah kiri."


Lorong yang dilengkapi cahaya yang penuh dengan dinding mayoritas putih. Lorong itu hampir dipenuhi oleh cahaya yang ketika dokter Arya menginjakkan kakinya pada lantai itu, secara otomatis setiap langkahnya diikuti cahaya yang penuh.


Dokter Arya mempercepat langkahnya, hampir setengah berlari. Ia takut sesuatu hal buruk terjadi pada Kidz.


"Kidz, Ren apa kalian baik-baik saja?"


"Kami baik Kakek, ada hal yang lebih penting yang harus kakek lihat."


Kidz membawa dokter Arya ke ruangan lingkaran yang terhubung pada cahaya.


"Wanita ini. Apa yang terjadi pada wanita muda ini?"


Shali dalam bahaya kakek, ia hampir tidak bisa mengendalikan amarahnya. Padahal musuh yang nyata baginya adalah amarah. fikiran dan tubuhnya akan menciptakan Monster saat ia tidak terkendali. Aku membawanya pada dimensiku untuk membuatnya tenang.


"Apa? dimensimu? jadi ini ruangan yang kau ciptakan khusus? Tunggu Kidz kau bisa bicara? kau bisa bicara dan mengendalikan fikiran orang lain. Kakek kira kemampuan yang diberikan oleh Alesha dulu telah menghilang."


"Tidak kakek, aku telah melatih kemampuanku hingga berkembang sampai saat ini. Aku berhasil membuatnya dibawah kendaliku."


"Tapi berbeda dengan Shali, ia belum terbiasa mengendalikan kemampuannya. Selama ini belasan tahun aku berusaha melindunginya dari kekuatan ini kakek. Dan sepertinya ia sudah salah memahami maksudku."


"Tunggu maksudmu Shali adalah Alesha? jadi selama ini kau yang menyembunyikan Alesha dan Keluarganya? pantas saja Papamu dan pamanmu tidak bisa menemukan mereka. Katakan jangan-jangan kau yang memberitahu Khalisa dan Mona bahwa Alesha dalam bahaya jika terus berada di samping mu? benar Kidz?"


"Benar kakek. Saat itu aku yang membujuk Tante Khalisa dan bibi Mona untuk pergi menjauh dariku jika mereka tidak ingin kehilangan Alesha."


"Kidz bagaimana bisa kau memiliki kemampuan sebesar ini dan menyembunyikannya dari kami. Bagaimana jika hal buruk menimpa dirimu sayang. Aku terlalu fokus melindungi ayahmu hingga aku mengabaikan dirimu."


"Maafkan kakek Kidz," dokter Arya merasa kecewa.


"Tidak apa-apa kakek. Bukankah itu tugas seorang ayah? melindungi anaknya sepenuhnya?"

__ADS_1


"Maksudmu ayah Kidz? Ayah siapa?" Ren menoleh sejenak pada dokter Arya dan Kidz.


"Oh tidak... jangan katakan kalau sebenarnya kakek adalah ayah kandung papa? Kidz apa itu benar.?"


Kidz mengangguk perlahan.


"Kakek.... aku sudah bisa merasakan ini, kau begitu menyayangi kami lebih dari apapun. Tapi kenapa papa tidak pernah memberitahu kita apapun soal kakek.?"


Ren memeluk erat dokter Arya.


"Hanya mama dan aku yang tau selama ini Ren. Kakek menyembunyikan hal ini dari papa. Karena papa hanya mengetahui ayahnya sudah tiada saat dia masih kecil."


"Kidz.. dengan kemampuanmu seperti ini tentu saja tidak ada hal di rumah ini yang tidak kau ketahui."


"Baiklah kita bisa lanjutkan ini nanti, sekarang kita harus memikirkan apa yang harus kita lakukan pada Shali."


dokter Arya mengkhawatirkan kondisi Shali.


"Begini kakek, Shali memiliki sumber kekuatan tampa batas. Bahkan melebihi dari apa yang aku miliki. Selama belasan tahun aku melatih otaknya untuk menggunakan 10 persen dari kapasitas otaknya. Ini bertujuan untuk melindungi dirinya dari kekuatan yang tidak bisa ia kendalikan."


"Jika ia berada di dekatku maka ia bisa menyerap energi dariku dengan mudah. Apalagi saat ia dalam kondisi marah. Emosinya semakin tidak terkendali, Ia bisa membuat ruangan ini hancur seperti ini dengan mudah."


"Saat ini ia sudah menggunakan 15 persen dari kapasitas otaknya kakek. Jika terus seperti ini ia akan dalam bahaya."


"Kau benar kakek."


"Kakek bisakah kau lihat lingkaran cahaya ini terbentuk dari apa?" Ren punya ide yang lebih baik.


"Maksudku... bisakah kau dan Kidz membuat lingkaran cahaya ini dalam bentuk yang lebih sederhana. Kita bisa meletakkan Shali di tempat yang lebih aman tapi masih dalam kondisi ia berada di lingkaran ini."


"Kau benar Ren, aku rasa itu ide yang baik."


"Baiklah Kidz kita tidak punya banyak waktu. Kau bantu kakek untuk menjelaskan ruangan ini terdiri dari apa saja."


"Ruangan ini mempunyai energi gelombang yang berpusat pada lingkaran ini.


Setiap sel dalam sel otak berkerja dalam frekuensi tertentu, kinerja dalam sel otak itu berpengaruh dalam kehidupan manusia.


Lingkaran Ini berfungsi untuk melindungi sel-sel otak dari getaran dan gelombang yang mempengaruhi sistem program otak."


"Energi dari lingkaran ini memancarkan gelombang getaran yang berasal dari sel yang sehat dan bersih."


"Tunggu dengan kata lain hampir dari seluruh energi getaran ini berasal dari gelombang getaran suara?"

__ADS_1


"Benar Kakek..."


"Gelombang suara apa yang kau ciptakan.?"


"Dari hasil analisa ku, Aku menggunakan gelombang suara dari bahasa Arab yang selama ini berhasil bekerja pada jaringan sel otakku untuk mengatasi sel otak yang berada dalam kondisi tidak baik."


"Jadi karena itu kau membuat Shali bertugas di bidang arkeolog di negara M. Karena negara itu mayoritas menggunakan bahasa Arab. Dengan kata lain kau menempatkan Shali di tempat paling aman bagi otaknya."


"Benar Ren. aku hanya memikirkan cara ini untuk membuatnya tetap aman. Tentu saja jika ia memiliki fasilitas seperti yang aku gunakan akan memancing perhatian dunia luar. Karena gelombang yang aku gunakan harus bisa di netralisir oleh gelombang otak yang seimbang. Agar tidak ada yang menyadari gelombang ini berada di antara kehidupan manusia. Karena itu aku hanya bisa menahan agar otak Alesha tidak semakin berkembang."


"Butuh waktu belasan tahun untuk mampu mengendalikan kemampuan otak ini."


"Kidz.. kakek rasa rumah ini adalah tempat paling aman bagi Shali."


"Maksud kakek? Tentu saja ini bukan tempat yang baik bagi Shali, Apa kakek tidak melihat dalam hitungan menit saja ia berada di dekatku ia sudah membuat hampir seluruh ruangan ini hancur karena amarahnya."


"Kidz... kau mempunyai hasil analisa yang baik untuk kemampuanmu, dan kau menggunakan alasan itu untuk melindungi Shali dengan perlakuan yang sama."


"Ada satu hal yang kau lupakan."


"Aku tidak mengerti kakek... apa maksud dari ucapan kakek.?"


°


°


°


°


°


°


°


°


°


Kakek memang selalu bisa diandalkan.


Karen itu kali yah Dokter Arya umurnya panjang. Karen ia masih berguna buat cucu-cucunya.

__ADS_1


__ADS_2