My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Prasangka


__ADS_3

Khz langsung menuju laboratorium Dokter Arya, Ia tentu saja memiliki izin untuk keluar masuk laboratoriumnya, selain berstatus pemilik ia juga terdaftar sebagai tim ilmuwan dokter Arya.


"Guru aku menemukan obat-obatan ini di kamar Mona, apa ini miliknya? salah satu senyawa obat ini mengandung senyawa methamphetamin. Kau bisa melihat ini."


Dokter Arya mengambil obat-obatan dari tangan Khz, ia melihat sejenak "Kau benar, Khalid melarangku untuk memberi tahu mu perihal ini, sebentar akan aku perlihat kan."


Dokter Arya membuka sistem kamera pengawas dari komputernya. " Ini yang terjadi pada Mona selama 6 bulan terakhir."


Khz benar-benar terkejut, ia tak menyangka apa yang ia lihat saat ini, dalam kamera pengawas terlihat Mona begitu tersiksa, ia kesakitan benar-benar seperti orang yang kecanduan.


"Kenapa aku bisa tidak mengetahui ini guru? ia terlihat seperti orang sakau, teriak kedinginan, menggigil. Kenapa aku tidak pernah mendengar jeritannya?"


"Begini, duduklah dahulu aku akan menceritakan semuanya, Kau ingat saat aku diam-diam mengambil sampel darah Mona? itu bertujuan untuk antisipasi jika Khalisa mengalami pendarahan saat operasi, dan


saat Khalisa meninggal aku mengumpulkan seluruh data medis Khalisa dalam satu program, aku juga meletakkan data hasil dari sampel darah Mona disana. Ternyata Khalid masuk dalam program itu dan mengetahui ada yang janggal dalam laporan hasil uji darah Mona. Ia langsung menemui ku dan mengatakan bahwa dara Mona mengandung methamphetamin.


Aku membenarkan hal itu, saat aku menyelidiki ternyata selama ini Mona mengkonsumsi obat-obatan stimulan yang berfungsi untuk membantunya agar lebih mampu bekerja lebih ekstra. Ini menjadi penawar rasa lelah baginya, di dalam situasi yang menyulitkan tidur misalnya saat ia harus bekerja.


Riwayatnya sebagai dokter tentu membuatnya dengan mudah untuk mendapatkan ini.


Khalid memutuskan untuk melepaskan Mona dalam ketergantungan ini, Karna itu hampir 5 bulan Khalid menyaksikan kesakitan Mona dalam terapi ini. Syukurnya tubuh Mona menerima dengan baik terapi pengobatan ini.


dan Kenapa engkau tidak mengetahui hal ini, karena Khalid ingin kau tidak merasa semakin bersalah karna sudah meminta Khalisa untuk mengambil program ini, karena itu ia langsung turun tangan dalam penyembuhan Mona."


"Jadi kedekatan Khalid dan Mona hanya sebatas terapi ini? bukan seperti hubungan suami dan istri yang Mona inginkan?"


"Tidak sama sekali sayang, mereka berteman baik, sangat baik, sebelum melakukan terapi ini Khalid sudah lebih dahulu mengatakan pada Mona bahwa kau satu-satunya wanita yang menjadi alasannya untuk bertahan di dunia ini, dan Mona menyadari hal itu."


"Tapi aku melihat mereka begitu dekat, hingga Khalid tidak sempat untuk berada di sampingku sampai malam hari pun ia tidak sempat mengunjungiku."


"hahahahahaha.. kau salah, ia selalu mengunjungi mu setiap malam. Kau kira siapa yang menghidupkan aroma terapi di kamar mu setiap malam, karena itu tidur mu selalu nyenyak. setiap dini hari setelah memastikan Mona tenang, Khalid terlelap disampingmu. Hanya beberapa saat, dan Mona kembali Kambuh. Begitu setiap malam, ini efek dari pengobatan yang aku berikan untuk mengeluarkan racun di tubuh Mona."


"Lalu dimana mereka saat Mona kambuh?"


"Kau lupa Mona memiliki ruangan kerja khusus? saat kambuh Khalid meletakkan Mona sendirian disana hingga ia bisa mengontrol diri dan mengelabui otaknya. Sudah Hampir 10 tahun Mona menggunakan stimulan ini, alasan utamanya adalah seluruh biaya kesehatan Khalisa selama ini di tanggung oleh Mona, karena itu ia harus bekerja lebih ekstra untuk menutup seluruh biaya hidupnya dan Khalisa."


Khz terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, selama ini ia hanya hanyut dalam fikirannya sendiri dan tidak membuka mata dengan kenyataan yang ada.


"Aku ingin melihat kemajuan kesehatan Mona guru, Bolehkan?"

__ADS_1


"Boleh sekali, Masuklah dalam akses data pasienku, kau memiliki kata sandinya bukan?"


Khz benar-benar merasa jadi wanita bodoh, ia merasa benar-benar menjadi istri bayangan Khalid, padahal ia lah sumber kekuatan Khalid.


°°°°


Khz berniat untuk berbicara pada Mona. Saat akan menuju kamarnya ia berpapasan langsung dengan Mona "Bolehkah aku meminta waktumu sebentar?"


"Tentu saja Khz, kita bicara ditaman yuk,"


saat tiba di taman, Mona dan Khz duduk mengarah pada dedaunan yang sejuk di pandang mata.


"Aku minta maaf atas kepergian Khalisa, aku benar-benar tidak bermaksud untuk membuatnya menjadi pilihan. Khalisa dan Kidz sama-sama penting bagiku."


"Tidak apa-apa.. ini sudah menjadi jalannya, ini sudah menjadi takdir. Bukankah hidup memang pilihan? aku mengerti maksud dan tujuan mu baik."


Mona menggenggam tangan Khz. Dan Khz dengan lembut membalas genggamannya.


"Aku juga minta maaf untuk kesalahpahamanku antara kau dan Khalid. Aku mengira antara kau dan Khalid sudah menjadi dua orang yang saling memiliki satu sama lain. Aku sama sekali tidak mengetahui perihal terapi kesehatan mu."


"Ternyata kau sudah mengetahuinya., baguslah aku tidak susah payah menjelaskan, apa itu dokter Arya yang memberi tahumu?


Karena dengan alasan untuk Khalisa pun aku tidak akan memberinya izin untuk memeriksa darah ku. Aku sudah dengan sadar mengkonsumsi stimulan ini selama bertahun-tahun walaupun aku tau apa akibatnya.


Dokter Arya bilang ia memperhatikan gerak gerik ku, setiap akan istirahat aku meminum stimulan itu dalam bentuk vitamin.


ia curiga dan diam-diam mengambil sampel darah ku.


Dokter Arya mengetahui pola jam istirahatku yang melebihi dari seharusnya, untuk menyelesaikan program Kidz saja aku bisa selesai dalam tenggang waktu yg singkat. Karna aku terbiasa tidur sedikit."


"Apa selama ini sangat menyulitkan? maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu."


"hahahaha tidak sama sekali, aku menikmatinya sangat menikmati hidupku, apalagi saat ini aku memiliki Khalid di hidupku."


"Hah? maksudmu? kau mulai mencintai Khalid?"


"Tentu saja.. iya... bukankah kau sudah merelakannya untukku? aku berhak atasnya."


Khz terdiam dan tertegun mencerna maksud dari ucapan Mona, ia menunduk karena semua yg dikatakan Mona benar.

__ADS_1


"Hahahahaha... kau ini baperan sekali, tentu saja tidak, aku hanya bercanda. Khalid hanya mencintai wanita unik sepertimu. Kemarin saja aku memanggilnya dengan sebutan sayang dihadapanmu, ia menegurku hahahahahaha.


itu balasan untukmu karna sudah berniat melepaskannya padaku."


"kau ini hampir saja jantung ku terlepas. Kau tau Mona kenapa aku berani menerima perjanjian itu? Karena aku mempercayai harapan, apalagi kehidupan. Aku sudah terbiasa di ambang kematian, seakan sudah menjadi temanku. Tapi sampai saat ini aku masih disini, masih menghirup indahnya alam. Karena itu aku yakin jika Khalisa akan baik-baik saja saat itu.


°


°


°


°


°


°


Nah tu... author adil kan,.


hidup tu sesuai sama prasangka kita.


Berprasangka baik kan ndak ada ruginya. jadi pleassss .... jangan baperan hahahahahahahs...


Mona baik kok...


khalid apalagi...


yang ngak baik itu yang ngak sabaran nunggu kelanjutannya...


coment baek dlu kek Khz


coment yang semangat dl kek Mona


kasih cinta ama author juga kek Khalid yah.


vote terus


like terus

__ADS_1


biar aku makin cintaaa.. muachhh


__ADS_2