
"Aku tidak mengerti ucapanmu. Aku tidak pernah melakukan perjalan pribadi bersama Alesha. Kemaren aku hanya menjemput putriku dan temannya di negara M, Tunggu apa yang kau maksud gadis muda yang Bernama Shali?"
"Dimana dia? aku ingin menemuinya, ia tidak seharusnya berada disini." Khalisa benar-benar mengkhawatirkan putrinya.
Soon Ji datang karena mendengar ada keributan di luar. Ia merasa begitu mengenal salah satu suara wanita yang berbicara dengan Khalid.
Saat ia keluar ia tertegun melihat Khalisa dan Mona berdiri di hadapan Khalid. Ia mempercepat langkahnya dan berdiri tepat di hadapan Khalisa.
"Apa gadis itu Alesha? apa dia putriku? apa dia gadis kecilku?"
Khalisa diam tak bergeming. Tangan Soon Ji menyentuh kedua lengan Khalisa.
"Jawab aku Khalisa! jangan diam saja. Apa dia putriku? matanya mirip matamu. Raut keningnya persis dengan raut keningku. Teduh wajahnya benar-benar mirip denganmu. Aku mengenalinya dari awal. Aku begitu yakin itu putriku."
"Kenapa kau diam saja? Jawab aku Khalisa. Sekian lama kau menghilang. Dan kini kau hanya bisa diam hah?"
"Dimana putriku Tuan Khalid? aku ingin menemuinya. Dimana dia?"
"Tenanglah Soon Ji. Aku rasa saat ini ia bersama Rennuy."
"Aku harus mencarinya. Aku tidak ingin lagi ia pergi."
Soon Ji langsung berlari menuju kamar Ren. "Tunggu Soon Ji, aku ikut" ucap Mona.
Khalisa masih tertegun melihat reaksi Soon Ji yang begitu emosional. Ia merasa Soon Ji begitu kehilangan Alesha.
Entah mengapa ia merasa hatinya hancur melihat kepedihan Soon Ji selama ini karena kehilangan Alesha.
"Silahkan masuk, mari aku antar menemui Alesha."
Khalid menangkap wajah kesedihan dari Khalisa.
Soon Ji melihat kamar Ren dalam kondisi kosong. Ia mencari ke seluruh ruangan di rumah Khalid, tapi nihil. Saat akan menuju keruang tengah ia berhenti di depan kamar Kidz.
"Apa mungkin ia disini?"
Soon ji berniat masuk ke kamar Kidz, Ia mendapati Kamar Kidz dalam keadaan kosong.
Tapi ada yang aneh pada kamarnya. Kenapa kamarnya tidak seperti biasanya. Kamar yang berantakan. Meja kecil yang biasa di samping kasurnya tidak di tempat biasanya .Seperti ada yang asing pada kamar Kidz.
__ADS_1
Ia masuk dan berniat mengembalikan posisi meja ke tempat semula. Saat menarik meja ia memegang satu tangannya pada sudut meja dan menarik, tangan yang satunya menekan dinding kamar.
Soon Ji benar- benar-terkejut. Dinding itu bergeser dan terbuka.
"Ruangan apa ini?" ujar Soon Ji heran. Ia lalu melangkah selangkah dan menggeserkan meja kembali pada posisi sebelum ya, agar ia mampu melihat lebih dekat.
"Bagaimana Soon Ji apa kau menemukannya?"
Khalid berdiri di pintu masuk bersama Khalisa. Sementara disusul dari belakang oleh Mona yang baru saja selesai bolak balik di dalam rumah Khalid untuk mencari Alesha.
"Aku belum menemukannya tuan, tapi aku rasa ada hal yang aneh di sini."
Khalid, Soon Ji, Mona dan Disusul oleh Khalisa langsung menyusuri ruangan yang dimaksud oleh Soon Ji.
"Kenapa ada ruangan seperti ini dirumahku dan aku tidak mengetahuinya."
Khalid terheran memperhatikan lorong rahasia itu.
"Saya juga merasa ruangan ini tidak pernah di buat tuan. Kamar Kidz sama sekali tidak pernah di renovasi. Karena Kidz tidak suka adanya gangguan dan keramaian."
Mereka terus melangkah sambil berkomentar.
Sampai pada ujung lorong mereka berhenti dan melihat ke samping kiri. Ada Rennuy dan dokter Arya.
"Ren, Dokter Arya kalian disini disini? sedang apa kalian disini? ruangan apa ini?" Khalid tidak menyangka bertemu dengan Ren dan dokyer Arya di ruangan yang hampir menyerupai ruangan rahasia itu.
"Papa, nanti aku akan menjelaskan semua nya. Yang terpenting saat ini adalah kita harus menyelamatkan Kidz dan Shali."
"Kidz dan Shali maksudmu? ada apa dengan mereka.?"
Ren bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan pada ayahnya.
"Khalid, Shali dan Kidz menghilang."
"Jangan bercanda dokter. Tidak mungkin anakku menghilang dalam pengawasanku, apalagi tidak ada tanda-tanda Kidz keluar dari rumah hari ini."
"Soon Ji apa Kidz keluar rumah tanpa izinku?"
"Tidak tuan, Saya rasa Kidz tidak pernah melakukan itu. Bahkan ia tidak pernah mendatangi ruangan dirumah ini selain ruang makan dan kamarnya."
__ADS_1
"Ini bukan seperti yang kau fikirkan, Kidz dan Shali bukan pergi dari rumah ini. Tapi ia pergi dari dimensi ini."
"Bahasa apa itu dokter, jangan buat aku bingung. Pertama Shali, kedatangan Mona dan Khalisa dan Kenyataan Shali ada lah putri Soon Ji yang selama ini aku cari."
"Sekarang bahasa yang kau gunakan membuatku semakin pusing."
"Apa putraku membuat dimensi lain selain dimensi yang ada di muka bumi ini?"
"Lebih kurang seperti itu papa."
Ren mencoba meyakinkan Ayahnya.
"Apa? kalian serius? ada yang bisa kau jelaskan padaku dokter Arya. Apa kali ini adalah ulahmu?"
"Tunggu papa, ini bukan sepenuhnya kesalahan kakek. Bahkan kakek baru mengetahui hal ini."
"Maksudmu? arghhhh aku benar-benar pusing."
"Tuan Khalid, Kidz bukanlah anak yang memiliki keterbatasan seperti yang selama ini kau lihat."
Khalisa mulai menjelaskan.
"Ia adalah mesin yang tidak memiliki kendali, ia adalah inti dari gerak yang tidak memiliki arah. Ia adalah makhluk yang menciptakan dunianya sendiri."
°
°
°
°
°
°
°
Lama tak up gini deh, author kelamaan semedih. hahahaha hapyyy baca kesayangan.
__ADS_1
penasaran sama reaksi Khalid saat tau anaknya adalah mesin hidup yang mampu mengendalikan dunia?