My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Logika


__ADS_3

Kidz memberikan tatapan heran sekaligus tidak percaya Shali ikut menjebaknya disini. Padahal bukan hanya nyawanya yang jadi taruhan juga nyawa Shali sendiri.


"Baiklah keluarkan telur itu, dan kita lihat apa Kidz mampu memecahkan misteri ini?"


Sudah tidak ada pilihan, Kidz juga tidak bisa menemukan jalan kembali, Tapi tetap ia merasa ketidakwarasan Shali hanya akan membuat mereka semakin sulit.


"Ini... silahkan nikmati keabadian kalian di alam ku. hahahaha aku yakin laki-laki ini tidak mampu menyelesaikan semua ini. Hahahah."


Tawa puas menggema dari mulut Mahkluk itu.


Lalu telur yang berada di genggaman Mahkluk itu mengambang dihadapan mereka, mulai untuk terbuka perlahan-lahan, tapi dengan sigap Shali menghentikannya.


"Tunggu, Kidz sebelum telur ini pecah, kau harus menjawab terlebih dahulu apa isi dari telur ini?"


"Apa? mana mungkin aku bisa menjawab sementara aku sendiri tidak tahu mahkluk apa yang ada di dalamnya, tidak... tidak... apa kau ingin menjebakku? apa otakmu juga dikuasai oleh Mahkluk ini?"


"Jangan banyak bicara, cepat jawab apa isi dari telur ini."


"Alesha, Shali atau siapapun namamu, hentikan aku tidak ingin membuat kita lenyap begitu saja disini." Kidz sudah memperingatkan Shali dengan lantang


"Kidz jangan buat aku menunggu... jawab saja apa yang ada didalam telur ini!"


"Hentikan...."


Kidz mulai panik


"Tidak... kau harus menjawab. Jawab atau kau akan menyesal Kidz.!"


"Shali aku bilang hentikan."


"Kau tidak ingin jadi pecundang bukan? Jawab.!"


"Tidak... aku tidak tahu."


"Jawab Kidz.. cepat jawab... jawab... jawab...jawab."


Desakan Shali membuat Kidz tidak mampu berfikir dengan tenang, ini membuat Kidz semakin panik.


"Kidz aku masih menunggu. Kau hampir kehabisan waktu."


Kidz semakin bingung apa tujuan dari Shali memojokkan dirinya seperti ini. Apa ini bagian dari rencana Shali ataukah Makhluk itu sudah mampu menguasai fikiran Shali seperti ia mampu menguasai Kidz.


"Cepatlah Kidz... kau tidak punya banyak waktu."

__ADS_1


"Kau akan menyesal Shali.. ini adalah tindakan yang salah."


Kidz lupa jika Shali memang orang yang gegabah, jika ia tahu Shali akan melakukan hal konyol sejauh ini maka tentu saja ia tidak akan mengizinkan Shali menguasai permainan ini.


"Kidz aku tidak ingin lenyap dengan konyol disini, cepat jawab ini perintah.!"


"Diam Shali diam..."


Kidz menutup mata dan mulai panik lalu ia secara tidak sadar mengeluarkan kata "Air... air"


Dan yang lebih anehnya Shali mengunci perkataan Kidz dengan sepihak.


"Air? okeh air, isi dari telur konyol ini adalah air."


"Tidak tunggu Shali maksudku.."


"Kau dengar itu? Kidz menjawab Air."


"Sekarang bukak cangkang telur itu.!"


Shali mengatur jalannya permainan itu. Dengan patuhnya Makhluk itu menuruti apapun keinginan Shali.


Perlahan telur itu retak, dan mulai membelah. Kidz langsung terdiam dan menutup mata, Ia terduduk lalu tersungkur membayangkan selama ini ia sibuk mengasingkan diri dari kehidupan nyatanya agar ia bisa menghindar dari masalah dan tidak menyakiti orang lain.


"Mama kali ini saja, Aku ingin memelukmu."


Tiba-tiba ia merasakan tetesan air jatuh tepat di hadapannya, saat ia menoleh ke atas cangkang telur dan benar saja isi dari telur itu adalah air.


"Oh tidak,... Shali apa tebakanku benar? itu air? hahahaha itu air.. ohhh itu airrr... air."


Mahkluk itu terdiam dan ia tidak menyangka mereka mempermainkan dirinya.


"Kalian menipuku?"


"Menipu? apa kau tidak melihat? telur itu bahkan milikmu, Kami hanya menebak apa isi dari telur itu."


"Lalu berdasarkan apa kau menuduh kami sebagai penipu?."


"Tidak mungkin, ini pasti hanya kebetulan."


"Ini bukan kebetulan Makhluk aneh.. Kau tahu satu hal? kau bahkan tidak tahu apa isi dari cangkang itu karena kau hanya ketakutan terbodoh yang pernah ada."


"Apaa?"

__ADS_1


Tiba-tiba Shali mengeluarkan seluruh kekuatannya dan mendorong Makhluk itu dengan kakinya hingga Mahkluk itu terjatuh dari tebing.


"Argggggggggg Kauu akan menyesal"


tiba-tiba air besar datang hingga mengetarkan seluruh tebing suara gemuruh air mengguncangkan hingga bukit tempat Shali dan Kidz berdiri bergetar.


Mereka mencari tempat pijakan yang lebih kuat,


"Apa ini juga bagian dari rencanamu Shali?"


"Aku tidak ikut campur masalah ini Kidz."


Kidz melihat Shali melangkah perlahan ke ujung tebing, Shali menoleh ke bawah dan melihat air sudah hampir menggenangi seluruh bukit menyerupai lautan luas.


"Shali aku mohon kali ini jangan menjadi orang bodoh, kembali kesini aku sudah tidak ingin mengikuti permainanmu."


"Hahaha... sampai jumpat Kidz... dadaaaadaaaaa"


"Gadis tidak waras.. Shaliii jangannnnn"


Shali melompat ke dalam genangan air, hingga Kidz tidak mampu menyelamatkannya.


"Shali.... aku mohonn kembaliii."


"Tidak ada cara lain."


Kidz ikut melompat, dan ia terhempas kedalam pusaran air hingga ia tidak sadarkan diri.


°


°


°


°


°


°


°


Terkadang kita harus tenang dalam mengambil sikap, cara pikir yang sederhana terkadang menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah.

__ADS_1


Tidak ada masalah yang besar, hanya ada masalah yang dibesar-besarkan.


__ADS_2