My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Kesempatan


__ADS_3

Pernikahan Khalid dan Mona terjadi dengan mudah, tapi hanya diatas sebuah kertas, tanpa adanya akad nikah dengan kata lain mereka sedang tidak benar-benar menikah, ini hanya untuk memberi jalan aman agar program Kidz berjalan dengan baik.


"Dokter Mona, status anda saat ini sudah menjadi istri saya tapi hanya di atas kertas, sesuai janji saya, besok adik anda Kalisa akan dipindahkan ke rumah ini untuk menjalani proses persiapan program otak buatan, tapi ini akan sedikit berbeda karna kalisa hanya butuh ransangan sementara, mengingat kelumpuhan otak kalisa terbentuk karna kecelakaan."


"Baik.. baik tuan, saya mengerti, saya akan mempersiapkan segalanya termasuk ruang perawatan Kalisa, saya akan berikan ruangan terbaik, kamar terbaik, pendingin ruangan terbaik, fasilitas kesehatan terbaik dan.. bu...."


" Stop.... stoppp... anda lupa siapa anda disini? karna apa anda disini? sedang apa anda disini,? adik anda disini karna belaskasih saya, jadi tolong posisikan diri anda sepantasnya, Kidz harus menjadi prioritas anda.! mengerti? paham?"


"Maa..af tuan, saya terlalu senang."


Mona tak menghiraukan kemarahan Khalid, ia tetap merasa ada harapan besar pada Kalisa, 8 tahun ia melihat wajah sendu kalisa terbaring lemah dirumah sakit, kini karna Khalid ia memiliki secercah harapan.

__ADS_1


°°°°


Di ruangannya Khz semakin merasa buruk, awalnya penglihatannya yang menurun kini respon tangan kanan nya melemah, tapi ia tetap berusaha tenang, ia mengira awalnya ini hanya respon dari virus yang ada di tubuhnya, tapi ia curiga, ini ada kaitannya dengan keberadaanya saat ini. Ia tak mau gegabah, ia harus tenang agar menimbulkan rasa penasaran, satu-satunya cara untuk keluar dari sini adalah memancing orang yang berada di balik ini semua untuk menemui dirinya.


Perlahan Khalid menambah dosis tanaman Hemlock yang ia gunakan untuk melemahkan Khz dan mengganggu kerja sistem saraf pusat. Konsentratnya yang tinggi dapat dengan mudah merusak sistem pernafasan dan menyebabkan kematian.



Seperti biasa setiap Pagi Khalid selalu memperhatikan aktifitas Khz, "Aku sudah menambahkan dosis hingga 45% pada makanan wanita itu, kenapa ia masih seperti baik-baik saja bahkan penglihatannya terlihat semakin membaik, apa tubuhnya tidak merespon racun yang aku berikan? tidak mungkin.... aku harus memastikannya sendiri."


Khz keluar dari kamar mandi, ia sekilas merasakan adanya nyawa lain di ruangan ini, ia berhenti sejenak lalu melanjutkan aktifitasnya, melahap makanan yang berada di atas meja kecil di hadapannya. Saat memperhatikan Khz tak menyadari keberadaannya Khalid merasa yakin racun yang ia berikan bekerja dengan baik.

__ADS_1


Saat akan melangkah keluar, "Apa tujuan anda?." suara Khz mengangetkan Khalid dan menghentikan langkahnya, Khalid tersenyum kecut, ia diam lalu kembali duduk di kursi dengan tenang, Khalid melihat Khz menghentikan suapannya pada manisan bubur yang berada dalam mangkuk, sekilas Khalid menangkap gerak Khz yang mencium aroma racun yang ia letak kan pada manisan bubur Khz pagi ini, ternyata Khz menggunakan penciumannya untuk menghindari racun pemberian Khalid,. melihat hal itu, Khalid tak tahan ingin meluapkan amarahnya, ia tak lagi memikirkan jika Khz tau dia lah yg selama ini menyiksa Khz.


"Kau masih menjadi manusia licik dan wanita pintar seperti sebelumnya," Khalid memulai percakapannya dengan sumpah serapah.


Penglihatan Khz sebenarnya sudah sangat memburuk, tapi karna ia terbiasa hidup sendiri jadi ia bisa dengan cepat merasakan keberadaan Khalid, tubuh Khalid juga tepat berada di depan cahaya matahari yg masuk dalam ruangan nya.


"Saya tidak mengerti, apa alasan anda menyekap saya seperti ini? anda juga yang meletakkan racun Hemlock ini pada makanan saya, apa saya pernah melakukan kesalahan pada anda?" Khz tetap dengan tenang menghadapi Khalid.


"Kesalahan? hahahaha, walaupun kau membayar dengan nyawa pun, tak akan bisa menebus kesalahan yang kau perbuat, manusia serakah" kemarahan Khalid semakin terpancing melihat respon wajah tak berdosa Khz,


Khz diam mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Khalid, " Suara itu, benar... suara itu yang selama ini membayang dalam ingatanku, benar suara itu yang selama ini muncul dalam ingatanku, arggkkkk Khz merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya, ia tak kuasa menahan hingga ia terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Khalid hanya diam melihat Khz tersiksa, kebencian telah menguasai dirinya, ia sama sekali tak berusaha menolong Khz, karna ia yakin Khz tidak semudah itu tiada, saat akan keluar dari ruangan itu, Khalid melihat darah segar mengucur dari hidung Khz, "darah? ternyata tubuhnya tidak sekuat itu, aku belum puas menyiksa wanita ini, ia harus tetap hidup.!"


Khalid memerintahkan Soon ji untuk memindahkan Khz pada kamar rawatan yang berada di sebelah Kamar miliknya.


__ADS_2