
"Ren... cukup simpan seluruh pertanyaan mu. Ini yang terbaik, aku tidak ingin menyakiti siapapun."
"Tapi Kidz aku merasa kau dalam bahaya saat ini."
"Bukan aku dalam bahaya tapi kalian lah yang sedang dalam bahaya. Apa kau tidak melihat aku bisa mengendalikan apapun tanpa menyentuh dan menggerakkan suatu benda. Kekuatanku diluar batas nalar manusia Ren.
Bahkan aku bisa meretas sistem jaringan tanpa harus mengendalikan secara langsung sistem itu. Aku mohon lakukan sesuai perintahku. Bawa Shali jauh dari sini jika kau ingin dia baik-baik saja."
"Baiklah aku akan mengikuti keinginanmu. Tapi jawab satu pertanyaanku. Kenapa aku melihatmu bisa berdiri dengan sempurna tadi?"
"Yang kau lihat tadi bukanlah dimensi Saat ini, Tadi kita tidak berada di alam nyata. Tapi kau berada dalam fikiranku. Di dalam fikiranku aku bukanlah diriku seperti yang terlihat. Aku menciptakan Dimensi lain dalam kekuatan fikiran. Karena itu aku tidak bisa di kendalikan oleh mesin atau Energi apapun. Kekuatan yang aku miliki Mutlak sesuai dengan ketentuanku."
"Apa? jadi kau bisa membawa orang yang berada di dekatmu masuk secara nyata kedalam fikiranmu?"
"Itu benar Ren. Ini salah satu alasan kenapa aku menjauh dari kalian dan orang-orang di dunia ini. Bagi kau yang memiliki energi lemah bisa dengan mudah aku kuasai. Tapi bagi Shali yang memiliki kemampuan pikiran yang kuat. Ini akan berbahaya baginya. Ia bisa masuk terlalu dalam dan membuatnya tak bisa kembali.
"Satu hal lagi yang harus kau ketahui. Semoga ini bisa membuatmu segera membawa Shali keluar dari rumah ini."
"Shali adalah anak paman Soon Ji dan tante Khalisa adik dari bibi Mona yang selama ini di cari oleh papa dan paman Soon Ji."
"Apa? Jadi Shali adalah Alesha? bagaimana bisa Kidz?"
"Kenapa bisa sekebetulan ini?"
Ren benar-benar terkejut mendengar ucapan Kidz.
"Ini adalah takdir yang seharusnya terjadi, aku hanya bisa mengundur dan tidak mampu mengubah."
"Aku mohon jika kau ingin melihat paman Soon Ji bahagia. Bawa Shali jauh dari sini. Aku tidak ingin paman Soon Ji kehilangan Alesha untuk selamanya. Aku akan mengawalmu secara pribadi untuk mengantar Shali pada tante Khalisa dan bibi Mona."
"Ingat Ren, Ini antara kau dan aku. Jika kau berusaha mengatakan pada semua orang tentang hal ini. Maaf kan aku Ren, Aku harus melakukan sesuatu untuk melindungi identitasku."
"Baiklah.."
__ADS_1
Ren berfikir ia harus bersikap perlahan untuk menghadapi Kidz. Jika ia terus mendesak Kidz, ia tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi. Bagaimanapun ia tidak ingin kehilangan Kidz.
Selama ini saja Kidz bisa merahasiakan identitas aslinya bahkan dari orang tuanya. Berarti ancaman yang ia maksud tidak main-main.
°°°
Ren langsung menuju kamarnya untuk menemui Shali, Tapi ia dibuat terkejut saat melihat Shali sudah terbangun dan berdiri di depan jendela kamar Ren yang di tutupin kain gorden putih. Ia memandang kearah luar dengan angin yang bertiup halus menyentuh.
Saat Ren berniat menyapa Shali, Shali langsung menyerang Ren dengan satu pertanyaan "Apa dia menyuruhmu untuk membawaku pergi menjauh lagi?"
Ren benar-benar terkejut saat mendengar pertanyaan Shali.
"Kau... juga bisa mengetahui pembicaraan kami?"
"Arghhhh aku benar-benar pusing, sebenarnya kalian ini terbuat dari apa? aku benar-benar bingung.
Kidz bisa membawa seseorang masuk ke dalam dimensi lain, dan kau bisa mengetahui masa lalu dan mendengar isi pikiran orang lain. Kalian ini manusia atau bukan?"
"Rasanya aku semakin tidak waras melihat semua Keanehan ini."
"Ia bisa dengan leluasa menguasai dan memerintahkan fikiranku sesuai dengan keinginannya, sementara aku memiliki batasan dalam berinteraksi dengan fikiranku sendiri."
"Ia mengisolasi diriku dengan memberikanku keterbatasan berinteraksi dengan orang lain melalui sentuhan. Jika aku menyentuh tubuh seseorang secara langsung aku akan masuk kedalam dunia masa lalunya atau masa depannya. Itu membuat ku tersiksa. Terkadang aku harus terkurung antara visual masa lalu seseorang dan masa depan mereka."
"Karena itu kau tidak mau bersentuhan dengan orang lain. Oh aku baru ingat saat kau menyentuh mumi tersebut dengan kuas pembersih saat itu kau langsung mampu mengidentifikasi mumi itu."
"Kau menggunakan Kuas itu agar tidak masuk terlalu dalam agar kau bisa mendapatkan visual masa lalu. benar?
Dan apa karena itu juga kau memilih untuk menjadi arkeolog, karena mumi pada saat ini sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Tentu mereka tidak memiliki harapan atau masa depan apapun."
"Benar, visual yang aku lihat terkadang bukan masa depan atau masa lalu terkadang hanya visual nyata dari sebuah harapan seseorang."
"Apa kau bisa membayangkan ketika kau melihat masa depan seseorang yang sedang putus asa dan menginginkan kematian, lalu kau berusaha menolongnya? hingga orang tersebut menganggapmu gila, dan itu hanyalah visual harapan sesaat."
__ADS_1
"Dan saat kau melihat kematian sesungguhnya dan mengira itu visual harapan kebohongan tapi ternyata itu benar menjadi takdir orang itu. Dihadapanmu orang itu merenggut nyawa yang kau sendiri sudah mengetahui tapi tidak bisa berbuat apa-apa."
"Apa kau bisa merasakan kebingungan yang aku alami.? Aku lelah berada diantar dunia yang sama sekali aku tidak ketahui aku tengah berada di mana?"
"Tolong Ren aku bersusah payah untuk sampai disini, jangan bawa aku pergi sebelum aku tahu apa alasan semua ini, kenapa aku memiliki kelemahan ini?"
"Hanya dia yang bisa menjelaskan semua ini Ren, aku mohon."
"Tunggu, kau bilang bersusah payah untuk sampai disini? maksudnya kau dengan sengaja membahayakan dirimu dan memancing kelompok itu muncul dan saat itu aku tengah berada disana. Artinya kedatanganku sudah kau ketahui?"
"Lebih kurang seperti itu."
"Demi apapun.. apa lagi ini?"
dalam dua hari aku diberi serangan fajar beruntun dari kalian."
°
°
°
°
°
°
°
°
Hahaha ngak kebayang wajah polos Ren saat mengetahui rahasia dari Kidz dan Shali. Bingung, aneh, campur aduk deh pokoknya perasaannya.
__ADS_1
hahaha...
jangan lupa follow author yah. biar lebih semangat...