
Soon Ji mendapat panggilan dari agen rahasia yang diutusnya.
"Ok semua aman.?"
Soon Ji langsung melaporkan pada Khalid.
"Nona muda Ren aman tuan, dalam keadaan baik-baik saja. Agen kita sudah berhasil melumpuhkan kelompok itu tuan, saat ini mereka sudah dalam genggaman kita, tinggal tunggu instruksi selanjutnya tuan."
"Baiklah Soon Ji."
"Dari informasi agen kita, selain kelompok itu juga ada satu wanita bersama Nona tuan. Ia salah satu tim yang bekerja dengan Nona dalam tugas nya."
"Benarkah? baiklah kita langsung menemui mereka."
Setelah 3 jam perjalanan, Sesampainya di bandara Khalid sudah di tunggu oleh menteri pertahanan dan Presiden negara M.
Khalid dengan wajah dingin menuruni tangga pesawat pribadinya.
"Selamat datang tuan Khalid Zayn Mooled. Maaf atas ketidak nyamanan ini." Ucap salah satu petinggi negara M.
Khalid tidak mengindahkan kata sambutan yang diberikan oleh para petinggi elit ia tetap melangkah tanpa menoleh pada para pejabat itu.
Walaupun ia terkesan hangat saat bersama keluarganya. Tapi Khalid paling sensitif dengan organisasi pemerintahan, Apalagi ini menyangkut keselamatan putrinya.
"Aku ingin menemui petinggi negara ini."
Sambil mempercepat langkahnya, Khalid benar-benar dibuat gusar. Sebelum ia bisa bertemu dengan putrinya hatinya tetap gelisah.
"Baik tuan, bapak presiden sudah menunggu anda diruangan VVIP bandara tuan."
__ADS_1
Bagi Khalid ini bukan lah proses beramah tamah kunjungan wisata, tapi lebih pada pertemuan peringatan.
Sesampainya di ruangan VVIP Khalid langsung masuk tanpa basa basi.
"Selamat datang Tuan Khalid, kami senang atas kunjungan anda walaupun bukan disaat yang tepat."
President negara M benar-benar merasakan kekesalan Khalid. Jika ia tau keluarga dari raja Cyberg dunia akan bekerja dalam program kenegaraannya. Tentunya ia akan memberikan layanan Khusus.
Tidak ada yang pernah melihat atau bertemu langsung dengan Khalid sebelumnya, Ia tetap tidak ingin menampakkan dirinya, jika tidak berhubungan dengan Anaknya. Ia tidak akan mau langsung turun tangan menghadapi masalah ini. Terlebih jaringan dari kelompok ini bahkan bisa berkembang biak secara leluasa di negara M dengan pesat.
Sudah jelas ini ada campur tangan dari pemerintahan setempat. Jika bukan kelalai sudah pasti ini di sengaja.
"Tidak perlu berbasa basi, aku masih memberi 1 kesempatan. Kalian atau aku yang melenyapkan tikus-tikus itu? tikus itu sudah berani mengusik ketenangan hidup ku."
"Aku sarankan agar kalian yang bersedia membasi hama ini, jika aku yang melakukan jangan salahkan aku jika kalian harus kehilangan orang-orang di sekeliling kalian satu persatu"
Para petinggi bergelik ketakutan, Saat di perjalanan saja Khalid sudah mengantongi nama-nama pemerintahan yang terlibat dalam kelompok ini. Mereka bahkan mampu meraup keuntungan berkali-kali lipat dalam penjualan barang-barang antik hasil jarahan ini.
Selesai beramah tamah Khalid langsung menemui Ren di Lokasi penggalian.
Khalid di antar oleh iring-iringan dan pengawalan yang ketat. Jalan yang Khalid lalui benar-benar bebas hambatan.
Sesampainya di lokasi, Khalid langsung melihat Ren sedang berada di mobil perawatan ambulance. Ia terlihat diberi jacket selimut dan tengah di periksa oleh tim kesehatan.
"Rennuy.. sayangggg..."
Khalid berlari memeluk Ren dengan Hangat. Ren pun ikut berlari menyambut kedatangan Papanya.
Ia begitu merasa aman dan tenang melihat wajah Khalid walaupun ia berfikir siapa lagi yang bisa menciptakan kehebohan sebesar ini selain Khalid zayn Mooled. Dalam hitungan detik ia sudah bisa mengguncang ketenangan pemerintahan Negara M.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja sayang?
"Aku baik pa, tidak kurang satu apapun, Apa mereka sudah ditempat yang aman pa?"
"Tenang saja sanyang, berani mereka menyentuhmu maka mereka menggali lubang kuburnya sendiri. Aku akan membuat mereka mengingat dengan siapa mereka berhadapan."
"Aku tau papa yang terbaik, apa mama tau masalah ini pa?"
"Tentu saja, saat ini ia hanya ingin bertemu dengan mu. Bersiaplah kita akan segera kembali kenegara S."
"Oh tidakkk,. aku pasti akan di hukum akan hal ini. huft..."
"Oh iya aku sampai lupa, kemarilah apa ada yang ingin aku kenalkan pada papa."
Ren menarik tangan Khalid menuju ambulance yang satunya, tentu saja Shali mendapat perawatan atas luka di bekas bekapan kelompok itu dan tumit kakinya luka cukup dalam karena tarikan paksaan di atas pasir. Shali di paksa dalam kondisi tidak menggunakan alas kaki.
"Ini shali pa, ia teman satu tim ku. Nyawanya saat ini dalam bahaya. Nanti aku akan ceritakan semuanya pada Papa di perjalanan pulang. Tapi bisakan saat ini Shali dalam pengawasan keamanan kita."
"Hanya papa yang bisa memastikan keamanan Shali. Gimana? boleh yah pa."
Khalid terdiam sejenak. Ia memperhatikan dengan sekilah Shali yang tertuduk lemah.
"Apapun itu sayang, semua sesuai keinginanmu. Saat ini yang terpenting adalah kita segera kembali ke negara S untuk meredakan kecemasan mamamu."
"Ok papa... muachhh papa terbaik. Aku yakin papa paling bisa aku andalkan."
Ren benar-benar memiliki sifat Khz, ia rela terancam demi menyelamatkan nyawa orang lain. Rasa kepeduliaannya benar-benar menyerupai Khz.
Khalid langsung memanggil Soon Ji yang tengah sibuk menjawab panggilan dari agen yang ia utus.
__ADS_1
"Soon Ji. segera atur kepulangan kita, dan Tikus-tikus itu musnahkan dengan segera. Agar tidak lagi memenuhi genangan air untuk orang-orang yang maruk itu."
Soon ji langsung berlari menuju posisi Ren dan Khalid sesampainya disana ia gagal fokus, pandangannya langsung tertuju pada gadis muda yang sedang mengerang kesakitan saat di berikan perawatan oleh tim medis.