
Khz kembali ke kamar utama, setelah seluruh drama yang ia dan Khalid lewati, kamar ini adalah tempat ternyamannya, ia merasa ketenangan dan kedamaian. Ia melihat ke luar jendela, dimalam hari pun ia merasa kesejukan hembusan dari sapaan dedauan, ia benar-benar merasa menyatu dengan alam, hutan kecil buatan yang disediakan oleh Khalid membuat ia semakin merasa tak bisa terlepas dari alam. Ia mencium Wangi aroma mint yang membuat teringat akan sesuatu. Ternyata benar aroma mint ini berhubungan dengan Khalid, satu persatu ingatan masa lalunya kembali.
drtttt.. bunyi halus yang berasal dari pintu menyadarkan Khz dari lamunannya.
"Sayang aku kira kau sudah tidur, apa kau menunggu ku?" wajah lembut Khalid tertanam kuat di wajah Khz, saat ia mengingat kembali masa lalunya dengan Khalid rasanya hati Khz tak percaya, lelaki yang begitu mencintainya beberapa saat yang lalu malah ingin melenyapkannya. Ia tau rasa perih yang Khalid rasakan bisa berubah menjadi kebencian karna kesendirian dan beban hidup selama ini.
"Hmmm bukankah ini malam pertama mu dengan dokter itu?"jawab Khz dengan luguu
"Sayang apa kau bercanda? aku hanya mengenal 1 wanita di hidupku yaitu Nyonya Khz hanya dirimu."
"Oh iya.. sayang apa kau yakin dokter Arya tidak ada hubungan kekeluargaan dengan mu? kenapa aku merasa kau dan dokter Arya adalah ayah dan anak? setiap hari aku melihat dia memastikan tubuh mu semakin membaik, bahkan ia selalu mengingatkan para perawat untuk menambahkan obat-obatan mu dalam minuman dan makanan mu, agar proses penyembuhanmu berjalan dengan baik. apa ini perasaan ku saja? "
"dia ayah mu khalid, orang yang sudah membuat mu ada untukku, orang yang sudah berjuang untuk hidup mu, ingin aku mengatakannya saat ini khalid, aku benar-benar ingin melihatmu memeluknya dan memanggilnya ayah. apa kau benar-benar tak bisa merasakannya?". Khz membelai wajah Khalid dengan lembut, ia menundukkan wajahnya hingga air matanya jatuh.
"Sayang... kau menangis? apa aku salah? apa pertanyaanku melukaimu? maafkan aku, aku hanya penasaran aku hanya ingin tahu, maaf kan aku". Khalid begitu takut melihat kesedihan Khz.
"Tidak sayang.. aku baik-baik saja, aku hanya merindukan saat ini. Aku merindukan dirimu saat ini."
Khz memeluk Khalid dengan kuat, ia melihat pada kamera pengawasa, ia tahu saat ini pun dokter Arya sedang memperhatikan dirinya dan Khalid.
°°°°
Mona melintas di depan ruangan Khalid dan Khz, pintu kamar Khz terbuka sedikit, dan ia melihat pelukan Khz benar-benar tak ingin melepaskan Khalid, ia menyadari jika Khz adalah dunianya Khalid.
__ADS_1
"Aku tak ingin hanya menjadi peran pembantu dalam kisah kalian, liat saja Khz, aku akan membuat akulah satu-satunya Nyonya di kehidupan Khalid. Kalian sudah salah memilih orang, anda yang memaksa saya hadir dikehidupan anda tuan Khalid anda juga yang harus menerima saya di hidup anda."
Dokter Arya mengawasi gerak-gerik dokter Mona, ia merasa Mona adalah ancaman untuk Khalid,
"Apa ada yang bisa kau jelaskan padaku? apa kau merasa posisi mu saat ini tidak menguntungkan dirimu? aku tau kau merasa korban disini karna Khalid sudah merampas hidupmu. Tapi bukankah semua harus ada imbalannya? aku tidak merasa jika kesembuhan adikmu adalah alasan utama kau tetap berada disini?"
"Apa aku harus menjelaskan segalanya?, bukankah disini kita sama-sama orang asing? jadi aku rasa tidak ada yang harus dijelaskan. Mona tau jika Dokter Arya tidak berada di pihaknya.
Mona langsung berlalu meninggal Dokter Arya. Dokter arya terdiam tak merespon jawaban dari Mona. Saat Mona berlalu dari hadapannya, Dokter Arya langsung menuju kamarnya.
Ia mengeluarkan jarum kecil, ukurannya hampir seperti sehelai benang, ia memasukkan sampel darah yang ada pada jarum kecil itu pada alat yang terhubung pada komputernya. Seluruh data dari sampel itu tampil pada layar monitornya. Seluruh data itu melampirkan struktur tubuh Mona, DNA, kondisi tubuh bahkan emosional Mona terekam dalam data tersebut. Dokter Arya mengambil sampel darah Mona saat mereka berbicara sepintas tadi. Karna ukuran jarum yang sangat kecil, Mona tak merasakan jarum itu menusuk ujung jarinya.
Dokter Arya harus memiliki rekaman data tentang Mona untuk antisipasi hal buruk yang terjadi.
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
°
°
hayyyyy...
buat hari ini sekian dulu yah...
maefkeun author karna jarang update yah,
aktifitas direalstory author ternyata menyita seluruh waktu juga. soalnya pekerjaan author mengharuskan menggunakan kedua tangan saat bekerja. jadi emang harus ada waktu khusus untuk menuangkan ide di duniastory Khalid.
ada yang satu server ndak ama Mona? ada yang mau Mona bahagia? atau mau mona merusak kebahagian Khalid?
yuk bantun author,
coment yah
jangan lupa dukung author trus, biar rajin up yah.
muachhh salamcinta.
__ADS_1