My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
Kesepakatan


__ADS_3

Soon Ji terdiam sejenak memperhatikan wanita muda yang ada di hadapannya. Panggilan Khalid kembali menyadarkannya "Siapkan juga keberangkatan untuk teman Ren, untuk sementara ia ikut dengan kita."


"Baikkkkk tuan."


Soon ji masih tak melepaskan pandangannya dari Shali.


Dari lokasi penggalian mereka langsung menuju bandara untuk kembali ke negara S. Satu-satunya tempat teraman bagi Shali saat ini adalah di bawah perlindungan Khalid dan Keluarganya.


Suasana dalam pesawat pun hening, Ren menempatkan Shali di bangku istirahat. Agar ia bisa menenangkan dirinya. Kejadian yang di lalui Shali sudah pasti bukan pertama kalinya. Entah berapa kali kelompok itu mencoba mencelakai Shali.


Saat memastikan Shali sudah istirahat, Ren menghampiri Khalid " Papa... apa jaringan kelompok itu sudah aman?"


"Mereka hanya sekolompok tikus suruhan sayang, tapi karena ada beberapa orang yang melindungi mereka jadi jaringan mereka lebih berkembang dengan pesat. Tapi papa akan segera membuat perhitungan dengan mereka."


"Bisa kamu jelaskan kenapa tikus-tikus itu bisa berhubungan dengan mu?"


"jadi gini pa, Dalam tim arkeolog ini kami memiliki salah satu anggota yang mempunyai kemampuan khusus, ia di juluki The last mumi. Ia penghubung antara dunia masa lalu dan masa kini, jadi kelompok perampok makam itu ingin memanfaatkannya untuk memasuki makam murni yang memiliki simpanan harta bawaan yang bernilai tinggi. Misal makam tempat aku dan Shali bersembunyi sebelum orang suruhan papa menjemput. Makam itu dilengkapi dengan perlindungan tinggi seperti kutukan untuk jiwa yang berniat buruk."


"Menurut Shali mereka sudah berusaha untuk menculiknya lebih dari satu kali."


"Manusia sampah. Lihat saja jika ada yang berani melindungi tikus-tikus itu, Akan ku buat ia tak bisa menghirup panasnya gurun pasir esok."


Khalid benar-benar marah mendengar Penjelasan Ren.


Khalid langsung menugaskan Soon Ji,


"Soon Ji.. masukan seluruh nama orang-orang yang terlibat termasuk petinggi negara itu dalam daftar program inti kita, aku yang akan turun langsung untuk memusnahkan mereka. Kesepakatan kita dengan menteri pertahanan itu batal mereka tidak akan jera, tidak bisa di beri ampun."


"Satu lagi... cari tahu latar belakang wanita muda ini. Saat ini keselamatannya dibawah pengawasan kita. Dia juga bisa menjadi kunci untuk melenyapkan kelompok ini."


°°°°


Shali benar-benar tertidur pulas selama di perjalanan. Ia bahkan tidak terbangun sedikitpun. Ia tidur sangat tenang, wajah yang damai. Seperti tidak terjadi masalah apapun.


Ren membangunkan Shali karena mereka sudah sampai di bandara negara S.


Jadwal yang sudah disusun oleh tim Arkeolog terpaksa di undur karena adanya kejadian ini. Seluruh jadwal yang Ren susun disana terpaksa harus di batalkan karena ia lebih memilih mengamankan Shali, entah kenapa ia begitu merasa peduli pada Shali.


Mungkin karena selama ini ia adalah anak satu-satunya wanita di keluarganya. Saat bertemu Shali beserta keunikannya ia merasa memiliki saudara perempuan. Apalagi ketika melihat nyawa Shali benar-benar terancam malam itu. Jika tidak ada Ren, mungkin nasib buruk akan menimpa Shali seumur hidupnya.


°°°


Dari Bandara Mereka langsung menuju kediaman Khalid. Soon Ji langsung mengambil alih kemudi di mobil pribadi Khalid.

__ADS_1


Beberapa mobil iring-iringan bertugas untuk mensterilkan jalan agar Khalid segera sampai di kediamannya.


Dirumah Khz benar-benar kelihatan gelisah, ia mondar mandir sambil menggenggam tangannya. Sesekali ia menoleh pada dokter Arya. Ia benar-benar tidak tenang, walaupun Khalid sudah memastikan Ren aman bersamanya tetap Khz tidak tenang sebelum melihat langsung putrinya.


Mobil Khalid terdengar sampai di depan halaman rumahnya. Khz langsung mengejar mereka diikuti oleh dokter Arya, Oliver, Quill, dan Afnan.


"Ren..... Kau baik-baik saja sayang? apa kau terluka? apa kau merasa kesakitan? ini terakhir kalinya kau jauh dari mama. Tidak ada lagi alasan untuk pergi keluar negeri, Kau paham?"


"Ma...ma... tungguu dulu Ren baik-baik saja, mama lupa Ren punya ilmu beladiri? Ren baik-baik saja ma.."


"Mama tau sayang... tapi kau lupa mereka penjahat. Bagaimana jika mereka memiliki benda tajam yang berbahaya. Ilmu beladiri mu tidak bisa menahan serangan mereka."


"Pokoknya mulai dari sekarang, kau tidak boleh mengambil tugas di luar negeri, paham?"


"Khalid jika putrimu masih ingin menjadi dokter tolong beritahu padanya untuk menerima rumah sakit yang kau sediakan disini, Negara ini masih membutuhkan banyak dokter."


"Baiklah... apapun keinginanmu perintah bagiku."


Khalid tersenyum kecil melihat reaksi Khz memarahi Ren, Khz lupa jika dia dan Ren adalah 2 orang yang sama.


"Papa plisss...."


Ren putus asa, ia merasa ia harus menerima takdir untuk menunda keinginannya minimal sampai rasa khawatir ibunya hilang."


"Siapa wanita cantik ini Ren? Mama jadi tidak melihat ada tamu di sini,"


"Oh iya ini Shali Ma, temen satu tim arkeolog Ren di negara M."


"Oh... iya maafkan tante sayang, tante benar-benar tidak menyadari ada tamu, ok baiklah kita ngobrol di dalam yah."


Khz secara spontan menarik tangan Shali untuk masuk kedalam rumahnya. Tapi Shali dengan rekflek menolak sentuhan Khz. Khz langsung terkejut melihat penolakan Shali.


"Oh maaf... "


Khz langsung merasa Shali tidak menyukai keramahannya.


Shali langsung menunduk tanpa membalas tatapan Khz.


"Ma.... Shali baru saja terluka karena ditarik paksa oleh kelompok pencuri makam disana. Ada beberapa luka di tubuhnya."


"Terluka? dimana sayang yang sakit?"


" Lalu bagaimana? Kau sudah membawanya ke rumah sakit Sayang? ucap Khz pada Khalid

__ADS_1


"Aku sudah memanggil ambulance disana, kata dokter lukanya tidak terlalu dalam, Ia hanya butuh istirahat."


"Ohh begitu. Nanti tante akan buatkan racikan herbal untuk mempercepat penyembuhanmu yah."


Sesampainya di ruang tengah, Khz langsung menyuruh Ren membawa Shali kekamarnya.


Khalid dan dokter Arya langsung menuju keruangan kerjanya untuk merencanakan langkah selanjutnya.


"Mama siapkan obat herbal untuk Shali dulu dan kamar untuknya. Buat sementara ia istirahat di kamar kamu dulu yah."


"Ok mama."


Saat khz, Ren dan Shali sedang berbicara, Tiba-tiba Kidz datang. Tidak biasanya ia keluar dari kamarnya jam segini. Ia terlihat gusar sedang mencari sesuatu.


"Kidz.... aku baru saja mau ke kamar mu, apa kau juga mencemaskanku? hahahahah sini sini peluk.. Ren berjalan menuju Kidz yang sedang berada di kursi rodanya.


Bukannya merespon Ren ia malah mengalihkan pandangannya pada Shali.. Ia terlihat seperti orang terkejut, Kebingungan sekaligus ketakutan.


Ren memeluk Kidz, tapi Kidz menolak pelukannya Kidz tetap berusaha untuk menatap wajah Shali.


Shali juga menatap Kidz dengan dalam.


"Kidz... kau ini masih belum berubah yah. huft"


Kidz menatap Ren, dan berlanjut menatap Shali, seakan ia bertanya siapa wanita ini?


°


°


°


°


°


°


°


°


Ayoooo siapa yang bisa nebak siapa itu Shali.... hayooooooo

__ADS_1


__ADS_2