
Kidz membawa Shali pada pijakan dan posisi yang aman. Lalu ia melihat kesegala arah dan mulai mencari sesuatu.
"Keluarlah kau... Bukankah ini yang kau mau aku mengunjungi duniamu?"
"Hadapi aku dengan nyata.! Itupun jika kau mempunyai nyali."
Shali semakin bingung dengan sikap Kidz, "Manusia aneh ini berbicara dengan siapa?"
"Kidz apa kau sedang berfikir baik? ini bukan saat nya bermain lempar tangkap, atau sembunyi-sembunyi."
"Diam dan lihat.. jangan banyak komentar!"
Kidz yakin ini adalah perbuatan makhluk aneh itu, satu-satunya yang bisa menguasainya adalah Makhluk misterius itu.
Terakhir kali sebelum ia berada di tempat asing ini ia sedang bertempur melawan Makhluk misterius tersebut.
Jika ia terus berusaha mencari solusi untuk keluar dari tempat ini. Semakin ia akan terjerumus lebih dalam kedalam permainan monster itu.
"Apa kau pura-pura tidak mendengarku? dalam hitungan tiga jika kau tidak muncul berarti kau pengecut hanya berani bermain seperti bocah kecil."
Tiba-tiba seluruh tempat itu bergetar, berguncang hebat. Kidz dan Shali berpengangan satu sama lain.
"Apa ini bagian dari rencanamu Kidz? aku mulai takut.."
Shali benar-benar merasa ingin muntah karena goncangan hebat itu membuatnya sangat pusing.
"Hahahaha... kau ternyata pintar juga Kidz, Aku awalnya ingin membuatmu sedikit bingung dengan situasi ini. Tapi kau cepat menyadari bahwa kau sedang berada di dunia ku."
Tiba-tiba suara mengema mengisi seluruh perbukitan itu.
"Akhirnya kau muncul juga hah? aku bukan tandinganmu makhluk aneh."
"Benarkah? apa kau yakin aku bukan tandinganmu? Kau lupa bahwa aku satu-satunya yang bisa menguasai dirimu dan fikiranmu."
"Hahahahaha itu dulu, sebelum aku mengetahui bahwa kau hanya makhluk pengecut yang tidak mau menampakkan siapa dirimu sebenarnya."
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang datang seperti kilatan cahaya berdiri dihadapan Kidz. Ia menggunakan jubah putih dengan penutup kepala yang jubahnya hampir menyilaukan pandangan Kidz dan Shali.
"Apa kau menantangku anak kecil besar kepala?"
"Tentu saja aku menantangmu, karena aku tahu hanya akan ada satu pemenang selama ini, yaitu aku.!" Kidz dengan sengaja memancing amarah Makhluk ini agar ia bisa mengetahui kelemahannya.
Saat ini ia bertanggung jawab atas keselamatan Shali. jika Makhluk ini menguasai fikiran Shali, maka hancur sudah perjuangan Kidz selama ini melindungi Shali.
"Mari kita bermain secara nyata, jangan gunakan ilusimu untuk membuat kami menyerah."
"Hahaha kau sungguh cepat memahami keadaan."
"Bagaimana jika kita melakukan trik untuk menebus kebebasanku?"
"Baiklah aku setuju, Jika kau menang kau mendapat kebebasanmu. Jika kau kalah aku berhak atas dirimu, fikiranmu bahkan seluruh kehidupanmu. Termasuk Seluruh keluargamu akan berada dibawah kendali ku."
"Bagaimana?"
Kidz tau saat ini Makhluk pengecut ini sedang berusaha untuk menjebaknya. Bertahun-tahun ia menguasai fikiran Kidz, tentunya tidak dengan mudah ia melepaskan Kidz kembali.
"Aku setuju."
Yang membuat ia sedikit tenang adalah saat ini Shali masih dalam kondisi aman dan sehat bersama dirinya.
"Baiklah jika kau setuju mari kita mulai permainannya."
"Pertama kau harus memilih satu dari antara dua isi dari telur ini."
Makhluk ini menggenggam dua butir telur diatas kedua tangannya.
"Setelah kau memilih salah satu telur ini, mau tidak mau kau harus berjuang untuk memecahkan tantangan dari apa yang kau pilih."
"Baiklah aku terima."
°°°
__ADS_1
Dikediaman Kidz Khalisa kembali membangun komunikasi dengan Shali, tapi ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan putrinya.
Akhirnya ia memutuskan untuk membaca perasaan Shali putrinya. Agar dengan begitu ia mampu untuk merasakan sekeliling dimana tempat keberadaan
putrinya.
Khalisa merasakan kebingungan dari Shali, ketakutan dan rasa penasaran bercampur dalam perasaan Shali. Khalisa menangkap saat ini Shali tengah mencerna perkataan dari sumber suara asing.
"Tunggu,,, aku merasakan bahwa kali ini mereka tidak berdua saja, aku merasakan kehadiran orang lain di tengah-tengah mereka."
"Tidak bisakah kau menangkap visual dari fikiran Shali? agar kita bisa lebih jelas melihat apa yang sedang terjadi."
"Kidz terbiasa membentengi fikiran Shali dengan penuh, Aku akan sulit untuk menguasai visual dalam fikirannya."
"Tapi jika perasaan Shali tentu saja Shali memiliki peran penuh atas dirinya, karena itu hanya perasaannya yang bisa aku masuki dengan baik."
"Benar juga, tentu saja Kidz tidak akan membiarkan seseorang dengan begitu saja menguasai fikiran Shali."
"Demi apapun.. tunggu....tunggu. Aku rasa aku tahu Kidz dan Shali sedang berada dimana."
Sontak Khalid langsung kaget, "Maksudmu dokter?"
"Kidz dan Shali saat ini sedang berada di bawah kendali makhluk itu."
"Hamparan luas gersang dan tiba-tiba berubah menjadi air, lalu dengan seketika berubah menjadi tempat asing yang lain."
"Sudah jelas satu-satunya yang bisa melakukan keanehan ini hanya Kidz dan makhluk itu."
"Jika perkiraanmu benar dokter, Artinya keponakanku dan Kidz dalam bahaya?"
Seluruh isi ruangan itu berubah menjadi hening, hingga langkah kaki Rennuy memecahkan keheningan.
"Ini akan semakin sulit ucap Khalid."
"Arghhhh apagunanya kemampuan dan kekayaanku. Aku hanya bisa diam saat anakku berada di dalam bawah kendali makhluk asing."
__ADS_1
Rennuy langsung dengan cepat membaca situasi.
"Sabarlah papa, kita harus memecahkan misteri ini dengan tenang. Aku yakin mereka akan baik-baik saja."