
Dokter Arya lega, satu masalah terpecahkan "Terkadang rasa cemas yang berlebihan menjadi otak berfikir terlalu jauh untuk bertindak. Padahal kesederhanaan dan ketenangan pola pikir adalah kunci ketenangan."
Dokter Arya tidak menyangka keputusannya untuk melakukan program bayi tabung pada Khalisa menjadi langkah awal dan paling tepat kesembuhan Kidz.
Bahkan mampu membuat Kidz memiliki kemampuan luar biasa, yang melebihi dari kekuatan Khalid. Ia tidak bisa membayangkan jika Khalid mengetahui kemampuan putranya entah hal apa yang akan dia lakukan.
"Shali apa kau lelah? kau ingin istirahat? mari aku antar ke kamar." Ren merasa Shali butuh waktu untuk menenangkan diri.
"Baiklah Ren, permisi Kakek, Kidz aku izin ke kamar dulu."
"Tunggu.." Kidz menghentikan langkah Shali dan Ren.
"Jangan ada yang keluar dari ruangan ini sampai aku kembali ke ruangan ini."
Tanpa penjelasan apapun Kidz langsung keluar dari ruangan ini dan mengubah kaca pembatas ruangan berubah menjadi dinding datar. Ia membuat perisai antara ruangan tersebut.
Ia langsung mengubah visual Ruangan menyerupai tampilan ruangan awal.
"Apa yang kau inginkan?" Kidz menyadari kedatangan DeathLine.
"Hahaha... aku menunggu kedatanganmu dari tadi, ternyata kau sedang asik dengan keluargamu dan wanita muda itu."
"Sial dia mengetahui keberadaan Shali."
"Tentu saja aku mengetahui keberadaannya selama ini. Kau kira hanya kau yang mampu menguasai segala hal."
"Kau sudah melampaui batas, Kau sudah masuk dalam wilayah pribadiku."
"Hahaha. Kau kira dunia ini tercipta hanya untuk orang suci seperti mu? Aku hanya menginginkan nyawa OneZero, aku tidak pernah mengganggu kepentinganmu selama kau menuruti keinginanku."
"Kenapa tidak kau saja yang melenyapkannya? Kenapa harus aku? bukankah omonganmu sebesar kemampuanmu?" Kidz mulai terpancing emosi menghadapi monster ini.
"Hahaha. Aku butuh orang sepertimu untuk mewujudkan duniaku."
"Kau... terlalu sombong, Kau kejam. Apa kau ingin menjebak ku? Kau pasti tahu hubunganku dengan nya. Mana mungkin aku melenyapkan hal paling berharga di hidup ku."
"Tidak ada hal yang paling berharga di dunia cyberg. Kau tahu dunia ini tidak memiliki identitaskan. Dunia ini tidak pernah nyata. Apalagi hubungan keluarga."
"Apapun alasanmu, aku tidak akan membiarkan kau menyentuh ayah ku."
"Akan ku pastikan kau menyesal telah mengganggu ketenangan hidupku."
"Mari kita lihat Kidz. Seberapa besar kekuatanmu."
__ADS_1
DeathLine masuk dalam sistem program otak Kidz. Ia memberikan gelombang getaran yang kuat. Kemampuan daya serap otak Kidz langsung menurun.
"Kau terlahir lemah. Kemampuan yang kau asah selama ini akan aku kuasai."
Kidz tertunduk sambil mengerang kesakitan menahan serangan dari DeathLine.
"Hentikan... hentikan kau akan menyesal melakukan ini argh..."
Kidz hampir terjatuh dari kursi rodanya karena menahan rasa sakit yang luar biasa.
Tiba-tiba Shali merasa sakit yang luar biasa juga di kepalanya.
"Shali kau kenapa? kau baik-baik saja?"
"Shali kenapa ini kakek, tolong lakukan sesuatu."
"Kidz dalam bahaya Ren, gelombang otak yang dimiliki oleh Shali dan Kidz saling terhubung. Ini akan berakibat buruk bagi mereka."
"Lalu kita harus bagaimana Kakek?"
Tunggu kakek ada ide, ini satu-satunya cara untuk membantu Kidz dan Shali.
"Shali kau dengarkan aku baik-baik. Kau tahu ibumu Khalisa hampir meregang nyawa karena program otak buatan yang di ciptakan oleh Khalid ayahnya Kidz. Bibimu Mona dipaksa untuk menyetujui tindakan operasi untuk menanamkan otak buatan di tubuh ibumu, Dan Khz ibunya Kidz melakukan taruhan yang luar biasa untuk menukar nyawa ibumu dengan Kidz. Kau paham? semua bermula dari keegoisan mereka atas nyawa seorang anak. Hingga hampir mengorbankan nyawa ibumu."
"Ini bukan waktu yang tepat dokter,"
Shali hampir tak kuasa menahan rasa sakit
"Justru ini waktu yang tepat untuk memberi Kidz pelajaran. Karena dia keluargamu terpisah."
"Ayo cepat.. balaskan masa kecil mu yang hilang, kau seharusnya memiliki keluarga yang utuh."
"Ayo Shali... kau bisa. Kau harus bisa."
"Diam... hentikan.."
Shali terpancing dengan perkataan dokter Arya. Ia begitu emosional mengingat ia memiliki waktu yang hilang bersama Soon Ji ayahnya. Seharusnya ia bisa seperti anak-anak yang lain yang memiliki ayah ibu dan keluarga yang harmonis.
Emosionalnya memengaruhi sel otaknya untuk bekerja Aktif, sel otak itu saling terhubung dan semakin kuat. Penyerapan kapasitas otak Shali hampir 50 persen, diluar kesadarannya.
Arghhhh ruangan itu seketika berubah menjadi hampa, gelap dan datar. Begitu juga dengan Kidz. Ia dan Kidz masuk kedalam dimensi yang sama.
Saat Shali tersadar ia mendapati Kidz sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
"Kita dimana Kidz.?"
"Aku juga tidak tahu Shali. Sepertinya kita tertarik pada dimensi yang sama."
°°°
Seluruh listrik dan daya di kota itu mendadak mati. Termasuk daya di rumah Khalid.
ini pertama kalinya pemadaman listrik secara serentak di daerahnya.
Khalid langsung menstabilkan dayanya dan memerintahkan Soon Ji untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia baru tersadar jika dokter Arya sudah tidak ada di ruangan itu.
"Dimana dokter Arya Soon Ji,? apa kau melihatnya?"
"Tidak tuan, aku kira ia masih disini."
"Baiklah tolong lanjutkan itu, aku akan mencari dokter Arya sebentar. Ada hal yang ingin aku tanyakan."
"Baik tuan."
Saat Khalid keluar dari ruangan nya. Tiba-tiba salah satu asisten rumah tangganya datang dengan terburu-buru.
"Tuan. ada 2 orang wanita memaksa masuk. Apa harus saya izinkan masuk? mereka bilang ingin menemui tuan."
"Saat ini mereka masih diluar pagar depan tuan."
"Tunggu biar saya pastikan siapa mereka, anda bisa kembali bekerja, terimakasih."
"Siapa mereka? aku merasa tidak membuat janji apapun"
Khalid langsung membuka kamera pengawas dari handphonenya. Ia langsung mengecek siapa tamu yang dimaksud asisten rumah tangganya.
Alangkah terkejutnya Khalid saat melihat rekaman dari kamera pengawas itu ternyata Mona dan Khalisa sedang berada di dalam mobilnya menunggu untuk masuk ke dalam kediaman Khalid.
Ia langsung membuka pagar nya secara otomatis dan ia langsung berjalan dengan cepat menuju pintu rumahnya.
Mona dan Khalisa memasuki pekarangan rumah Khalid. sampai di depan pintu rumah Khalid ia langsung turun dari mobil dengan cepat ia menghujam Khalid yang tengah berdiri didepan pintu masuk utamanya. "Dimana Anakku. Dimana Alesha?
Khalid terdiam, orang yang belasan tahun ia cari dengan susah payah malah datang dengan sendirinya kembali. Tapi Khalid tidak memahami maksud dari amarah Khalisa, mereka menanyai dimana anaknya.
"Maksudmu Alesha? bukankah ia bersama kalian.?"
"Kami kehilangan kontak darinya dalam beberapa hari. Lokasi terakhir yang kami dapat ia berada di negara S."
__ADS_1
Aku yakin Alesha disini, karena dari data penerbangannya ia menuju kenegara ini bersama pesawat pribadi dan aku yakin ia menemui mu dan Soon Ji.