My Code Ilunga..

My Code Ilunga..
LineDeath


__ADS_3

"Shali, untuk memahami apa yang terjadi pada Kidz saja aku sudah tidak sanggup, dan sekarang kau menyudutkanku dengan permintaan aneh ini. Yang satu ingin pergi, yang satu ingin tinggal. Lalu kalian membuat aku berada di antara keduanya."


"Bisakah kau beri aku waktu satu malam ini saja untuk istirahat. Lagi pula kenapa tidak Kidz saja yang mengeluarkan mu dari rumah ini. Dan kau kenapa tidak bicara langsung padanya atas ketidak nyamanan mu selama ini?"


"Bukankah itu lebih mudah daripada membuat aku bingung?"


"Ren kau lihat tadi? dia bisa mengendalikan sesuatu tanpa harus menyentuhnya. Setiap aku masuk dalam dimensinya lalu aku ingin bertanya padanya kenapa selalu hadir dalam fikiran dan kehidupanku ia selalu mencari peralihan. Ia seperti membuat benteng yang kokoh. Ia tidak ingin terhubung langsung denganku."


"Okeh begini, bagaimana jika kau melihat masa laluku yang berkaitan dengan Kidz. Aku rasa kau akan menemukan alasan atau sesuatu disana. Karena tadi Kidz sempat mengatakan jika energiku dan energinya sama karena kita kembar identik, walaupun jenis kelamin kita berbeda."


"Aku rasa itu ide bagus Ren."


"Baiklah... bagaimana cara kerjanya? apa kita bisa mulai sekarang?" Ren berusaha untuk mengabulkan permintaan Shali tanpa harus mengabaikan keinginan Kidz.


"Bisa Ren, aku akan menyentuh ujung jarimu dengan tangan kanan ku."


"Baiklah... tapi tunggu, bagaimana jika kau hanya melihat visual harapan masa depanku? itu akan membahayakanmu bukan? kau bisa terjebak disana."


"Kau benar... hmmm okeh begini saja. Aku akan mengeluarkan suara agar kau bisa mengarahkanku apakah aku berada di masa yang tepat. Tentu saja kau masih memiliki ingatan masa kecilmu kan?"


"Bagaimana?"


"Okeh.. ide bagus."


°°°°


Dikamarnya Kidz kembali keruang rahasianya. Sesaat setelah Ren keluar dari kamarnya. Ia kembali mempelajari pesan rahasia yang ia terima tadi.


Ia membuka kembali pesan tersebut yang tertampil dalam bentuk hologram.


"Musnahkan Onezero"


Ia langsung membuka seluruh file data tentang onezero. Ia sama sekali tidak membutuhkan perangkat apapun. Ia cukup mengarahkan fikirannya untuk membuka program yang ia inginkan. Dan dengan gampang ia meretas tanpa diketahui oleh siapapun. Karena program yang ia jalankan tidak memiliki alamat atau identitas IP.

__ADS_1


Berbeda dengan cyberg lainnya. Harus memiliki kontrol dan ciri Khas dalam menjalankan suatu program.


Tidak membutuhkan waktu lama ia berhasil mengumpulkan data satu persatu mengenai Onezero yang berbentuk daftar hologram.


Betapa terkejut tubuhnya saat mengetahui jika onezero adalah Khalid Ayah kandungnya sendiri. Selama ini memang tidak ada yang mengetahui indentitas Khalid dalam dunia maya. Apalagi ia kali ini menggunakan Program intinya.


"Apa hubungan Papa dengan Pengirim pesan ini? kenapa ia mengincar nyawa papa?"


"Sial... ia sengaja memancing amarah ku.? Tidak ada yang bole menyentuh papa.!


"Apa ini ada hubungannya dengan Kasus Negara M?"


Benar saja, Kidz berusaha meretas aktifitas Khalid dalam dunia maya. Ia melihat ayahnya tengah berusaha meretas program Bank Luar negri untuk melakukan pemindahan sejumlah aset beharga.


Ayahnya juga sedang mengacaukan perjanjian ilegal pasar gelap di luar negri. Termasuk melumpuhkan beberapa perusahaan yang menjadi sumber dana bagi para pengelola aset ini.


"Semua yang dilakukan papa bukanlah hal yang salah. Apa ia dengan sengaja memberi ku pesan karena ia tahu hubunganku dengan papa.?"


Kemampuan Kidz memiliki penguasaan diluar batas, ia benar-benar seperti satu sistem paket lengkap yang bisa mengendalikan apapun. Ia dapat menggunakan 100 persen dari kapasitas otaknya.


Tugas Kidz selama ini bukanlah tugas biasa, ia mengatur penjemputan bagi tentara perdamaian negara. Ia bertugas memantau keadaan prajurit yang berada di zona perang. Seluruh sistem jaringan yang terhubung atas kendali dirinya. Ia mengasah kemampuannya dengan baik. Itupun tanpa arahan atau bayaran dari pihak manapun. Dengan kata lain ia nemiliki jaringan satelit pribadi. Ia melakukan ini semua agar Dimensi yang ia miliki berada pada energi yang aman.


Berbeda dengan LineDeath, Ia memiliki tujuan yang berbeda. Menguasai dan tidak dikuasi. Itu yang menjadi musuh tersendiri bagi Kidz, Saat diserang oleh LineDeath Kidz hampir goyah, Tapi karena kehebatan dan kelihaian otaknya dalam mengelabui lawannya, ia mampu terlepas dari kekacauan yang LineDeath timbulkan.


Sampai saat ini ia masih belum berhasil melacak identitas LineDeath. Karena itu Ia lebih memilih memperkuat keahliaannya dari pada harus melawan musuh yang berbahaya seperti dia.


Satu-satunya cara untuk mencari tahu alasan LineDeath ingin melenyapkan ayahnya adalah berkomunikasi dengan LineDeath.


Ini adalah hal yang paling di benci Kidz


Selama puluhan tahun Kidz tidak pernah menghubungi LineDeath. Monster ini hanya muncul untuk mengganggu ketenangan Kidz. Sesuatu yang tidak Kidz sukai.


Kali ini ia harus berurusan langsung dengan LineDeath, ini menyangkut nyawa ayahnya. Ia harus melindungi ayahnya.

__ADS_1


Shali saat ini berada di dekatnya. Jika LineDeath tau selama ini Kidz juga melindungi Shali. Ini bisa jadi senjata untuk menyerang Kidz.


"Aku juga tidak mungkin memberi tahu papa jika ia dalam bahaya saat ini, ini sama saja dengan membongkar identitasku yang sebenarnya."


"Kau sangat suka menganggu ketenangan ku, Sial.!" Kidz bosan harus berurusan lagi dengan LineDeath.


"Jika aku mengundangnya untuk datang pasti ia akan tahu keberadaan Shali. Mau tidak mau aku yang harus melenyapkannya secara langsung."


"Dia sudah melampaui batas. Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh papa. Kau lihat saja, siapa yang sedang kau hadapi.!"


°°°°


Shali memulai proses memasuki masa lalu Ren. Ia menyentuh jari Ren dan ia memasuki masa kecil Ren, ia melihat Ren berusia diantara 2-3 tahun lebih kurang. Ia melihat hal normal seperti anak kecil pada umumnya. Ia melihat kehangatan keluarga yang luar biasa.


Saat Shali tengah memperhatikan Ren kecil dan 3 saudara lainnya nya sedang bermain di taman. Ia memperhatikan satu anak kecil sebaya Ren yang berada dalam ruangan. Anak kecil itu terlihat lemah hanya terbaring di atas tempat tidur dan dipenuhi dengan alat bantu kesehatan. Mata anak itu begitu sedih melihat keramaian yang di ciptakan Ren dan yang lainnya.


"Apa dia Kidz?"


"Maksudmu?"


"Anak laki-laki yang terbaring lemah itu? Sepertinya ia tidak mampu menggerakkan tubuhnya."


"Aku rasa kau berada disaat Kidz masih mengalami kelumpuhan otak."


Shali benar-benar seperti sedang berada di masa lalu yang nyata. Bahkan ia bisa dengan leluasa mengeluarkan suara tanpa ada yang menoleh ke arahnya.


Tiba-tiba saat ia tengah memperhatikan Kidz, ada beberapa orang datang masuk ke ruangan anak laki-laki itu menggendong bayi perempuan.


Ia mendengar dengan seksama isi percakapan mereka. Saat ia memperhatikan wajah wanita disamping laki-laki itu ia melihat ibunya Khalisa.


"Ibu? apa kau ibu?. Ya Tuhan, jika dia ibu berarti bayi perempuan itu diriku?"


"Dan laki-laki yang menggendongku adalah Ayah?"

__ADS_1


"Ayah masih hidup? Ya Tuhan... bukankan dia adalah asisten pribadi tuan Khalid.?"


Shali benar-benar terkejut melihat kenyataan yang berada di hadapannya.


__ADS_2