
...“Kenyataan ini begitu pahit, sampai-sampai air mata ini tak lagi sanggup menetes”...
...***...
“Jo, jujur dulu saat kita masih pacaran. Aku bahagia banget, beda dengan pacar-pacar aku sebelumnya. Sama kamu enjoy, kamu bikin nyaman, sampai akhirnya tanpa sadar aku termakan sifat buaya kamu. Dan karena kesalahan yang kamu perbuat berulang kali. Sulit untuk percaya dan balik sama kamu lagi Jo. Kamu selingkuh sekali, aku maafin. Kenapa saat aku beri kamu kesempatan dulu, kamu gak memanfaatkannya untuk berubah?
Lalu kamu selingkuh untuk kedua kalinya, padahal saat itu aku masih mau maafin kamu. Tapi kamu malah mutusin aku. Kenapa baru sekarang kamu berubahnya? Kalau sekarang terlambat Jo. Hati aku udah berpindah, gak ada lagi perasaan yang tersisa untuk kamu,”
Setelah Zanna mengucapkan itu, suasana diantara mereka hening. Hanya terdengar obrolan dari pengunjung cafe lain yang memenuhi pendengaran mereka. Zanna berdiri, mengajak Jordan untuk pulang, dan Jordan hanya mengikuti. Mereka berjalan menuju mobil.
Dalam perjalanan menuju rumah Zanna, suasana tetap hening. Tak ada yang berani membuka suara, baik Zanna maupun Jordan. Zanna hanya fokus menatap bangunan yang mereka lewati dan Jordan fokus menyetir.
Dan pada akhirnya mereka sampai di rumah bernuansa putih. Zanna keluar dari mobil, disusul Jordan. Zanna berdiri dihadapan Jordan, mereka sama-sama mengalihkan pandangan ke arah lain.
“Za!” panggil Jordan yang akhirnya sedikit memecah kesunyian diantara mereka. “Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf. Aku menyesal. Maaf karena dulu menyia-nyiakan kamu. Aku juga dengan tidak tahu malunya ngajak kamu balikan. Maafin aku Za,” Zanna tersenyum ke arah Jordan. Ia maju selangkah lebih dekat dengan Jordan. Memegang kedua tangan kekar Jordan.
“Aku udah maafin kamu, dan sebagai permintaan maaf. Kamu harus kasih aku sesuatu,” Jordan melihat pegangan tangan Zanna, lalu melihat ke arah Zanna.
“Kamu mau apa?” tanya Jordan.
“Aku mau...kamu jangan pernah melakukan hal yang sama lagi pada orang yang berhubungan dengan kamu nantinya. Jangan nyia-nyiain orang. Aku tahu dengan mantan kamu sebelum aku, pun kamu selingkuh. Jangan pernah sakiti perempuan Jo. Tapi...beda cerita kalau kamu yang disakiti sama perempuan, minta di jitak dia berarti,” Jordan tertawa dan Zanna pun ikut tertawa dengan candaanya itu. Zanna melepas pegangan tangannya.
“Tapi walaupun kita udah gak ada hubungan. Kita tetap temanan kan?” tanya Jordan.
“Tentu aja dong. Lagian pertemanankan sebuah hubungan Jo,” balas Zanna.
Mereka kembali tertawa. Lalu setelah asik tertawa dan mengobrol sebentar. Jordan pamit pulang dan Zanna melambaikan tangan ketika mobil Jordan pergi menjauh dari pandangannya.
“Huaaaaa...Ivan! Kalau aja sampai saat ini aku gak ketemu kamu. Mungkin aku akan terima Jordan kembali. Tapi...kenapa ya aku bisa suka sama kamu padahal ketemu kamu juga baru beberapa kali. Apa hanya karena kamu orang pertama yang nolak aku? Masa hanya karena itu?” Zanna berbicara sendiri di depan rumahnya.
“Halah lo! Dulu lo baru beberapa kali jumpa sama beberapa mantan lo termasuk Jordan juga langsung suka, langsung lo kejar. Jadi gak usah aneh kalau sekarang lo melakukan hal yang sama,” suara seseorang di belakang Zanna mengejutkan gadis itu. Zanna melihat orang yang berada di belakangnya. Lalu memandang heran.
“Kok lo dirumah gue?” tanya Zanna pada Riana. Ya, Riana berada di rumah Zanna.
“Ibu nyuruh gue tidur ditempat lo. Katanya gantian, masa lo terus tidur di rumah gue,” Zanna membuka pagar rumahnya, lalu berjalan ke arah Riana.
Zanna menggandeng Riana, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. “Ibu perhatian banget, tahu aja gue emang butuh teman cerita. Eh btw sejak kapan lo ada dibelakang gue?”
“Dari awal Jordan minta maaf ke lo. Tapi gue sembunyi dibalik tanaman, pas Jordan pergi baru gue ada dibelakang lo,” Zanna berdecih.
...***...
“Terus sekarang lo mau nelfon om duda itu?” tanya Riana setelah mendengarkan apa yang terjadi pada Zanna malam ini. Kini mereka tengah duduk dibalkon kamar Zanna.
Zanna mengangguk dengan semangat. “Tapi cuma bisa lima menit, sesuai dengan yang gue bilang ke Ivan,” Zanna mengambil handphonenya, lalu menyalin nomor handphone yang ada di tangannya. Untung saja angka-angka yang tertulis ditangannya tidak menghilang.
__ADS_1
“Loh?! Kok gini?” ekspresi wajah Zanna yang semula ceria berubah dengan kebingungan. Riana mendekat ke arah Zanna.
“Kenapa?” tanya Riana. Zanna memberikan handphonenya pada Riana.
Riana mengambilnya dan melihat apa yang terdapat pada layar handphone itu. Nomor yang Zanna catat langsung tertuju pada satu nomor. Yaitu nomor dosennya, Bimo.
“Loh?! Kok nomornya pak Bimo? Eh iya, pak Bimo kan temannya si Ivan itu kan? Sumpah, lo dikerjain sama dia Za,” Riana memberikan handphone milik Zanna. Lalu ia tertawa terpingkal-pingkal. “Kasian banget lo Za. Gara-gara ini gue jadi curiga, jangan-jangan Ivan Widjaya itu bukan nama dia sebenarnya,”
“Gak mungkinlah. Mungkin dia masih merasa belum pas untuk ngasih nomor dia, tapi kalau nama gue yakin nama dia Ivan,” Zanna sebenarnya juga berpikiran yang sama, apalagi selama bertemu ia sudah bisa menilai. Ivan bukanlah orang yang terbuka dan mudah dekat dengan seseorang. Jadi tidak heran jika Ivan berlaku seperti ini, dan memang mungkin saja Ivan itu bukan namanya.
Tapi Zanna mencoba menepis itu, ia tetap mencoba meyakinkan dirinya bahwa Ivan itu memang nama pria itu. Zanna terdiam, ia merasa sedikit sedih. Betapa sulitnya membuat pria itu luluh.
“Coba lo chat pak Bimo, Za. Tanyain apa iya nama cowok itu emang Ivan?” Zanna menggelengkan kepalanya.
“Gue yakin nama dia emang Ivan. Ngapain nanyain hal yang emang udah pasti,” Zanna pergi ke dalam, lalu membaringkan badannya di ranjang.
Riana ikut masuk kedalam. Lalu ia melihat Zanna telah menyelimuti seluruh badannya. Riana tertawa kecil melihat itu. Saat Riana melihat handphone Zanna tergeletak di nakas samping tempat tidur. Pikirannya langsung memikirkan suatu hal. Ia mengambil benda persegi itu. Membukanya, lalu membuka aplikasi chatting. Mencari nama Bimo.
Riana mengirimi pesan pada Bimo atas nama Zanna. Ia mencoba meniru gaya ketikan Zanna. Selang beberapa lama pesan balasan datang. Riana langsung menanyakan maksud tujuan ia mengirim pesan pada Bimo.
...Pak Bimo Dosenku...
^^^Malam pak Bimo:)^^^
^^^Maaf ganggu waktu bapak^^^
^^^Saya mau nanya sesuatu pak^^^
^^^Tapi ini diluar materi kuliah^^^
Ya, silahkan
^^^Ini soal teman bapak^^^
^^^Ivan Widjaya, apa benar itu memang nama dia?^^^
Gak tau
^^^Kok bapak gak tau^^^
^^^Gak mungkinlah^^^
^^^Kan bapak temannya^^^
^^^Please pak kasih tau saya^^^
__ADS_1
^^^Kalau gak saya akan spam chat bapak, telfonin bapak^^^
Kamu ini
Yayaya itu bukan nama dia
Sudah jangan tanya saya soal hal diluar kuliah
Tebakan Riana ternyata benar. Riana terdiam, lalu ia menghela nafas. Merasa kasihan sekaligus merasa ini lucu. Tapi daripada Zanna tahu belakangan, lebih baik ia tahu dari sekarang.
Riana menarik selimut Zanna, lalu memperlihatkan Zanna yang telah tertidur. Riana mencubit pipi Zanna, mencoba membangunkan. Zanna melenguh sedikit, lalu perlahan membuka matanya.
“Rii...jangan ganggu gue. Gue ngantuk, semalam gue gak ada tidur gara-gara ngerjain tugas pak Bimo,” Zanna menarik selimutnya kembali, tapi ditarik lagi oleh Riana.
“Nih coba lihat,” Riana memberikan handphone Zanna pada pemiliknya. Zanna menguap, lalu dengan lunglai ia mengambil handphonenya yang menyala. Zanna melihat apa yang ingin Riana tunjukkan. Seketika mata Zanna terbelalak, rasa kantuknya tiba-tiba hilang. Tangan Zanna terasa lemas.
“Sabar ya Za,” Riana mengelus punggung Zanna, lalu berbaring disamping Zanna dan mencoba untuk tidur. Zanna mencubit Riana.
“Lo gak boleh tidur. Ini gara-gara lo, temani gue begadang. Kita nonton film atau drama yang bikin nangis. Gue mau nangis,” Zanna turun dari tempat tidurnya. Mengambil laptop, lalu menyodorkannya pada Riana.
Riana terpelongo lalu menghela nafas. Tapi tetap menuruti kemauan Zanna. Semalaman mereka menonton. Mereka tertawa bersama, dan pada akhirnya ruangan kamar Zanna dipenuhi dengan tangisan mereka berdua.
.......
.......
.......
...#pojokanauthor...
...Hai eps 8 update^^...
...Semoga suka ya...
...Tetap stay tuned^^...
.......
...Seperti biasa jangan lupa like, vote, comment, dan share^^...
.......
...Wanita penghuni surga (Aamiin^^)...
__ADS_1
...Leonita_Wi...
...XOXO🍁🍀❤️...