
...“Aku pikir semakin dekat diriku denganmu, akan membuat semuanya mudah. Tak peduli kamu peduli apa tidak. Tapi ternyata hati ini menginginkan dirimu untuk sedikit saja peduli padaku”...
...***...
“Bapak bakal datang gak di wisuda saya nanti?” Zanna menatap Abi dengan penuh harap. Berharap pria itu datang melihatnya wisuda nanti.
“Saya usahakan datang jika jadwal saya tidak padat,” Zanna tersenyum mendengar itu. Zanna pikir pria itu akan langsung mengatakan tidak. Nyatanya Abi tetap mau mengusahakannya.
Malam itu mereka tengah menikmati dessert yang dihidangkan. Namun, tiba-tiba suara handphone milik Bimo berdering. Bimo mengangkat telfon tersebut dihadapan Abi dan Zanna. Ternyata telfon dari ibu Bimo.
“Sepertinya saya harus pulang duluan. Saya ada urusan dengan keluarga. Apa tidak masalah saya tinggal kalian berdua?” Zanna mengangguk, tentu saja ia tak masalah asal masih bisa berdua dengan Abi.
“Kalau pak Bimo pulang. Sepertinya kita harus mengakhiri makan malam ini. Saya juga pamit kalau begitu. Nanti jika ada kesempatan dilain waktu kita adakan makan malam lagi,” Bimo hanya mengangguk mendengar ucapan Abi. Tapi tidak dengan Zanna, ia cemberut karena Abi tak ingin lebih lama bersamanya.
Mereka berjalan keluar dari cafe tersebut bersama-sama. Karena buru-buru, Bimo langsung menuju mobilnya. Sebelumnya Bimo mengatakan pada Abi, untuk mengantarkan Zanna pulang. Namun, tentu saja Abi akan menolak. Gadis itu bisa saja naik taksi atau transportasi lainnya.
“Ya sudah. Zanna saya pulang duluan. Kamu hati-hati di jalan,” Zanna mendengus, ia pikir Abi akan menawarinya untuk mengantar pulang. Tetapi nihil, pria itu malah seakan-akan ingin cepat pergi.
Saat Abi berjalan menuju mobilnya. Ternyata Zanna mengikutinya. Zanna tersenyum ketika Abi berbalik menoleh ke arahnya. Abi mengerutkan keningnya, ada apa dengan gadis ini?
“Ada apa Zanna?” tanya Abi.
“Bapak gak mau gitu ngantarin saya pulang? Saya gak berani naik taksi malam-malam begini?” bohong! Zanna sudah biasa naik taksi atau transportasi lain saat malam hari. Ini ia lakukan hanya untuk menarik simpati dari Abi.
“Hari belum terlalu malam. Biar saya pesankan taksi untuk kamu, jadi saya bisa pantau dan kamu tidak perlu takut,” pria ini benar-benar pintar. Zanna tampak berpikir.
“Tapi tetap aja pak saya gak berani. Saya takut diapa-apain,” Abi menelusuri mata Zanna. Melihat kebohongan dari sana, tapi nihil. Ia tak melihat kebohongan dalam mata Zanna. Benarkah ini perempuan yang waktu itu tiba-tiba mengajaknya kenalan, yang tiba-tiba mengganggu makan malamnya? Tidak mungkin Zanna yang waktu itu ia temui, tiba-tiba memiliki ketakutan naik kendaraan umum saat malam hari.
Tiba-tiba ada sebuah mobil menghampiri mereka. Saat kaca mobil diturunkan. Zanna bisa melihat siapa orang yang ada di dalam mobil tersebut. Gamma. Ada apa lagi dengan pria ini, kenapa ia datang lagi?
“Hai Za! Kebetulan banget kita ketemu disini. Kamu mau pulang ya? sama aku aja ya?” Gamma melihat Abi, pria tadi yang mengancamnya.
Zanna menggelengkan kepalanya. “Gue gak mau. Lo pulang aja sendiri, gue bisa naik taksi,” Abi melirik Zanna. Apa tadi Zanna berbohong?
__ADS_1
“Gue gak akan apa-apain lo Za. Percaya sama gue,” Zanna kembali menggeleng.
“Kalau gue bilang gak mau ya gak mau Gamma,” Gamma mendengus kesal, netranya melirik tajam ke arah Abi. Jika tidak ada pria ini, mungkin Gamma akan langsung menarik Zanna masuk ke dalam mobil. Sebelum memutuskan pergi, Gamma menatap sinis Abi. Lalu mobil Gamma menghilang dari pandangan mereka.
“Ya udah bapak silahkan pulang. Hati-hati dijalan,” Zanna berjalan meninggalkan Abi. Sudahlah, jika Abi tak ingin mengantarnya pulang. Ia tidak boleh memaksa. Abi hanya memandang punggung Zanna yang sudah menjauh. Baguslah jika gadis itu tak merepotkannya. Zanna berjalan menuju halte terdekat, sembari mengeluarkan handphonenya untuk memesan taksi online.
Namun yang disangka Zanna kalau Gamma telah pergi ternyata salah. Pria itu hanya berpura-pura pergi. Kini mobil Gamma ada di hadapan Zanna. Gamma menyuruh Zanna masuk. Tapi kembali ditolak Zanna.
“Ngapain sih lo sok nolak gue? Merasa cakep banget lo?” Zanna berdecih, akhirnya sifat busuk Gamma keluar.
“Gue gak cakep, jadi lo gak perlu tumpangi gue yang buruk rupa untuk naik mobil lo,” Gamma membuang ludahnya. Ia lalu keluar dari mobil dan menghampiri Zanna.
“Za! Lo gak usah jual mahal dong. Gue tadi udah minta balikan dengan cara baik-baik elo nya sok jual mahal. Udah ada niatan gue untuk ngantar lo pulang, lo juga jual mahal. Sebejat apa sih gue di mata lo?” Gamma mencengkram tangan Zanna.
“Lepasin gak?! Lo mau tahu alasan gue menghindar terus dari lo?! Gue mungkin gak akan sejijik ini sama lo kalau saat itu gue gak melihat secara langsung lo berbuat kotor. Tapi karena gue lihat pake mata kepala gue sendiri, lo benar-benar menjijikkan Ga!” Gamma murka, ia mendorong Zanna kuat ke dinding halte.
Zanna merintih kesakitan, ia melihat sekeliling tak ada orang sama sekali. Bagaimana bisa disaat seperti ini lingkungan malah sepi? Zanna mengumpat dalam hati. Genggaman Gamma terlalu kuat untuk ia lepas. Sialnya lagi, ia tadi belum sempat untuk menekan tombol pesanan taksi onlinenya.
“Lo gak usah sok suci dong Za. Bisa aja kan sebenarnya lo udah ngelakuin juga hal itu?” Zanna membelalakkan matanya.
Ia juga bisa mencium aroma rokok, parfum, dan minyak rambut pria itu. Zanna ingin menangis saat itu. Ia merasa takut, sial kenapa ia tiba-tiba selemah ini. Zanna berusaha untuk mendorong Gamma. Menggerakkan seluruh tubuhnya. Namun, lagi-lagi tenaganya tak sebanding dengan tenaga milik Gamma.
Zanna mencoba berteriak, tetapi mulutnya langsung dibekap Gamma dengan tangan satunya. Apa yang harus Zanna lakukan? Bagaimana ia bisa lepas dari Gamma?
Saat tangan Gamma yang membekap mulutnya melonggar. Zanna memohon pada Gamma. “Please lepasin gue! Kenapa lo kasar gini sih?! Dulu perasaan lo gak gini,” Gamma terkekeh.
“Lo pikir siapa yang buat gue begini? Lo orangnya Zanna. Lo yang buat gue jadi gini,” Zanna mengernyitkan dahinya.
“Kok gue?” Gamma sepenuhnya melepaskan tangannya pada mulut Zanna.
“Lo masih ingat hal yang lo lakuin setelah ngelihat gue hari itu?! Lo ingat ngevideoin gue saat itu Za?! Parahnya lo sebarin video itu. Ngebuat gue hampir di drop out dari kampus gue. Kena usir sama bokap nyokap gue, dan jadi bulan-bulanan di media sosial dan lingkungan sekitar gue! Lo tahu gimana terpuruknya gue saat itu? Padahal gue udah bilang sama lo. Selama ini lo salah paham, gue dijebak. Gue dikasih obat. Tapi lo selalu menghindar ketika gue mau jelasin.
Lo lebih bejat dari gue Za. Harus banget lo sebarin video itu? Tapi gue juga bodoh, bahkan walaupun lo yang buat gue berada di titik terendah dalam hidup gue. Gue sampai saat ini masih suka sama lo, gue masih sayang sama lo Za!” teriak Gamma menjelaskan semuanya. Zanna mendengar semuanya. Ia merasa tidak pernah menyebarkan video itu. Memang benar saat itu Zanna merekam Gamma hari itu. Tapi itu ia lakukan hanya sebagai bukti. Agar Gamma tak dapat mengelak. Ia benar-benar tak tahu siapa yang menyebarkan video itu.
__ADS_1
Gamma menarik kuat tangan Zanna yang menahan tubuhnya. Lalu sebelum Zanna kembali menahan tubuhnya. Gamma langsung memeluk Zanna, sangat erat. Zanna meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. Namun tak didengarkan Gamma.
Saat Zanna kembali berusaha melepaskan tubuhnya dari Gamma. Zanna melihat mobil Abi melintas di depan mereka. Karena kaca mobil pria itu terbuka, Zanna mencoba memanggilnya.
“Pak Abi! Tolongin saya pak!” Abi menoleh ke arah Zanna, tapi hal yang membuat Zanna terkejut dan tiba-tiba membuat hatinya terasa sakit yang teramat. Abi langsung menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya pergi. Zanna terdiam. Jelas-jelas Abi melihat ke arahnya. Mengapa pria itu tak berusaha menolongnya? Air mata Zanna tiba-tiba luruh. Hatinya begitu sakit.
.......
.......
...#pojokan author...
...Hai maaf ya akhir-akhir ini suka ngaret update:(...
...Aku lagi coba jualan:)...
...Jadi ngurusin jualan aku dulu hehe maaf ya;)...
...Doain trs supaya aku bisa rajin update...
...Dan doain moga jualan aku laris manis hehehe^^...
...Dan doain juga ya, semoga karya aku lulus kontrak<3...
.......
...Ditunggu ya Eps selanjutnya...
...Love you all...
.......
...The Yelion❤️🍀🍁...
__ADS_1
...XOXO...