My Heart Choice

My Heart Choice
22• Pahatan Indah


__ADS_3

...“Aku jatuh cinta pada segala keindahan yang diciptakan Tuhan. Senja, pelangi, bunga, kupu-kupu, dan kamu"...


...***...


“Za! Please, gue masih sayang sama lo Za! Gue janji kali ini gak akan pergi ke club lagi! Gue gak akan balapan motor lagi! Za!” Zanna mempercepat langkahnya. Muak mendengarkan janji palsu dari Gamma, salah satu mantannya.


“Berhenti ikutin gue Ga!” akhirnya Zanna menghentikan langkahnya. Menghadap ke arah Gamma dengan tatapan tajam yang menusuk.


“Biar gue jelasin dulu! Lo salah paham sama gue selama ini Za! Gue dijebak saat itu Za, minuman gue saat itu dikasih obat, jadi gue gak sadar dengan apa yang gue lakuin. Itu bukan mau gue Za!” Zanna memutar matanya jengah.


“Anggap aja gue salah paham. Tapi gue tetap gak mau balik sama lo, gak akan pernah mau. Lagian udah lama Ga! Kenapa lo datang lagi setelah sekian lama menghilang?! Kenapa sih lo harus datang lagi?! Berhenti nyari dan ikutin gue! Gue muak!” Zanna kembali berbalik, lalu segera berlari, tapi Gamma tak mau menyerah. Ia pun ikut berlari mengejar Zanna.


Sial! Kenapa Gamma harus datang lagi? Membuat Zanna benar-benar muak. Dulu, hal yang menyebabkan mereka putus dikarenakan Zanna memergoki Gamma tengah bermesraan dengan perempuan lain di rumah pria itu. Awalnya Zanna ingin mendatangi Gamma karena ingin protes dengan kelakukan pria itu. Berkali-kali setiap malam ia pergi ke klub, setelah itu ia akan balapan dengan teman-temannya. Tapi saat Zanna memanggil, tak ada seorang pun yang menjawab, tetapi ia lihat motor Gamma terparkir di halaman rumah.


Dengan memberanikan diri, Zanna mencoba membuka pintu utama yang ternyata tidak dikunci. Zanna pikir, pasti Gamma tertidur, dan lupa mengunci pintu. Zanna melihat ke penjuru dalam rumah, tak ada tampak seorang pun. Sepertinya orang tua Gamma keluar kota untuk bekerja, dan Gamma merupakan anak tunggal. Zanna langsung memutuskan untuk ke kamar Gamma. Saat ia semakin dekat dengan kamar Gamma, terdengar suara perempuan tengah mendesah. Pikiran Zanna langsung negatif, dan benar saja pemandangan menjijikkan yang terlihat. Gamma tengah berhubungan intim dengan wanita lain.


Zanna semakin mempercepat langkahnya. Semakin mengingat kejadian yang telah lalu, membuat Zanna benar-benar kesal dengan Gamma. Tiba-tiba karena Zanna berlari tanpa memperdulikan di depannya. Ia menabrak seseorang. Tapi untung saja, orang yang ditabrak Zanna tak oleng, Zanna lah yang oleng. Namun, segera ditangkap oleh orang yang ditabrak Zanna.


“Zanna?!” Zanna yang memejamkan matanya, lantas membuka matanya saat mendengar suara Abi.


“Pak Abi?” Abi melepas pegangannya pada bahu Zanna.


Dari arah belakang Zanna. Gamma menggapai lengan Zanna. Menariknya cukup keras, membuat Zanna merintih kesakitan. “Lepasin Ga!” Gamma menggelengkan kepalanya.


“Gak mau, sebelum lo menerima balikan lagi sama gue,” Zanna berusaha untuk melepas pegangan Gamma. Namun tak berhasil, cengkraman Gamma terlalu kuat. Sepertinya lengannya akan memerah.


“Lo harus tahu, kesalahan lo benar-benar gak bisa gue terima. Gue gak mau ketemu lo lagi. Tolong menjauh dari gue. Gue...jijik sama lo! Lepas gak?!” Zanna menggoncangkan lengannya, tetapi lagi-lagi Gamma malah semakin mengencangkan pegangannya.


Melihat itu, Abi langsung menghentakkan tangan Gamma dengan kuat. “Dia minta lepasin tangan dia. Kamu punya kupingkan?” Abi langsung menarik tangan Zanna mendekat, lalu menyuruh Zanna berdiri di belakangnya.


“Zanna bilang dia gak mau ketemu dan mau kamu menjauh dari dia. Jadi ikuti apa kata Zanna,” setelah itu Abi kembali menarik tangan Zanna dan membawanya pergi. Tapi ia berhenti sejenak dan berbalik ke arah Gamma. “Jika saya melihat kamu mendekati Zanna tanpa keinginan Zanna. Saya akan laporkan kamu pada polisi,” Gamma hanya mematung. Ia lelah bertemu polisi karena masalah balapan, ia tak mau lagi bertemu polisi. Maka karena itu, ia membiarkan Zanna pergi.

__ADS_1


Lalu, Abi segera mengajak Zanna menjauh. Zanna berdebar, pria ini memegang tangannya, Zanna dengan senang hati ingin ikut menggenggam tangan Abi. Tapi, belum sempat ia genggam, Abi langsung melepas tangan Zanna.


“Siapa pria itu?” tanya Abi.


“Dia mantan...pacar saya. Tapi itu udah lama banget kok pak, dia aja tiba-tiba muncul di hadapan saya lagi,” Abi hanya ber-oh.


“Ngomong-ngomong bapak ngapain disini? Kapan bapak balik dari Paris?” tanya Zanna.


“Bukan urusan kamu,” Abi langsung pergi dari hadapan Zanna.


Zanna mengerucutkan bibirnya. Abi tetap pria yang dingin. “Makasih ya pak, by the way tangan bapak halus,” Zanna cekikikan, lalu pergi menuju parkiran. Tapi sebelum itu, ia melihat sekeliling dulu, takut jika Gamma muncul kembali. Dirasa sudah aman, Zanna segera berlari ke mobilnya. Ia lega, Gamma tak lagi tampak.


...***...


“Kenapa lo ajak dia ikut makan malam bareng kita?” Abi mendengus ketika mendengar Bimo menelpon Zanna dan mengajaknya makan malam.


“Waktu itu gue pernah janjiin Zanna untuk ngajak dia makan malam. Cuma gak sempat terus, karena gue sibuk, dia sibuk. Lagian ngapain sih lo risih gitu?” tanya Bimo. Mereka berdua saat itu tengah berada di sebuah cafe.


“Ya udah sih. Bakal jadi karyawan lo juga nantinya, pikirin aja bakat dia. Sikapnya emang gitu, rada pecicilan,” Abi tak suka perempuan seperti itu. Ia suka perempuan yang lembut, tahu bersikap, seperti...Ara. Ah! Tidak, itu Ara yang dulu, tapi kini ia sudah tahu kalau Ara adalah iblis berkedok malaikat.


Bimo melihat Zanna di pintu masuk. Ia tersenyum lalu memanggil Zanna. Terlihat Zanna terkejut melihat Abi. Jika tahu ada Abi, ia mungkin akan berdandan dan memakai baju yang lebih bagus lagi. Tapi karena Bimo tak ada mengatakan apapun tentang siapa saja yang akan ikut makan malam. Zanna hanya memakai hoddie dan celana kulot jeans. Terlalu santai pakaiannya ini.


Zanna dengan kikuk duduk di dekat Abi. Apa ini makan malam resmi? Zanna mengumpat dalam hatinya. Jangan-jangan nanti ada orang kantor yang akan datang. Bimo menyuruh Zanna memesan.


“Maaf saya gak ada ngabarin kalau pak Abi ikut makan malam bareng kita. Awalnya saya sama pak Abi yang akan makan malam, tapi karena teringat janji saya sama kamu untuk traktir kamu. Jadi sekalian aja, kamu gak keberatan kan?” Zanna menggelengkan kepalanya. Tentu saja tak keberatan.


“Jadi ini cuma makan malam biasa?” tanya Zanna.


“Iya. Emang kamu pikir apa?” Bimo kembali bertanya.


“Saya kira ada urusan pekerjaan lagi, hehe,” Zanna tersenyum canggung. Tapi ia lega, setidaknya ia tak perlu pedulikan lagi akan pakaian yang ia kenakan.

__ADS_1


Malam itu, suasana sedikit hangat. Zanna banyak mengobrol dengan Abi. Walaupun hanya bisa seputar informasi tentang dunia fashion. Karena Abi takkan menjawab jika pertanyaan itu diluar dari sana. Tapi Zanna setidaknya senang, ia kembali bisa menatap Abi dari dekat untuk waktu yang sedikit lama.


Untung saja dosennya ini mengingat dirinya. Betapa beruntungnya Zanna. Malam itu hujan, dan Zanna tak membawa mobil, ia tadi diantar Savian yang kebetulan keluar. Zanna berharap, nanti Abi menawarinya untuk mengantar pulang. Zanna masih ingin berlama-lama bersama Abi, pahatan indah ciptaan Tuhan.


.......


.......


...#pojokan author...


...Hai aku kembali update...


...Maaf lama ya^^...


...Aku ada penelitian pengganti magang aku hiks...


...Gegara Corona ini:)...


...Mian yaaa:)...


...Terus tunggu Eps selanjutnya^^...


...Jgn lupa vote, comment, like, dan shareeeeee.......


.......


...Love you readers sayang;)...


.......


...The Yelion ♥️🍁🍀...

__ADS_1


...XOXO...


__ADS_2