
...“Ku pikir dengan berada disampingmu itu sudah cukup. Tapi nyatanya aku ingin bisa memilikimu. Menghapus segala kesedihan dan luka pada dirimu”...
...***...
Setelah mendapat tawaran itu. Zanna beserta keluarga dan temannya merayakan perihal itu. Zanna merasa senang melihat keluarga dan temannya ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan. Hari ini merupakan salah satu hari yang paling membahagiakan bagi Zanna.
Zanna menarik selimutnya, bersiap untuk tidur. Sepertinya mulai besok, Zanna yang pemalas, yang suka telat mengumpulkan tugas akan berubah menjadi Zanna yang rajin. Ia akan berusaha untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Zanna tersenyum memikirkan ketika ia bekerja di perusahaan besar itu. Apalagi bisa bertemu pria itu.
Zanna kembali tersenyum dengan lebar. “Semangat Zanna!”
Setelah mengucapkan itu, Zanna mencoba untuk tidur. Tidak perlu waktu lama, akhirnya gadis cantik itu tertidur. Zanna tertidur seperti bayi, begitu tenang. Bulu mata yang lentik membuat Zanna terlihat semakin menggemaskan.
Setelah beberapa jam berlalu, nafas gadis itu tersengal-sengal persis seperti orang penderita sesak nafas. Kemudian ia menangis, ia terisak. Tidurnya tidak tenang. Zanna masih menangis, bahkan sekarang berteriak sebelum akhirnya Zanna terbangun.
Zanna mengusap keningnya. Ini mimpi, Zanna sedikit menghela nafas. Tapi ia merasakan basah pada pipinya. Ternyata Zanna benar-benar menangis di dunia nyata. Zanna mencoba menetralkan nafasnya, ia menghampus air mata yang masih mengalir. Zanna beralih menatap jam di kamarnya. Jam menunjukkan pukul empat dini hari. Zanna turun dari ranjangnya. Ia berniat ingin menuju balkon.
Setelah sampai di balkon, ia melihat sekitar. Langit masih gelap, udara pun sangat dingin saat itu. Ia bermimpi buruk. Mimpinya benar-benar terasa nyata. Zanna merasa sedih dan sekaligus merasa kesakitan. Pria itu hadir di mimpi Zanna. Ya, Abi, pria yang Zanna sukai saat ini.
Di dalam mimpi itu, Abi lah yang membuatnya menangis. Ia melontarkan kata-kata yang menyakiti Zanna. Masih terngiang-ngiang ucapan pria itu saat di mimpinya. Saat itu Zanna bilang pada pria itu, bahwa pertemuan mereka bukan hanya sebuah kebetulan, tapi juga takdir.
“Takdir ya? Saya benci takdir saya karena bertemu kamu terus,” seperti itu ucapan yang dilontarkan Abi yang membuat hati Zanna terusik. Setelah itu masih ada kata-kata yang menyakiti hati Zanna. Abi mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menerima Zanna. Ia akan selalu menolak Zanna.
Di dalam mimpi itu, Zanna menangis. Ia pergi dari hadapan Abi. Lalu mengendarai mobil, tapi mobilnya menabrak dinding terowongan. Zanna terluka dan hanya kegelapan yang menyertai. Maka dari itu ketika Zanna bangun, ia meraba keningnya. Ia fikir, keningnya berdarah seperti dirinya di dalam mimpi. Zanna bersyukur itu hanya mimpi, dan ia berharap semoga itu memang hanya mimpi. Zanna kembali masuk ke kamarnya, ia membiarkan pintu balkonnya terbuka.
Zanna mencoba untuk tidur kembali. Untunglah kali ini tidur Zanna terasa nyaman.
...***...
Karena mimpi tadi malam, membuat Zanna penasaran dengan pria itu. Bagaimana bisa ia memimpikan orang yang baru saja ia sukai? Apa karena ia memikirkan pria itu sepanjang hari? Begitukah cara kerja mimpi? Ucapan pria itu benar-benar terasa menyakitkan, tetapi hal yang membuat Zanna semakin terkejut adalah mengetahui dirinya mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Melihat dirinya bercucuran darah, membuat perut Zanna tergoncang. Ingin muntah rasanya. Zanna menggelengkan kepalanya. Ia berdo’a semoga saja tidak ada kecelakaan yang menimpa dirinya. Zanna kini tengah duduk bersama teman-teman satu jurusannya di kantin kampus.
“Za! Ngomong-ngomong selamat ya! Gue jadi iri deh. Perusahaan milik Abiputra Reiki ngelirik lo, perusahaan segede itu,” Deja menyeruput minumannya.
“Masih jauh perjalanan gue. Mesti lulus dulu gue,” Zanna terdiam setelahnya. Sepertinya ia melewatkan sesuatu. Ah iya! Nama yang disebutkan Deja tadi.
“Lo tahu gak perusahaan itu padahal udah jadi incaran gue. Udah dari lama gue nyari tahu tentang perusahaan itu, tapi ternyata bukan rejeki gue,” ucap Deja diikuti anggukan dari teman-teman yang lain.
“Wait De! Tadi siapa nama pemilik perusahaan AGHA yang lo sebut?!” Zanna menatap serius ke arah Deja.
“Abiputra Reiki. Kenapa?” Deja menatap Zanna heran. Jangan bilang gadis ini tak tahu nama calon bosnya itu.
“Darimana lo tahu?” Deja membulatkan matanya menatap Zanna. Benar dugaannya, gadis ini tak tahu nama pemilik perusahaan besar itu.
“Sumpah Za?! Lo gak tahu nama calon bos sendiri? Siapa coba anak fashion design yang gak tahu nama pemilik brand AGHA?! Kan kemarin juga MC ada nyebutin tamu besar yang hadir. Gimana sih lo?!” Deja menyenggol lengan Zanna.
“Gue tahu brand AGHA. Gue juga tahu besarnya AGHA Corp tu gimana. Tapi...gue gak pernah tahu sih nama pemiliknya itu siapa dan kemarin juga gue gak ada dengerin sama sekali pas MC ngomong karena saking deg-degan,” Zanna tersenyum lebar setelah mengatakan itu.
Benar saja, disana dengan jelas tertera biodata pria itu yang notabene nya pemilik perusahaan fashion terbesar di negerinya ini. Banyak foto pria itu disana, dan tentunya disimpan Zanna. Ia tertawa kecil, ingin teriak karena kesenangan. Zanna bertekad dari sekarang, pria yang ia sukai itu bukan pria biasa. Zanna harus lebih berusaha keras untuk mendekati pria itu.
“Eh De, karena lo bilang AGHA Corp itu incaran lo dan lo cari tahu tentang nih perusahaan. Lo pasti tahu juga kan cerita pak Abi ini sama istrinya?” Deja mengangguk menjawab pertanyaan Zanna.
“Kenapa emang?” tanya Deja.
“Istrinya kemana?” Zanna ingin memastikan bahwa pria itu tak lagi milik perempuan lain.
“Kalau yang gue baca diberita. Istrinya dikabarin meninggal sih, cuma gak ada satu pun berita yang ekspos pemakamannya. Atau penyebab meninggalnya karena apa. Benar-benar ditutupi,” teman-teman yang lain hanya mendengarkan perbincangan Deja dan Zanna. Biarlah dua gadis ini sibuk dengan topik mereka.
Deja mengambil handphone Zanna. Lalu menunjukkan sebuah foto pada Zanna. “Nih foto dia bareng istrinya,”
Zanna melihat pria itu tersenyum lebar di dalam foto tersebut. Ada wanita cantik disampingnya yang juga tersenyum. Mereka tampak serasi. Jika saja wanita ini masih hidup, mungkin Zanna takkan menyukai pria itu. Mungkin ia akan melupakan pria itu disaat pertama kali mereka bertemu. Pria itu pasti sangat sedih saat kehilangan istrinya ini.
__ADS_1
“Istrinya itu pramugari. Kalau feeling gue, istrinya meninggal karena kecelakaan pesawat deh. Soalnya sebelum kabar tentang istrinya meninggal, ada kabar pesawat jatuh. Tapi gak tahu juga sih gue, soalnya di daftar penumpang pesawat yang jatuh gak ada nama istrinya. Tapi tahu gak setelah istrinya dikabarkan meninggal, pemilik AGHA Corp tiba-tiba nyembunyiin diri, gak ada kabar dari dia selama beberapa minggu. Urusan perusahaan yang handle aja manager dia, pas dia balik, dia dibilang berubah. Sering ngelamun, kelihatan dingin. Pasti terpukul banget sih,” Deja menambah informasi untuk Zanna.
Zanna menutup handphonenya. Karena merasa sudah yakin, ia akan bertekad pada dirinya. Ia akan menghilangkan kesedihan pria itu. Berusaha untuk membuat pria itu kembali tersenyum lebar, seperti di foto tadi. “Semangat Zanna!” teriak Zanna yang membuat orang yang ada di kantin menatap ke arah meja mereka.
“Gila lo Za. Bikin malu,” Zanna hanya tertawa menanggapi ucapan temannya.
“Maaf ya semua tadi saya kesurupan,” teman-teman Zanna tak habis pikir. Bisa-bisanya Zanna mengucapkan itu yang membuat mereka semakin menundukkan kepala, menyembunyikan wajah mereka karena kelakuan Zanna.
Si pembuat onar hanya tertawa melihat reaksi temannya itu. Ia tak peduli, ia sangat bersemangat sekali.
.......
.......
...#pojokanauthor...
...Ingat kan kejadian Zanna kecelakaan sebelumnya ada di part yang mana?^^...
...Itu mimpi guys:v...
.......
...Tetap stay tuned terus ya^^...
...Ditunggu Eps selanjutnya <3...
...Semangat menjalani hidup semvva:)...
.......
...The Yelion♥️🍁🍀...
__ADS_1
...XOXO...