My Heart Choice

My Heart Choice
32• Wisuda Zanna


__ADS_3

...“Walaupun kamu pernah memberikan luka, tapi yang aku ingat kamu juga pernah memberikan kebahagiaan besar untukku”...


...***...


Hari yang ditunggu Zanna tiba. Zanna tengah bercermin menatap dirinya dalam balutan kebaya yang sengaja ia rancang untuk wisudanya. Sebenarnya alasan lain Zanna ingin merancang pakaiannya sendiri karena ia berharap Abi melihat dan terpukau dengan dirinya.


“Fix gue cantik banget. Bidadari dari mana ini...aaaa!” teriak Zanna memenuhi kamarnya.


“Zanna! Jangan teriak-teriak, kamu cewek, yang anggun dikit,” tegur Yuma yang tengah menata rambut anaknya itu.


“Hehe abis Zanna seneng. Zanna gak nyangka Bun bakal wisuda tepat waktu,” Yuma tersenyum manis melihat pantulan wajah Zanna di cermin.


“Selamat ya sayang bunda. Nanti kalau udah kerja jangan malas-malasan. Baik-baik ditempat kerja,” nasihat Yuma sembari memegang pundak Zanna.


Zanna menggapai tangan Yuma dan mencium tangan wanita yang paling dicintainya itu. “Pasti bun! Zanna kerja juga untuk bunda dan ayah,”


“Udah besar ya anak bunda sekarang. Udah ah, suasananya kok jadi sedih begini. Ayo turun, ayah udah nunggu,”


Zanna menganggukkan kepalanya, kemudian sekali lagi melihat dirinya di pantulan cermin. “Perfect!” bathin Zanna.


Kiran, Zeva, Zico sudah menunggu dibawah. Zanna tersenyum ke arah keluarganya. “Cantik banget anak ayah. Udah siap?” tanya Kiran.


“Udah dong pastinya,” Kiran tersenyum. Keluarga kecil itu pun segera berangkat menuju tempat wisuda Zanna.


Sesampainya disana, untungnya mereka berhasil mendapatkan tempat parkir. Mereka turun dari mobil.


“Zanna duluan ya masuk gedung. Kak Ze tuntun ayah, bunda sama Zico ke pintu itu. Kalau bisa pilih kursi paling depan. Okey?” setelah diangguki Zeva. Zanna pergi meninggalkan keluarganya.


...***...


Abi kembali melihat undangan yang tengah ia genggam. Itu adalah undangan wisuda Zanna. Haruskah ia datang? Kenapa ia harus peduli? Abi menggelengkan kepalanya, kemudian meletakkan kembali undangan tersebut ke sisi mejanya.


Tapi, ia kembali mengambil kertas itu. Bukankah wanita itu semalam terlihat mengharapkan kedatangan dirinya? Tak ada salahnya kan datang dan mengapresiasi wisudanya? Pintu ruangan Abi terbuka. Evila tersenyum ke arah Abi.


“Ini daftar distributor-distributor baru. Kemudian ini laporan keuangan bulan ini. Lalu papan bunga untuk nona Zanna sudah sampai ditujuan,” Abi menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Saat Evila akan undur diri. Abi menghentikannya. “Evila...tunggu. Saya rasa tidak cukup hanya sebatas papan bunga, kamu pilihkan hadiah yang sekiranya bagus untuk nona Zanna. Lalu suruh orang untuk kirimkan,” beritahu Abi.


“Bukan bapak sendiri yang akan datang dan memberikannya?” tanya Evila.


Abi menggelengkan kepalanya. “Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Lagi pula minggu depan Zanna sudah mulai bekerja. Apa ruangan untuk dirinya sudah disiapkan?”


“Sudah pak. Baik kalau begitu, saya pamit dulu,” Abi menganggukkan kepalanya pelan.


Ya! Dengan memberikan hadiah sudah cukup. Ia tidak perlu repot-repot menghadiri acara tersebut. Sebentar lagi Zanna akan mulai bekerja di perusahaannya. Saat itu ia akan memberi ucapan selamat secara langsung.


...***...


Savian sudah menyiapkan hadiah dan buket bunga untuk Zanna. Ia tersenyum saat nama Zanna disebutkan. Zanna salah satu mahasiswa yang lulus dengan predikat lulus istimewa atau cumlaude. Serta prestasi Zanna yang mendapatkan tawaran kerja dari AGHA Corp ikut disebut. Wanita yang Savian sukai selama ini begitu memukau tiap harinya.


Setelah acara selesai. Savian bergegas menemui Zanna bersamaan dengan keluarga Zanna dan Riana. Zanna berlari kecil ke arah mereka. Savian semakin dibuat takjub saat melihat tampilan Zanna.


Zanna memeluk keluarganya satu persatu kemudian Riana dan sekarang beralih ke Savian.


“Ini bunga dan hadiah untuk gue?” tanya Zanna.


Zanna membalas pelukan Savian, kemudian membisikkan sesuatu. “Makasih my simple man. Love you so much,”


Sial! Jantung Savian berdetak, ia harap Zanna tak menggubris debaran jantungnya ini. Savian segera melepas pelukan mereka.


“Sekarang mau kemana dulu? Makan dulu atau langsung ke studio foto?” tanya Kiran. Zanna tampak berpikir.


“Makan dulu deh yah. Zanna laper banget,” balas Zanna.


Handphone milik Zanna berdering. “Hallo! Kak Evi!” sapa Zanna.


“Zanna, selamat ya atas wisudanya. Maaf kakak gak bisa datang, biasalah banyak kerjaan,” Zanna terkekeh mendengarnya.


“Santai aja kak gak papa kok. Paling nanti kalau aku masuk kerja, aku tagih hadiahnya, hahaha...” ucap Zanna.


“Aman tenang aja. Oh iya kakak juga mau bilang permintaan maaf pak Abi karena gak bisa menghadiri wisuda kamu. Masih ada kerjaan yang mesti beliau urus,” Zanna menghela nafasnya pelan. Pantas saja ia tidak menemukan pria itu disini.

__ADS_1


“Iya kak gak apa-apa,” ucapannya saja yang mengatakan tidak apa-apa tapi hatinya ada apa-apanya. Zanna ingin sekali pria itu melihat dirinya tampil memukau.


“Dan juga Zanna. Pak Abi ngirimin kamu papan bunga, terus ada hadiah yang dikirimin ke rumah kamu,” mata Zanna terbelalak mendengar hal ini.


Setelah itu, Zanna meminta Evila mengucapkan terima kasih kepada Abi dan memutuskan panggilan. Zanna bergegas mengajak Savian dan Riana untuk mencari papan bunga miliknya. Sedangkan keluarga Zanna langsung menuju mobil mereka.


Saat ia menemukan beberapa papan bunga miliknya. Ia tak henti-hentinya meminta Savian atau Riana memotret dirinya. Ternyata banyak orang yang memberinya papan bunga.


Tiba saat ia menemukan papan bunga dari Abi. Ia begitu sumringah. “Ihhh kenapa harus AGHA Corp doang. Buat aja dari Abiputra Reiki CEO AGHA Corp gitu. Biar kelihatan romantis ya kan?”


Riana menjelingkan matanya. “Masih mending dikirimin. Cepetan dah fotonya. Lo bilang tadi laper,”


“Gue udah kenyang ngelihat papan bunga ini,” ucap Zanna.


Savian tersenyum tipis. Zanna tak sebahagia ini saat melihat hadiah, buket, bahkan papan bunga yang diberikan dirinya.


“Udah yuk Za. Keluarga lo pasti udah nungguin, keburu sore juga nanti,” ajak Savian.


Zanna tidak ingin pergi meninggalkan papan bunga dari Abi. “Boleh gak sih gue bawa pulang?”


“Gak boleh Za. Udah ah lo lama banget. Yuk Savi tinggalin aja ni bocah,” Riana menarik Savian.


Zanna menggerutu, lalu mengikuti mereka. Zanna tak sabar pulang ke rumah dan melihat hadiah apa yang diberikan Abi untuknya.


.......


.......


.......


...Happy Reading:))...


^^^The Yelion ❤️🍁🍀^^^


^^^XOXO^^^

__ADS_1


__ADS_2