
...“Aku pikir, perasaan yang selama ini menghantui adalah cinta. Ternyata aku salah, sudah lama cinta itu tak ada lagi untuk dirinya”...
...***...
“Zanna, nanti habis jam makan siang kita pergi ke lokasi AFW ya,” ujar Lona.
“Kita berdua aja kak?” Lona menggeleng.
“Gak, nanti anggota dekorasi bakal ikut juga, terus bu Cheris juga mau ninjau lagi pakaian yang bakal tampil di fashion week. Pokoknya yang terlibat di AFW tahun ini bakal pergi juga. Oh iya, orang yang paling penting di perusahaan ini juga bakal ikut. Pak Abi, dia mau lihat progress AFW,” Zanna menaikkan alisnya. Ia tersenyum sumringah.
“Wow! Okey, semoga lebih banyak pujian daripada kritikan ya kak,” Lona mengangguk dan tersenyum. Jantung Zanna berdegup, ia melihat jam di tangannya. Masih ada dua jam lagi. Zanna mengambil cermin kecil di tas nya. Oh tidak! Bibirnya terlihat pucat. Ia harus berdandan sedikit sebelum pergi nanti.
...***...
“Kak Ev. Ada pak Abi gak di dalam?” tanya Zanna.
“Ada Za. Ada keperluan?” Zanna mengangkat paper bag yang isinya sudah bisa ditebak Evila.
“Ya ampun Zanna. Sesuka itu ya kamu sama pak Abi. Rajin banget buatin makan siang untuk pak Abi,” Zanna mengangguk dengan percaya diri.
“Suka pake banget kak. Gak tertahankan,” Evila tertawa kecil.
“Hahaha! Ya udah tunggu bentar ya,” Evila menelfon Abi dengan telepon kantor. Terlihat Evila menganggukkan kepalanya ke arah Zanna.
Zanna tersenyum, ia beranjak menuju ruangan Abi. Namun sebelum itu, ia memberikan beberapa muffin kepada Evila.
Di dalam terlihat Abi tengah duduk di sofa ruang kerjanya. Tentu masih dengan dokumen yang begitu banyak terletak di atas meja itu.
“Makan siang itu letakkan saja disitu. Sekarang kamu duduk dulu!” suruh Abi.
Ada apa gerangan? Biasanya Abi akan langsung menyuruh Zanna keluar. Zanna menuruti perkataan Abi. Ia duduk di sofa yang ditunjuk Abi.
“Ada apa pak?” tanya Zanna.
“Kamu kan penanggung jawab AFW nanti. Nah di acara itu, sebenarnya di awal acara nanti ada kata sambutan dari saya kan?” Zanna mengangguk.
__ADS_1
“Nah, untuk kata sambutan itu Chris akan menggantikan saya,” ujar Abi.
Zanna kurang mengerti, “Maaf pak?” Abi mendengus.
“Ya Chris yang akan berikan kata sambutan. Saya akan duduk memperhatikan aja di awal acara. Tapi...nanti saat akan di penghujung acara. Saya dan Ghania akan tampil memperagakan busana,” Zanna berusaha mencerna setiap omongan Abi.
“Kamu sampaikan nanti dengan penanggung jawab lain. Kalian gak perlu memikirkan busana saya dan Ghania. Biar saya yang akan siapkan. Kamu boleh keluar sekarang,” ucap Abi.
Yahh! Terserah Abi sajalah. Toh dia yang punya acara. Eits! Sebelum Zanna memutuskan untuk keluar dari ruangan Abi. Ia harus mengatakan permintaannya itu.
“Pak, nanti bapak jadikan ikut ke lokasi AFW untuk ngelihat progressnya?” Abi menatap Zanna. Ia kemudian menganggukkan kepalanya.
“Saya nebeng ya sama bapak. Saya hari ini gak bawa mobil, terus mobil karyawan lain udah pada penuh. Masa saya naik taksi, mending sama bapakkan?” Abi menghela nafas. Agar Zanna cepat keluar dari ruangannya, ia menganggukkan kepalanya. Toh, nanti di mobilnya akan ada Evila juga.
“Tiga puluh menit lagi saya sudah mau berangkat. Jadi sebelum itu, kamu selesaikan makan siang kamu dan tunggu saya di parkiran. Saya gak mau nunggu kamu,” Zanna terpelongo. Kenapa Abi langsung mengiyakan permintaannya. Biasanya pria ini seperti enggan berdekatan dengan Zanna.
“Jangan melamun. Dua puluh sembilan menit lagi,” Zanna tersenyum.
“Okey bos. Jangan lupa dimakan bekal saya okey?” Zanna kemudian keluar dari ruangan Abi.
Ia mengambil note yang Zanna tempelkan di penutup kotak makan itu. ‘Ayam lada hitamnya itu buatan bunda saya hehe^^ kalau kue muffin nya itu buatan saya. Semoga bapak suka;)’
Abi mengambil satu kue itu. Lalu memakannya. Sekian banyaknya Zanna memberikan bekal, baru kali ini Abi yang memakannya sendiri. Biasanya ia akan selalu memberikan pada Chris atau pegawai kantornya yang lain.
Ternyata tidak buruk juga. Muffin buatan Zanna terasa enak, mungkin Ghania akan menyukainya. Ia akan memberikan selebihnya untuk Ghania.
...***...
“Lho Bu Evi gak jadi ikut pak?” tanya Zanna ketika mobil Abi mulai meninggalkan parkiran gedung kantor.
“Kamu tahu Evila tadi bakal pergi?” tanya Abi balik.
“Tahu. Makanya saya minta nebeng, karena ada kak eh bu Evila, jadinya kan bapak gak akan terlalu canggung, ya kan?” Abi mendengus.
“Evila masih ada urusan yang harus diselesaikan,” Zanna mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi kini ia kembali tersadar. Hanya ada ia berdua dengan Abi di dalam mobil. Suasana pasti akan begitu hening.
__ADS_1
“Pak! Cuma kita berdua di dalam mobil. Bapak gak canggung, kan sama saya? Bapak gak usah sungkan ya sama saya,” Abi menatap ke arah Zanna sekilas.
"Kamu yang harusnya sungkan sama saya. Udah nebeng, cerewet lagi" bathin Abi. Ingin ia sampaikan, tetapi malas karena pastinya ada saja jawaban Zanna yang mengesalkan.
“Zanna, tolong kamu kabari dulu sama tim lapangan yang lain. Sepertinya saya akan telat sampai dilokasi. Kita jemput Ghania dulu,” alih pembicaraan Abi.
Zanna langsung menelfon tim lapangan dan memberitahukan apa yang Abi sampaikan tadi. “Okey udah saya kabarin pak. Saya udah berasa jadi asisten bapak, hehehe!”
Abi tak menggubris ucapan Zanna. “Pesan yang saya sampaikan saat jam makan siang tadi perihal saya dan Ghania akin tampil sudah kamu sampaikan?”
“Sudah pak. Di list susunan acaranya juga udah diubah,” Abi menganggukkan kepalanya.
Ia sudah menyusun rencana yang bisa membuat Ara dan orang dibelakangnya itu muncul. ‘Nove Anthonio’ ia seperti pernah mendengar nama itu. Tapi ingatannya samar-samar. Dari nama itu sudah jelas, itu adalah nama orang Italia. Tapi apa itu memang benar-benar nama asli? Yang jelas Abi seperti pernah mendengar nama ‘Nove’.
Abi menemukan nama tersebut di list pengunjung AFW tahun lalu. Dia orang yang pergi bersama Ara diacara AFW tahun lalu dan tiket masuk mereka berdua juga si Nove ini yang memesan. Pasti orang itu juga yang ada di belakang Ara. Abi takkan mengampuni Ara dan siapa pun orang dibelakang Ara. Tidak akan.
.......
.......
.......
...#pojokanauthor...
...Males banget ngetik akhir-akhir ini...
...Apalagi ngeliat yg komen sedikit, yg nge like jg sedikit...
...Padahal yg baca bnyk...
...Huhuhuhu T_T...
^^^The Yelion ❤️🍁🍀^^^
^^^XOXO^^^
__ADS_1