My Heart Choice

My Heart Choice
33• Hari Pertama


__ADS_3

...“Terima kasih pernah hadir dan menjadikan aku orang yang beruntung karena bertemu kamu”...


...***...


Zanna melihat bunga yang ia letak di vas dengan senyum yang terukir di bibir tipisnya itu. Ia sesekali menyentuh dengan lembut bunga-bunga itu. Tampak cantik.



Zanna begitu senang dan berdebar hari ini. Ia kemudian pergi meninggalkan bunga tersebut dan beralih pantulan dirinya di cermin. Bagus, ia tampak cantik hari ini.



Jika saat wisuda, pria itu tidak melihatnya tampil memukau. Setidaknya hari ini tidak boleh terjadi lagi. Ia harus memperlihatkan pada Abi dan membuat pria itu terkagum-kagum. Walaupun Zanna tak yakin apakah respon Abi sesuai dengan yang ia harapkan, mengingat sikap Abi yang cukup dingin pada dirinya.



Zanna menghalau pikiran pesimisnya itu. Ia segera turun, menyapa keluarganya yang sudah berkumpul di meja makan.



Zanna segera mengambil tempat untuk sarapan. “Cantik banget anak bunda. Ini hadiah dari atasan kamu itukan?” tanya Yuma.



Zanna mengangguk semangat. “Iya bun. Cocok gak sama Zanna?”



“Cocoklah. Anak ayah kalau pakai apapun pasti cakep,” Zanna terkekeh mendengar ucapan ayahnya itu.



Kemudian, mereka pun hanyut dalam sarapan mereka. Tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Zanna sesekali melihat ke arah jam dinding. Sebenarnya masih sangat pagi untuk segera berangkat ke kantor.



Tapi, karena ia mesti mengantar kakak dan adiknya, dan juga karena ini hari pertamanya. Ia ingin memberikan kesan yang baik.



Selang waktu berlalu, Zanna, Zeva, dan Zico pamit pada orang tua mereka. Zanna segera melajukan mobilnya.



“Dek, baik-baik kamu ditempat kerja. Jangan pecicilan,” nasihat Zeva.



“Iya, tenang aja. *Slow sis*,” balas Zanna.



“Kak Za nanti mau pelgi ketemu pangelannya?” Zanna tertawa kecil mendengar pertanyaan Zico.



“Iyap. Kak Za seneng banget hari ini karena mau ketemu pangeran,” Zico mengangguk-angguk kecil.



“Pangelannya kak Za punya kuda putih gak?” tanya Zico lagi.



“Punya! Ada dua, satu untuk pangeran dan satu untuk Za,” mata Zico berbinar mendengarnya.



“Zi mau juga!” teriak Zico.



“Boleh, nanti Za mintain. Tapi...Zi harus belajar ngomong huruf R. Kan Zi udah SD, harus bisa dong ngomong *R*,” Zanna dan Zeva tertawa melihat ekspresi Zico yang berubah menjadi cemberut.



“Siapa yang dimaksud Zi pangeran?” tanya Zeva usai puas tertawa.

__ADS_1



“Ada deh,” Zeva berdecih.



“Jangan suka godain cowok Za disana. Fokus kerja," Zanna fokus mengemudi, berpura-pura tak mendengar ucapan Zeva.


...***...


“Zanna! Selamat datang ya di AGHA *Corp*! Sekarang kamu udah resmi kerja di kantor,” ucap Evila sembari memeluk Zanna.



“Makasih kak. Eh karena di kantor aku mesti manggil ibu dong ya,” balas Zanna.



Evila terkekeh. “Nah Zanna, ini bu Cheris. Kepala *designer* disini. Sebelumnya udah pernah kan Zanna ketemu?”



Zanna mengangguk, “Udah! Kesekian kalinya malah Zanna ketemu sama bu Cheris,”



Wanita disamping Evila tersenyum. “Ya udah. Evila, saya langsung antar Zanna dulu ya. Sekalian mau ngenalin dia sama *designer* lain,” Evila mengangguk.



Zanna dan Cheris pun pergi menuju divisi mereka. Selagi menuju lantai kantor mereka. Zanna celingukan, siapa tahu kebetulan ia bisa berpapasan dengan Abi.



Bunyi denting *lift* membuyarkan pikiran Zanna. Ia segera masuk, kini jantung Zanna malah berdebar. Ia sangat gugup, ia memikirkan bagaimana tanggapan designer lain dengan kedatangan dirinya.



Lagi-lagi dentingan *lift* membuyarkan pikiran Zanna. Pintu lift terbuka, dan Zanna tiba-tiba kembali dibuat berdebar. Dihadapannya ada Abi, pria yang sedari tadi ia cari-cari saat baru tiba di kantor.




“Pagi pak Abi! Pagi pak Chris!” sapa Zanna.



Abi hanya berdeham dan mengangguk membalas sapaan Zanna. Sedangkan Chris, membalas sapaan Zanna dengan ceria. Chris juga melihat Zanna dari atas bawah dengan seksama.



“Wow! Kamu Zanna kan? Si designer baru?” tanya Chris. Zanna mengangguk dan tersenyum manis ke arah Chris.



“Sebegitunya kah kamu menyukai *brand* AGHA?” tanya Chris.



Zanna menatap Chris dengan bingung. “Maaf, maksudnya pak?”



Chris menggerakan jari telunjuknya ke arah Zanna. Bergerak keatas dan kebawah, tepatnya menujuk pakaian yang Zanna pakai.



“Ini pakaian *brand* AGHA. Kamu gak tahu?” tanya Chris.



Belum sempat Zanna menjawab, lift berdenting dan berhenti di lantai yang dituju Zanna dan Cheris. “Saya tahu ini *brand* milik AGHA. Maaf pak gak bisa lanjutin perbincangan kita, saya mesti keluar duluan. Saya permisi, pak Chris dan pak Abi,” Zanna menundukkan kepalanya sebagai ucapan maaf dan pamit.



Chris tersenyum. Ia ikut keluar dari lift. “Mau kemana?” tanya Abi tiba-tiba.

__ADS_1



“Duluan aja. Gue masih ada urusan,” Abi memutar bola matanya. Ia tak ambil pusing, ia segera menutup pintu lift ketika Zanna, Cheris, dan Chris sudah keluar. Zanna melihat pintu lift itu tertutup dengan tatapan sedikit kecewa.



“Nah Zanna. Mari kita lanjutkan perbincangan kita tadi. Bu Cheris boleh duluan aja, saya mau ngobrol dulu dengan nona Zanna,” Cheris menganggukkan kepalanya. Kemudian wanita itu pergi dari hadapan mereka.



Chris mengajak Zanna ke taman tempat istirahat karyawan dilantai itu, “Kamu tahu ini *brand* AGHA. Tapi, kamu tahu siapa yang men*design* pakaian ini?” Zanna melirik pakaian yang tengah ia kenakan ini.



Lalu, Zanna tersenyum canggung dan menggelengkan kepalanya. “Maaf pak, saya gak tahu,”



“*What*?! Kamu gak tahu?! *Really*?!” Zanna mengangguk dan kembali menampilkan senyum tak enak hatinya.



Chris menjentikkan jarinya. “Ahaa! Karena pakaian ini modelnya bagus, makanya kamu beli ya?” Zanna kembali menggelengkan kepalanya.



“Lho?! Terus?!” Chris diam sejenak. “Kamu tahu gak, baju ini salah satu baju *limited edition brand* AGHA. Dan tidak akan pernah di produksi lagi tanpa persetujuan CEO kita,”



Chris melihat ekspresi Zanna yang terkejut mendengarnya. Sepertinya wanita dihadapannya ini tak tahu menahu dengan pakaian yang ia kenakan ini.



“Jangan-jangan kamu juga gak tahu harga pakaian ini?” tanya Chris.



“Maaf pak saya gak tahu,” balas Zanna.



“Terus kamu bisa dapat baju ini gimana?” Chris menatap Zanna dengan rasa keingin tahuannya yang tinggi.



“Ini hadiah,” jawab Zanna singkat.



“Wow! Kalau boleh tahu siapa yang ngasih hadiah pakaian ini ke kamu?”



“Pak Abi!” seru Zanna. Chris terkejut mendengarnya.



Chris kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya. “Oke kalau gitu. Nah Zanna, nanti kalau udah pulang. Coba kamu cek lagi seluruh isi kotak baju ini. kamu lihat siapa *designer*nya. Kalau kamu udah lihat, nanti kamu ngerti kenapa saya terkejut ngelihat pakaian ini dipakai orang sekitar saya hanya untuk hari pertama kerja,” Chris tersenyum ke arah Zanna.



Ia kemudian melambaikan tangannya pada Zanna dan pergi meninggalkan wanita yang tengah kebingungan.


.......


.......


.......


...Happy reading:)...


...Niatnya upload jam 4, cuma filenya belum aku pindahin ke hp, maap hehe:)...


^^^The Yelion 🍀🍁❤️^^^


^^^XOXO^^^

__ADS_1


__ADS_2