
...“Jangan terbang tinggi, biarkan aku menggapaimu dulu. Setelah itu, barulah kita terbang bersama”...
...***...
“Kak Ev!” panggil Zanna yang melihat Evila akan masuk ke dalam lift.
Zanna berlari kecil menghampiri Evila. “Pagi kak!” sapa Zanna sembari memperlihatkan senyum manisnya.
“Pagi juga Zanna. Ada gerangan apa kamu tumben banget datangnya sepagi ini?” sambil masuk ke dalam lift, Zanna tersenyum malu menanggapi pertanyaan Evila.
“Hari ini lagi seneng aja. Jadi pengen sesekali ke kantor lebih awal dari biasanya,” balas Zanna.
“Bagi-bagi dong happy nya,” Zanna terkekeh. Ia merogoh sesuatu dari paper bag yang ia bawa.
“Tenang, nih untuk kakak,” Zanna menyodorkan sebuah kotak makanan kepada Evila.
Evila menerimanya. “Apa ini Za?”
“Kakak buka aja! Sini aku pegangin tasnya,” Zanna meraih tas kerja yang dipegang Evi.
Evi segera membuka kotak tersebut. Saat kotak tersebut dibuka, keluar aroma manis dari dalamnya. “Wahhh pie. Aduh dari aromanya aja enak nih, apalagi rasanya. Kamu yang buat?” tanya Evila.
Zanna mengangguk, “Hehe iya, semoga kakak suka ya.”
“Selain jago design, kamu jago masak juga nih,” puji Evila. Kemudian mengambil tas kerjanya dari Zanna.
“Hahaha nggak jago kok cuma bisa dikit-dikit aja,” ujar Zanna. Dentingan lift berbunyi di lantai divisi Zanna bekerja. Tapi bukannya keluar, Zanna menutup lift tersebut.
“Kamu gak turun?” tanya Evila.
“Aku mau nemuin pak Abi dulu. Kira-kira pak Abi udah datang belum kak?” Evila melirik jam di tangannya.
“Kayanya udah deh. Pak Abi sering cepat datang ke kantor,” Zanna semakin senang mendengarnya. Tidak rugi ternyata ia datang lebih awal dari biasanya ia berangkat kerja. “Ada perlu apa Za?”
“Mau ngasih pesanan pak Abi,” Zanna mengangkat paper bagnya.
“Ooh pak Abi mesan pie juga ke kamu?” Zanna terkekeh.
“Iya kak,” dentingan lift kembali berbunyi. Mereka berdua keluar dari lift. Zanna pamit pada Evila dan bergegas menuju ruangan Abi. Ia mengetuk pintu ruangan Abi.
“Masuk!” terdengar sahutan seseorang di dalam ruangan. Ternyata Abi memang sudah datang.
Zanna membuka pintu perlahan. Terlihat Abi yang tengah menyeruput minuman berdiri di dekat jendela ruangannya menatap ke arah luar.
“Pagi pak Abi!” sapa Zanna.
Abi menoleh. Ia langsung menghela nafas melihat siapa yang menemuinya. “Ada apa Zanna?”
Zanna berjalan menghampiri Abi. Ia tersenyum melihat Abi. “Ini bekal kedua untuk bapak.”
Abi melihat paper bag yang disodorkan Zanna. Dengan malas, ia mengambil paper bag itu. “Makasih,” ucapnya singkat.
“Sama-sama,” balas Zanna riang. “Oh iya, sandwich kemarin enak gak pak?”
“Hmm,” gumam Abi. Ia kembali menyeruput kopi di tangannya.
“Kok hmm doang? Enak gak pak? Kalau ada yang kurang bilang aja, biar nanti kalau saya mau buatin sandwich lagi bisa saya ubah,” Abi diam. Bagaimana ia bisa bilang enak kalau sandwich yang diberikan Zanna sama sekali tak ia makan?
Ia memberikannya kepada Chris. Abi mencoba mengingat respon apa yang diberikan Chris setelah memakan sandwich buatan Zanna kemarin.
“Lo beli dimana? Sandwichnya enak. Tapi saos sambalnya kurang. Gue suka yang banyak saos sambalnya. Terus sayur seladanya juga kurang banyak,” itu yang dikatakan Chris semalam.
“Pak Abi!” panggil Zanna yang melihat Abi terdiam. “Ada yang kurang ya dari sandwich semalam?”
“Kurang saos sambal sama sayur seladanya.”
Zanna mengeluarkan handphonenya. Ia membuka aplikasi note di ponsel genggamnya itu dan mencatat yang Abi katakan tadi.
__ADS_1
“Okey udah saya catat,” Abi melirik ke arah Zanna. Ia menggelengkan kepalanya pelan. Abi berjalan menuju mejanya. Meletakkan cangkir kopi dan bekal dari Zanna.
Zanna mengikuti dari belakang. “Bapak buka dong. Bapak gak penasaran isinya apa?”
“Gak. Nanti aja saya buka, saya mau ngecek berkas-berkas,” balas Abi.
“Masih pagi kali pak. Bapak isi dulu perut bapak ya? Makan bekal dari saya?” pinta Zanna.
“Zanna. Semakin cepat saya menangani berkas-berkas ini,” Abi menunjuk tumpukan berkas di depannya. “Semakin cepat juga perusahaan ini berkembang.”
Zanna menekuk bibirnya. “Tapi kan bapak juga harus pentingin kesehatan bapak.”
“Saya udah sarapan Zanna. Nanti bekal kamu saya makan saat jam makan siang,” ujar Abi.
“Saya ada bikinin bapak kue pie. Bapak makan satu ya di depan saya. Please...nanti aja bapak urus berkas-berkasnya,” rengek Zanna.
“Zanna! Posisi kita jauh berbeda. Saya gak bisa sebebas kamu. Ribuan nasib orang yang bekerja dengan saya itu berada di tangan saya, menjadi tanggung jawab saya, dan salah satu dari ribuan orang itu adalah kamu. Jadi, untuk itu kembali ke ruangan kamu. Lanjutkan pekerjaan kamu. Jangan ganggu saya!” titah Abi.
Ia kemudian tak memperdulikan ekspresi seperti apa yang Zanna tunjukkan setelah mendengar ucapan Abi. “Ma-maafin saya pak. Kalau gitu saya...”
Belum sempat Zanna menyelesaikan kata-katanya. Terdengar ketukan dan Evila muncul dibalik pintu.
“Maaf mengganggu pak. Ada yang mau bertemu dengan bapak,” setelah Evi mengatakan itu. Orang yang mau menemui Abi muncul di belakang.
Abi melihat orang tersebut. Abi mengeraskan rahangnya. Jelas ia tahu siapa orang yang kini berdiri di hadapannya walaupun orang itu mengenakan masker. Ia adalah Ara.
“Evi! Cepat panggil satpam kemari! Cepat! Suruh usir orang ini!” teriak Abi. Asistennya itu terkejut, ia dengan cepat menuruti perintah Abi.
Zanna pun tak kalah terkejutnya mendengar teriakan Abi yang menggelegar memenuhi ruangan tersebut. Zanna jadi takut bergerak dibuatnya.
“A-Abi. Aku mohon, kita bicara baik-baik dulu. Tenangin diri kamu,” Abi memejamkan matanya. Tampak jelas, rahang-rahangnya mengeras.
Zanna dapat melihat jelas, Abi berusaha keras menahan amarah setelah mendengar perkataan dari orang yang muncul ini.
Ara melihat ke arah Zanna. Mata mereka bertemu. Melihat itu Zanna langsung mengenali mata tersebut. Mata yang sama, dengan yang Zanna lihat saat ia datang memberikan undangan wisuda di lift waktu itu. Dan juga, mata yang sama dengan wanita yang waktu itu tak sengaja Zanna tabrak di mall, saat Zanna akan pergi menonton dengan teman-temannya.
“Zanna...sedang apa kamu masih disini?” tanya Abi dengan nada yang begitu dingin.
“A-anu...sa-saya...” Zanna menggigit bibirnya. Sial! Ia ketakutan melihat tatapan Abi.
“Keluar!!” teriak Abi. Zanna tanpa babibu lagi, langsung dengan cepat keluar dari ruangan Abi.
Sesampainya diluar, Zanna menatap pintu yang perlahan menutup, menyisakan pemandangan wajah Abi yang merah padam. Pria itu benar-benar begitu emosi. Jantung Zanna dibuat berdetak dengan cepat.
Kenapa mantan istri Abi tiba-tiba datang? Zanna khawatir dengan Ara dan juga Abi. Zanna kasihan pada Ara karena pasti wanita itu akan menerima teriakan dari Abi lagi. Sedangkan Abi, Zanna khawatir dengan kemunculan Ara pasti membuat Abi tertekan.
“Tau ah! Gue jadi takut sama pangeran gue itu. Gue udah pernah dimarahin Abi, tapi gue gak pernah diteriakin kaya tadi. Serem bener. Hari ini mood Abi pasti lagi gak baik. Fix gue harus chat dia dan hibur dia nanti.” gumam Zanna.
...***...
...Saviku🐮...
^^^Sapi!!!!!!^^^
Apa?
^^^Gue lg gk tenang🥺^^^
Gk tenang knp?
^^^Nnti gue cerita^^^
^^^Tp skrg, bantuin gue utk nenangin diri^^^
Tunggu
__ADS_1
Tuh, pasti bisa langsung nenangin lo🤪
^^^Ihhh gemoy bgt Sapiku!!!^^^
^^^Mau kmn?^^^
Mau ke cafe ‘Zanna’ sama bunda
^^^Mau ikuttt:(^^^
Hari Minggu ntr bunda bakal ngecek lg
Lo ikut hari Minggu itu oke😉
^^^Okeyyy^^^^^
^^^Blgin ke bunda, Nana kirim salam^^^
^^^Btw pie gue udh dicobain bunda blm?^^^
Udh
Kata bunda enak
Kalau mau dijual, titip di toko bunda
^^^Hahaha gk mau ah^^^
^^^Nnti akoeh makin sibuk😝^^^
^^^Makanan buatan gue cuma org^^^
^^^tersayang yg boleh nyobain😙^^^
Gue berarti salah satunya?😌
^^^Jelas dong, sayang banget malah😘^^^
^^^Dah gue mau lanjut kerja ya sapiiii^^^
Iyaaa
Semangat my sunshine☀️
...***...
Zanna tersenyum, ia mengambil foto selfie dan mengirimkannya pada Savian. Selalu saja, Savian yang sering kali membuat dirinya tenang. Zanna mematikan ponselnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan diseberang sana. Savian berseri-seri membaca kembali chatting dirinya dengan Zanna dan semakin dibuat senang ketika melihat kiriman foto wanita itu. “Lo bener-bener mood booster gue Za.”
.......
.......
.......
...Happy reading...
...Disini aku pake visual barat gk papa ya hehehe^^...
.......
^^^The Yelion 🍀🍁❤️^^^
^^^XOXO^^^
__ADS_1