
...“Aku begitu bahagia, sampai-sampai aku tak bisa merangkai kata-kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ini”...
...***...
Ara memperhatikan sekolah anaknya dari kejauhan. Ara tengah berada di lantai dua cafe seberang sekolah anaknya itu. Ia sengaja memilih tempat duduk yang bisa memantau sekolah anaknya.
Selang berapa lama, Ara menegakkan duduknya. Ia melihat ada Abi disana. Ara menatap nanar ke arah pria yang tengah berdiri di gerbang sekolah. Yang pastinya tengah menunggu putri mereka.
Ara menghembuskan nafasnya kasar. Andai saja ia tak pernah melakukan hal bodoh dulu. Mungkin, kini ia bisa membuat putrinya itu merasakan keluarga yang utuh.
Bunyi bel sekolah yang terdengar sampai ke telinga Ara. Membuat Ara antusias menatap ke arah sekolah anaknya itu. Hingga mata Ara melihat sosok anak kecil yang berlari ke arah Abi. Ara segera bergegas turun dan membayar pesanannya.
Kemudian ia berlari dengan cepat sebelum Abi dan Ghania pergi.
“Abi!” panggil Ara.
Abi yang merasa terpanggil melihat ke arah belakang dan mendapati Ara yang sudah berkaca-kaca menatap kearahnya. Mata Abi melotot, ia langsung menggendong Ghania dan mendekapnya dengan erat.
“Ara! Berani-beraninya kamu muncul!” setelah mengatakan itu. Abi langsung membuka pintu mobil dan memasukkan Ghania.
“Ghania, tunggu papa di dalam mobil ya. Papa mau bicara dulu sama mama....maksudnya tante itu,” hampir saja Abi keceplosan di depan anaknya.
Ghania mengangguk. Abi langsung menutup pintu mobil. Kini, dengan tajam ia menatap Ara. Lalu menyeret Ara agar sedikit menjauh dari mobilnya.
“Abi. Sekali...sekali aja. Biarkan aku gendong Ghania. Aku gak akan bilang kalau...kalau aku ibunya. Aku cuma mau gendong dia. Tolong...izinin aku,” Ara memegang tangan Abi dan menatap pria itu penuh harap.
Abi segera menghempas tangan Ara. “Pergi! Jangan pernah muncul lagi di hadapan Ghania! Sekali lagi kamu menampakkan diri ke Ghania. Aku gak akan tinggal diam,”
Ara menangis tersedu-sedu, “Abi. Kenapa kamu setega ini? Aku cuma minta sekali aja untuk gendong Ghania, megang tangan dia....”
“Lho?! Pak Abi?” Abi melihat ke empunya suara. Zanna? Kenapa Zanna ada disini?
“Zanna? Kamu ngapain disini?” tanya Abi sambil melihat kearah anak yang sepertinya seumuran dengan Ghania.
“Saya jemput adik saya,” balas Zanna kemudian tersenyum.
Abi melirik ke arah Ara. Sepertinya ini kesempatan untuk segera pergi dari Ara. “Kamu bawa mobil?”
Alis Zanna naik. “Ha?”
__ADS_1
Abi mengeraskan rahangnya. “Sa-saya gak lihat mobil kamu ada disini. Makanya saya tanya,”
“Oouh. Saya kesini tadi pakai taksi. Mobil saya lagi dibengkel tadi tiba-tiba mati,”
“Kalau gitu biar saya antar kamu pulang!” seru Abi.
“Eh?! Gak usah pak. Saya bisa naik taksi lagi,” tolak Zanna sungkan karena sepertinya Abi terlihat ada urusan dengan wanita yang saat ini tengah menundukkan wajahnya.
“Kamu langsung aja masuk ke dalam mobil, itu mobil saya disana,” perkataan Abi yang seolah-olah tidak menerima penolakan itu membuat Zanna akhirnya menganggukkan kepalanya.
Abi tersenyum ke arah Zanna dengan manis, walaupun bagi Zanna senyum itu terlihat dipaksakan.
“Kesambet apasih pak Abi? Au ah, yang penting bisa bareng pak Abi,” bathin Zanna. Ia segera masuk ke dalam mobil Abi.
Melihat Zanna yang sudah masuk ke dalam mobil. Abi kembali menatap Ara.
“Jangan pernah bermimpi kalau kamu bisa megang Ghania, bahkan sehelai rambut pun,” Abi yang hendak pergi mengurungkan niatnya.
“Satu lagi, kalau kamu berpikir ingin membuat Ghania merasakan sosok ibu, itu gak perlu. Karena wanita yang tadi, akan menjadi calon ibu untuk Ghania. Jangan datang lagi Ra. Keluarga yang utuh untuk Ghania sebentar lagi akan tercapai,”
Abi langsung pergi menuju mobilnya. Tiba-tiba ia menyesal mengucapkan kalimat-kalimat tadi. Untung saja, Zanna takkan mungkin mendengar itu.
Sebelum membuka pintu mobil. Abi mengalihkan pandangannya ke arah Ara. Terlihat kesedihan di wajah wanita itu. Abi merasa senang melihat wajah sedih itu.
...***...
“Oh ya?”
“Iya pa. Ghania tadi terkejut tau waktu ngelihat Zico sama aunty Zanna masuk mobil,” Zanna terkekeh.
“Ternyata Ghania masih inget ya sama aunty?” tanya Zanna.
“Masih dong. Masa lupa sama aunty yang udah nolongin Ghania,” Zanna tersenyum ke arah Ghania.
“Ghania. Emang kak Za nolongin apa?” tiba-tiba Zico penasaran dengan cerita pertemuan pertama Ghania dengan Zanna.
Dua anak kecil itu sibuk bercerita. Membuat Zanna tersenyum. Sesekali Zanna ikut dalam percakapan mereka.
“Ehem!” deham Abi. Mendengar itu Zanna melirik ke arah Abi.
__ADS_1
“Saya baru tau kalau Ghania satu sekolah sama adik saya,” Zanna mencoba membuka percakapan dengan Abi.
“Iya mungkin karena kita jarang papasan,”
“Bapak tiap hari yang jemput Ghania?” tanya Zanna.
“Nggak. Kalau urusan saya cepat selesai baru saya yang jemput,” Zanna mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Rumah kamu dimana?” Zanna menyebutkan alamat rumahnya.
Abi segera mengambil jalan menuju rumah Zanna.
“Papa. Ghania lapar, mau makan,”
“Iya sayang, nanti sampai di rumah kita makan. Nenek udah masak makanan kesukaan Ghania,” ujar Abi.
“Ini kok gak kaya jalan ke rumah kita?” tanya Ghania.
“Iya kita antar dulu aunty sama Zico nya,” Ghania langsung menggeleng.
“Ajakin aunty sama Zico makan dulu papa di rumah kita. Ghania masih mau main sama Zico,” rengek Ghania.
Abi diam sejenak. Ia tak bisa menolak Ghania. Ia harus mencari cara, akan sangat canggung jika membawa Zanna ke rumahnya. “Aunty Zanna sama Zico nya pasti capek pengen pulang ke rumah. Ya kan Zico?”
“Nggak kok. Zico belum mau pulang. Zico juga masih mau main sama Ghania kok uncle,” Zanna ingin berteriak, ia senang dengan jawaban Zico.
“Kan, Zico nya juga mau. Aunty Zanna juga mau kan ke rumah Ghania dulu?” Abi melirik ke arah Zanna. Ia berharap Zanna punya kesibukan yang mengharuskan untuk segera pulang.
“Boleh. Nanti aunty ikut main bareng kalian berdua ya,” terdengar teriakan kedua anak kecil itu.
“Yeay! Let’s go papa. Ayo ajak aunty sama Zico ke rumah kita!” Abi menghela nafasnya. Ia segera memutar balik menuju rumahnya.
Biarlah. Anggap saja sebagai balasan karena Zanna ia bisa pergi dari Ara.
.......
.......
...Terima kasih sudah mampir^^...
__ADS_1
^^^The Yelion 🍀🍁❤️^^^
^^^XOXO^^^