
...“Dari dulu tak ada seorang pun yang dapat mengalihkan pandanganku darimu. Kamu cintaku”...
...***...
“Evila, ke ruangan saya sekarang bawakan jadwal acara serta rapat yang harus saya hadiri Minggu depan,” ucap seorang pria lewat telepon ruang kerjanya.
Terdengar suara sautan dari seseorang bernama Evila. “Baik pak akan saya antar,”
Selagi menunggu, pria itu kembali berkutat dengan berkas serta laptop dihadapannya. Ia sedikit melonggarkan dasinya. Terdengar ketukan pintu.
“Masuk!” suara berat pria itu menggema di ruangannya.
“Ini jadwalnya pak,” wanita bernama Evila itu memberikan map berisi jadwal kegiatan pria itu.
Pria itu menerimanya dan melihat rangkaian kegiatan padat yang mesti ia hadiri itu. Ada acara yang ia sukai disana.
“Ev, ini acara yang dimaksud Bimo?”pria itu menunjuk salah satu acara yang ada disana.
“Iya pak. Pihak kampus mengundang perusahaan kita untuk datang,” pria itu mengangguk.
“Ya sudah kamu boleh pergi,” Evila keluar dari ruangan pria itu.
Setelah melihat sekretaris sekaligus asistennya keluar. Pria itu mengambil sesuatu dari lacinya. Sebuah foto dirinya bersama dengan seorang wanita. Setiap ada acara yang berhubungan dengan fashion. Ia pasti akan selalu teringat dengan wanita yang ada di dalam foto ini.
“Jika saja kamu pergi tidak meninggalkan luka untukku dan Ghania. Mungkin sampai sekarang, aku akan selalu memajang foto kita di atas meja kerjaku bukan di laci,” pria itu menghela nafas. Ia kembali memasukkan foto itu ke dalam laci dan melanjutkan pekerjaannya.
...***...
“Nih buat lo dan ini buat lo,” Zanna memberikan undangan kepada Savian dan Riana. “Lo berdua harus datang awas kalau nggak!”
“Gue bisa datang sih, cuma gak bisa dari awal acara Za. Gue harus nemanin nyokap gue belanja bulanan dulu,” ucap Riana.
“Gak apa-apa sih, gak datang dari awal acara. Lagian peragaan busana acara paling akhir,” Riana mengangguk.
“Besok yang meragain busana siapa Za?” tanya Savian.
“Kata pak Bimo adek tingkat yang bakal jadi peraganya. Cuma ada beberapa yang nge-design jadi modelnya. Untung gue dapat bagian adek tingkat. Kalau gue yang meragain, gue gak siap. Maluu,” Zanna tertawa membayangkan dirinya menjadi model.
“Gue mau lihat dong design lo,” Zanna sumringah, ia lantas mengajak Riana dan Savian ke ruangan khusus yang disiapkan Bunda Zanna untuk segala busana rancangan Zanna.
“Tadaaaa! Itu dia! Gimana-gimana? Comment dong,” Zanna berjalan dan berdiri disamping rancangannya. Pakaian yang dipajang di manekin itu terlihat bagus ditambah berada di bawah sinar lampu.
Riana memandang takjub. “Bagus Za. Pas banget sama trend sekarang,”
“Gue pikir lo cuma buat pakaian cewek untuk pameran lo. Ternyata lo buat yang cowoknya juga, ini pakaian trend untuk anak muda kan?” Zanna mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Savian.
“Pameran kali ini emang disuruh rancang pakaian yang sekiranya cocok buat anak-anak muda sih. Cuma gue rasa cocok juga kalau dipakai sama orang tua yang sosialita gitu, hahaha,” Savian tertawa lalu berjalan ke arah Zanna dan mengacak-acak rambut gadis itu.
__ADS_1
“Hebat sih lo. Dari kecil tekad lo untuk jadi designer kuat. Dari kecil suka banget lo sama fashion design. Zanna kecil yang gue kenal udah makin gede aja ya,” Savian mencubit pipi Zanna.
“Eh Za, gue balik dulu ya. Ibu ngabarin gue, katanya bang Rio baru sampai,” ucap Riana sembari memasukkan handphonenya ke dalam saku celana.
“Bang Rio balik hari ini?” tanya Zanna.
“Iyap,” balas Riana.
“Mau gue anter Ri?” tawar Savian.
“Pengen gue gebukin lo abis itu gue buang ke sungai. Giliran gue bawa motor lo tawarin mau nganter pulang. Tapi giliran gue gak bawa, bahkan lo gak ada sama sekali nawarin, gue minta anterin pun lo gak mau,” Savian tertawa mengingat apa yang diucapkan Riana.
“Mendadak banget lo pulang, baru aja gue mau nyuruh lo sama Savi nyobain dulu pakaian yang gue buat,” Riana yang hendak keluar, mengurungkan niatnya. Riana begitu suka jika disuruh mencoba pakaian baru yang dirancang Zanna.
“Sini! Gue siap!” Zanna tertawa. Lalu menyuruh mereka mencoba rancangannya di kamar ganti ruangan tersebut.
Setelah menunggu, Zanna semakin bangga akan karyanya. Pakaian itu pas dipakai Savian dan Riana.
“Cocok banget! Padahal ini bukan pakaian couple. Tapi kok pas dipakai jadi kaya pakaian couple,” Zanna memutari dua insan yang hanya bisa diam.
“Ini karena kalian yang pakai makanya kelihatan couple. Kenapa gak jadi couple sekalian aja coba?” Zanna tertawa. “Eh tapi Savi udah suka sama orang lain ya,” Zanna mencoba meneliti tiap jengkal rancangannya itu, tanpa memperhatikan bagaimana tatapan Riana yang melihat Savian tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Zanna.
Riana dan Savian diam, tak ada yang merespon ucapan Zanna tadi. Setelah Zanna memutari mereka, Zanna kembali berada di hadapan mereka berdua. “Menurut kalian ada yang kurang gak? Ada yang bikin gak nyaman gak?” tanya Zanna.
“Kalau menurut gue gak ada sih Za. Bahannya adem bikin nyaman. Masalah detail-detail aksesoris yang lo tambahin juga menurut gue gak over. Pas dan jadi bikin nih baju kelihatan manis,” komentar Riana. Zanna menampilkan semburat senyum, puas dengan pendapat Riana. Lalu tatapannya beralih ke arah Savian.
“Pendapat gue sama kaya Riana,” ucap Savian singkat.
“Gue balik juga ya,” Savian mengucapkan itu tanpa menoleh sedikit pun ke arah Zanna. Savian yang hendak membuka pintu, ditahan Zanna dengan menarik baju Savian.
“Lo sakit?” Zanna bertanya pada Savian.
“Gak,” Zanna mengerutkan kening. Pasalnya Savian menjawab tanpa melihat ke arahnya.
“Bohong. Lo kok tiba-tiba berubah? Perasaan tadi baik-baik aja,” Savian berbalik, dan melepaskan tangan Zanna yang masih menarik bajunya itu.
Savian menghela nafas. Lalu menatap gadis didepannya. Zanna yang heran, tersenyum sembari menaik-naikkan alisnya. Dengan tiba-tiba, Savian menarik Zanna ke dalam pelukannya. Zanna yang heran, lantas memberontak tapi ditahan oleh Savian.
“Apaan sih tiba-tiba meluk? Awas lo, gue bilang ke bunda nanti,” Zanna masih mencoba melepaskan diri, tapi pelukan Savian terlalu kuat, dan akhirnya membuatnya pasrah.
“Bunda yang mana? Bunda lo atau bunda gue?” Savian menghirup aroma rambut Zanna. Ia memejamkan matanya.
“Dua-duanya. Gue laporin ke tante Biba dan bunda gue,” Savian terkekeh.
“Lo kenapa sih? Aneh banget, tiba-tiba dingin, abis itu sekarang tiba-tiba meluk,” Savian tersenyum mendengar itu. Ia pun tak mengerti mengapa ia tiba-tiba seperti itu. Savian tiba-tiba kesal dengan Zanna, tapi seketika rindu pada Zanna. Walaupun ada Zanna di dekatnya, karena itu ia memeluk Zanna.
Zanna mencoba melepaskan dirinya sekali lagi, namun Savian pun tak mau melepas Zanna. “Dulu lo sering peluk gue tiba-tiba. Apalagi kalau lo sedih, gak berhenti lo peluk gue,” Savian akhirnya melepas pelukannya pada Zanna, lalu menatap mata gadis yang telah lama ia cintai itu.
“Itukan dulu, pas gue masih kecil,” Zanna mencubit sekilas hidung Savian.
__ADS_1
“Emang kalau sekarang lo gak mau peluk gue lagi?” tanya Savian.
“Ya kali gue main peluk-peluk aja. Kalau gue punya pacar, ya marah dong ntar, pacar gue,” balas Zanna.
“Ya gak apalah, sekalian untuk nge-test cowok lo cemburuan apa kagak,” Zanna tertawa mendengar itu.
“Lo harus jadi pacar gue dulu, kalau mau gue peluk. Hehe,” Zanna terkekeh lalu duduk di kursi yang ada di ruangan itu.
“Ya udah kalau gitu ceritanya. Lo mau gak nerima gue jadi pacar lo?” Savian tiba-tiba langsung berdebar setelah mengatakan itu. Ia mengutuk dirinya karena berbicara seenaknya.
“Apaan sih, ngelucu lo,” Zanna terpingkal mendengar itu. Sedangkan jantung Savian yang berdebar tadi kembali normal. Seakan kecewa dengan ucapan Zanna.
“Gue serius,” Savian kembali mengutuk dirinya.
“Udah deh Sapi, kepala lo abis kebentur apaan tadi. Aneh-aneh aja lo. Udah gih pulang sana,” Savian menghela nafas.
“Ya udaaah....gue pulang,” Savian berjalan menuju pintu, saat ia telah memegang gagang pintu. Ia berhenti sejenak, lalu menatap ke arah Zanna. “Za, ingat pesan gue kali ini ya. Mau bagaimana pun keadaan lo, gue selalu ada untuk lo,”
Lalu Savian pun pergi dari hadapan Zanna. Sedangkan Zanna hanya terdiam mendengar ucapan Savian, lalu menggelengkan kepalanya.
“Bikin gue merinding aja tuh anak. Tiba-tiba ngomong gitu,”
...***...
...#pojokanauthor...
...Hai aku kembali lagi setelah sekian lama menghilang XD...
...Maaf ya aku sibuk pindahan rumah^^...
...Jadinya waktu untuk ngetik jadi ke tunda...
...Dan kemungkinan untuk saat ini aku belum bisa fast update...
...Karena abis pindahan ini, aku disibukkan dengan urusan magang :'''( Maaf...
.......
...Semoga tetap suka ya dengan cerita MHC ini ;)...
...Btw aku sengaja part-part yang kemarin dan sekarang tentang Savian dulu, biar kalian tau gimana perasaan Savian hehe :3...
.......
...Jangan lupa like, vote, rate, share, dan tambahkan ke favorit kalian^^...
.......
...Wanita penghuni surga (Aamiin^^)...
__ADS_1
...Leonita_Wi...
...XOXO♥️🍁🍀...