My Heart Choice

My Heart Choice
19• l'amour


__ADS_3

...“Berhentilah menangis. Bukankah sudah ku katakan? Aku akan selalu ada disampingmu. Apapun yang terjadi, tenanglah. Hapus air matamu sayangku”...


...***...


“Saya bisa minta suster untuk suapi saya. Kamu tak perlu repot-repot,” Zanna menggeleng mendengar ucapan Abi.


“Pak, anggap aja saya balas budi ke bapak. Karena bapak mau kasih waktu saya agar bisa kerja di perusahaan bapak,” Abi diam. Ternyata susah membuat Zanna berhenti. “Seperti yang sudah saya bilang. Anggap aja saya ini suster, oke? Sekarang buka mulut bapak. Saya tahu perut bapak dari tadi bunyi,”


Akhirnya, dengan segala keterpaksaan. Abi menurunkan harga dirinya, ia membuka mulutnya. Menerima suapan dari Zanna. Gadis periang itu tersenyum bangga. Tak sia-sia ternyata ia tetap bersikeras.


Padahal niat awalnya ke rumah sakit untuk menjenguk adik tingkat yang mengalami kecelakaan yang seharusnya menjadi model Zanna waktu itu. Tapi ketika matanya menangkap sosok anak kecil yang ia kenal sebagai anak pria yang ia sukai, tentu saja menarik rasa penasaran Zanna. Ada gerangan apa gadis mungil itu di rumah sakit? Apakah Abi sakit?


Zanna langsung cemas, setelah mendengar penjelasan dari Ghania. Benar saja pria itu tengah dirawat, dan Ghania mengatakan bahwa ayahnya itu ditemukan pingsan dengan darah mengucur di kaki dan tangannya tengah malam. Anak kecil itu dengan polos menceritakan segalanya dengan raut sedih. Ia mengatakan banyak pecahan kaca berserakan di kamar ayahnya. Lalu juga dengan foto pernikahan ayahnya yang pecah.


Ada apa dengan pria itu? Apa yang terjadi malam itu? Apakah ia begitu merindukan istrinya saat ini, sampai-sampai kehilangan istrinya begitu menyakitkan? Ah! Andai saja Zanna sudah menjadi orang penting atau sudah akrab dengan Abi. Pasti setidaknya ia mengetahui apa yang melanda pria itu. Pasti pria itu tampak menyedihkan malam itu.


Zanna menyuapkan suapan terakhir. Ia tersenyum melihat Abi, ia tak menyangka setidaknya ada kemajuan dalam pendekatan dengan pria manis ini. Zanna memberikan air putih pada pria itu. Abi meminumnya, lalu setelah itu kembali memberikannya pada Zanna. Abi melihat gerak-gerik Zanna. Kenapa gadis ini membantunya? Ah! Ini pasti karena ia adalah calon atasannya. Gadis ini mencoba untuk menarik hatinya.


“Terima kasih, kalau begitu saya mau istirahat kembali. Oh iya omong-omong kamu ada urusan apa ke rumah sakit ini?” tanya Abi.


“Oh itu. Niatnya tadi saya mau jenguk adik tingkat saya pak. Dia dirawat di rumah sakit ini juga,” jelas Zanna.


“Sudah kamu jenguk?” Zanna menggelengkan kepalanya. “Ya sudah kalau gitu kamu jenguk sekarang,” Abi mencoba untuk membuat Zanna pergi. Ia ingin istirahat, takkan nyaman bila Zanna masih di ruangan ini dan memperhatikannya tidur.


“Bapak gak apa-apa sendiri? Apa perlu saya cari ibu dan anak bapak?” Abi menggeleng, walaupun dirinya ingin Zanna pergi. Tapi ia tak mau lagi merepotkan Zanna.


“Tak perlu. Lagi pula saya ingin istirahat,” balas Abi.


“Ya sudah kalau gitu pak. Saya permisi,” Abi mengangguk lalu membalas senyum Zanna dengan senyuman tipis.


“Cepat sembuh ya pak,” Abi kembali menganggukkan kepalanya.


“Oh iya, terus jangan sedih lagi ya pak. Jangan lukai diri bapak, kasihan Ghania jadi sedih,” Zanna lalu pergi dari ruangan itu, meninggalkan Abi yang tertegun. Apa Zanna tahu luka pada dirinya ini karena kesedihannya semalam? Kalau iya darimana gadis itu tahu. Terserahlah, ia ingin kembali istirahat agar dirinya tak perlu merasakan perih diluka-lukanya karena bius yang sudah hilang.


...***...


Sudah enam bulan waktu berlalu setelah Zanna menjenguk Abi. Kini ia tengah disibukkan dengan segala urusan skripsinya. Sebentar lagi ia akan menyelesaikan kuliahnya, lalu bekerja dengan Abi dan semenjak pertemuan mereka di rumah sakit itu, pertemuan Zanna dengan Abi bisa dihitung dengan jari. Itu pun pertemuan mereka terkait masalah kerja sama mereka.

__ADS_1


Selagi menunggu Zanna benar-benar bekerja di perusahaannya. Abi telah melakukan kerja samanya terkait rancangan Zanna. Ia memproduksi rancangan Zanna, dan tentunya nama Zanna dicantumkan jika rancangan sudah selesai. Rancangan Zanna yang keluar di pasaran, laku keras. Bukan hanya ini dikarenakan brand AGHA yang sudah besar namanya. Tapi ini juga karena rancangan Zanna yang menarik perhatian orang.


Semenjak itu, banyak brand-brand lain yang ingin membeli rancangan Zanna atau mengajak Zanna bekerja di perusahaan mereka. Tapi Zanna tentu menolak, selain karena ia telah menandatangani surat perjanjian kerja sama yang isinya Zanna tidak boleh menjual rancangannya pada perusahaan lain. Zanna juga menolak karena ia ingin mendedikasikan karyanya hanya untuk perusahaan milik Abi. Ia tak ingin ribet berurusan dengan banyak perusahaan.


“Hai ibu designer. Sibuk amat kelihatannya,” Savian duduk di samping Zanna. Mereka tengah duduk lesehan di balkon rumah Zanna.


“Sejak kapan lo di rumah gue. Kok gue gak lihat lo masuk?” Zanna memakan popcorn kemasan kesukaannya.


“Padahal balkon rumah lo ngehadap ke gerbang sama rumah gue, masa lo gak lihat gue? Ini pasti karena lo terlalu fokus sama laptop lo, sakit mata nanti Za,” Savian ikut memakan popcorn tersebut, lalu melirik ke arah laptop milik Zanna.


“Biasa, ngurusin skripsi yang gak tahu kapan kelarnya,” Zanna menaruh laptopnya. Lalu menyandarkan kepalanya di bahu Savian.


“Disatu sisi gue senang karena perubahan besar di karir gue. Tapi disatu sisi gue capek banget. Ini belum gue kerja di AGHA corp, udah segini sibuknya gue, belum lagi ngurusin skripsi. Apalagi kalau gue udah kerja disana, pasti capek banget ya kan Savi?” Savian menarik Zanna agar lebih merapat pada dirinya.


“Bersyukur aja Za. Ya namanya juga kerja, ya pasti capeklah. Anggap aja ini latihan mental lo sebelum benar-benar kerja yang sesungguhnya. Ingat lo udah setengah jalan, jangan berhenti. Semangat!” Savian mengelus-elus kepala Zanna.


“Iya deh. Semangat! Savi, gue boleh istirahat gak?” tanya Zanna.


“Lo mau ke kamar lo?” Zanna menggeleng.


“Ya udah gue temenin ya,” Zanna mengangguk, lalu ia membaringkan kepalanya di paha Savian. “Elus kepala gue dong,”


Savian tertawa kecil. “Manja banget sih lo,” ejek Savian yang dihiraukan Zanna. Savian mengelus rambut Zanna, dan Zanna mulai memejamkan matanya.


Laki-laki yang menyukai Zanna ini tersenyum melihat gadis yang ia cintai ini. Wajah lelah terlihat di raut wajah Zanna. Savian berjanji, ia akan selalu ada untuk Zanna, seperti saat ini.


“Aduh romantis banget sih kalian,” Zevana datang mengejutkan Savian, tapi Zanna ternyata saking lelahnya ia sudah tertidur.


“Dari kecil gue lihat kedekatan kalian jadi bikin gue iri. Coba gue punya teman rasa pacar kaya Zanna,” Savian terkekeh.


“Kak, lo kalau ngomong sama gue pakai lo-gue. Giliran sama Zanna aku-kamu,” ucap Savian.


“Kemana aja lo selama ini. Udah kebiasaan manggilnya aku-kamu. Tapi tuh anak kalau lagi marah pakai lo-gue. Lagian ngapain bahas ini sih, gak penting banget,” Zevana melirik ke adiknya, ia menoyor kepala Zanna yang tengah tidur.


“Lo gak capek jadi teman Zanna terus?” Savian tersenyum.


“Nggak mungkin gue capek,” Zevana tersenyum mendengar kata yang keluar dari mulut Savian.

__ADS_1


“Mulai sekarang lo harus gerak cepat Savian. Apalagi Zanna bentar lagi bakal kerja di perusahaan, pastinya ketemu orang-orang baru,” laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya.


“Kalau lo mau cari yang lain gak apa Savian. Lupain aja perasaan lo sama Zanna,” Savian langsung menggeleng cepat.


“Gue masih belum mau nyerah,”


“Ya udah terserah lo deh. Kalau gitu, gue mau lo jagain Zanna terus ya. Kalau misalnya Zanna buat lo sakit hati, please jangan masukkin ke hati ya,” Savian menghela nafasnya kecil.


“Iya pasti gue jagain,” Savian menatap Zanna, lalu tersenyum.


“Terus jangan malah lo yang nyakitin Zanna,”


“Iya-iya. Bawel amat sih lo kak. Tenang aja oke? Gue pasti jagain Zanna. Gue gak akan pernah sakitin Zanna. Gue berani janji,” Zevana menepuk kepala Savian pelan. Lalu pergi dari hadapan Savian.


.......


.......


.......


...#pojokan author...


...Maaf updatenya telat...


...Paket internetku habis:(...


.......


...Tetap tunggu Eps selanjutnya ya^^...


...Love you reader tersayang^^...


.......


...The Yelion🍀🍁♥️...


...XOXO...

__ADS_1


__ADS_2