
...“Ternyata harapanku untuk dirimu masih harus ku perjuangkan. Bisakah kamu menungguku, agar kita bisa berjalan bersama?”...
...***...
Beberapa bulan telah berlalu. Zanna saat ini tengah berjalan dengan riang menuju kantor Abi. Saat sampai di meja resepsionis ia berhenti sejenak untuk bertanya. “Permisi. Saya mau tanya pak Abi ada di tempat gak?”
“Ada bu. Maaf sebelumnya, apa ibu sudah buat janji?” Zanna mengangguk dengan cepat sembari mengeluarkan senyum lebarnya.
“Baik tunggu sebentar ya bu,” Zanna kemudian melihat petugas resepsionis hendak menelfon. Setelah beberapa lama petugas tersebut tersenyum ke arah Zanna.
“Maaf bu, pak Abi masih menghadiri rapat. Ibu Evila berpesan ibu langsung naik saja ke atas. Menunggu disana,” Zanna mengangguk.
“Makasih ya kak, dan by the way kalau kita ketemu lagi panggil saya mbak aja. Saya malu dipanggil ibu, hehehe,” petugas resepsionis itu tersenyum dan mengangguk. Zanna pun pamit dan kembali mengucapkan terima kasih.
Zanna merasa senang sekali. Ia tidak sabar bertemu dengan Abi memberikan sebuah surat yang sangat amat penting untuk hidup Zanna. Sesampainya di lift Zanna menekan tombol menuju lantai tempat ruangan Abi berada.
Ia memegang erat tas berisi surat tersebut. “Gue gak sabar. Ya ampun jantung, please jangan jedug-jedug,” teriak Zanna berhubung hanya ia sendiri yang berada di dalam lift.
Bunyi dentingan lift langsung membuat Zanna sontak diam. Pintu lift terbuka, seorang wanita masuk dan berdiri disamping Zanna. Wanita disampingnya itu membuat Zanna takjub. Tubuhnya tinggi dengan bentuk badan bak model. Namun Zanna tidak bisa melihat wajah wanita itu. Wajahnya tertutupi masker, tapi yang pasti Zanna melihat mata wanita itu terlihat begitu indah.
Dentingan lift kembali berbunyi. Kali ini berhenti di lantai yang dituju Zanna. Saat Zanna hendak keluar, wanita disamping Zanna lebih dulu keluar dari lift. “Fix, itu pasti model brand AGHA!” gumam Zanna.
Zanna pun berjalan menuju ruangan Abi. Disana ada Evila, ia tersenyum menyambut Zanna. “Nona Zanna, silahkan ikuti saya,” Zanna dengan patuh mengikuti asisten Abi tersebut.
“Nona silahkan duduk disini dulu selagi menunggu pak Abi selesai rapat,” Zanna dituntun menuju ruangan Abi dan duduk di sofa yang ditunjuk Evila. “Kira-kira pak Abi selesai rapatnya kapan ya kak eh bu?” tanya Zanna.
“Tidak akan lama paling dalam lima belas menit lagi selesai,” ucap Evila membalas Zanna.
“Kak eh bu,” Evila terkekeh mendengar Zanna yang bingung dengan sebutan untuk dirinya. “Maaf ya bu saya bingung mau manggil apa,” lanjut Zanna karena melihat kekehan Evila.
“Nona Zanna boleh panggil saya dengan sebutan kakak. Yang mana nyamannya aja di nona Zanna,” balas Evila.
“Okey. Kak saya boleh minta sesuatu gak?” tanya Zanna.
“Boleh, apa itu?” balas Evila.
__ADS_1
“Panggil saya Zanna aja ya. Saya jadi kikuk dipanggil nona hehe,” Evila tertawa kecil. Ia mengangguk menerima permintaan Zanna.
“Oh iya kak. Ini ruangan pak Abi?” Evila mengangguk. “Ini gak apa-apa saya nunggu disini?”
“Tidak apa-apa Zanna. Pak Abi sendiri yang menyuruh kamu menunggu di ruangannya,” Zanna mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau gitu saya tinggal dulu ya Zanna,” Zanna kembali mengangguk. Kemudian ia melihat Evila keluar dari ruangan Abi.
Zanna melihat sekeliling. Ia tidak menyangka bisa berada di ruangan pemilik salah satu perusahaan terbesar di negaranya dibidang fashion ini. Luas, rapi, dan tentunya bersih. Apakah jika Zanna sudah bekerja di perusahaan Abi ia akan mendapat ruangan sendiri seperti ini? Sepertinya iya, semoga saja.
Sembari menunggu Abi, Zanna mengeluarkan handphone miliknyaaa. Terlihat dengan jelas, wallpaper miliknya adalah wajah Abi. Zanna tertawa kecil. Ia kemudian membuka kamera, ia ingin mengabadikan dirinya tengah berada di ruangan CEO tersebut. Cukup lama Zanna ber-selfie ria.
Ia mulai bosan, Abi tidak kunjung datang. Ini sudah lewat dari lima belas menit sesuai yang dikatakan Evila. Tanpa aba-aba, kelopak mata Zanna tertutup perlahan. Semoga saja ia bisa terbangun sebelum Abi datang. Zanna tertidur sambil memeluk tasnya.
Disisi lain, Abi baru saja keluar dari ruangan tempat ia mengadakan rapat. Ternyata rapatnya kali ini sedikit memakan waktu lebih lama. Ia kemudian teringat dengan Zanna, gadis itu pasti sedang menunggunya. Sebelum bergegas menuju ruangannya, Abi menyempatkan diri menuju ruangan Chris. Saat ia membuka ruangan tersebut, ia tidak melihat Chris sama sekali. Tetapi ada seorang wanita tengah duduk di sofa ruangan tersebut.
Abi berdeham, memberi aba agar si wanita itu menoleh ke arahnya. Benar saja, wanita itu menoleh ke arah Abi. “Maaf, anda sedang apa disini? Dimana Chris?” tanya Abi.
Wanita itu tidak menjawab. Ia hanya menatap Abi dengan rasa terkejutnya. Abi mengerutkan keningnya, wanita ini berpakaian aneh. Memakai kacamata hitam dan menggunakan masker. Wanita itu masih diam tidak menjawab pertanyaan Abi. Sudahlah, lebih baik ia segera ke ruangannya.
“Hmm...saya minta tolong, jika nanti anda bertemu dengan Chris sampaikan padanya saya mencari dia,” Abi kemudian keluar dari ruangan Chris. Ia pun berjalan menuju ruangannya.
Ia membuka pintu dan ia bisa langsung melihat Zanna tertidur diatas sofa. Dimana tata krama gadis ini? Bisa-bisanya ia tertidur di ruangan orang. Evila tersenyum kecil. Sepertinya Zanna ketiduran karena menunggu Abi.
“Pak, sepertinya Zanna ketiduran karena menunggu bapak,” Abi melirik ke arah Evila kemudian kembali menatap ke arah Zanna. Ia berdeham, bermaksud membuat Zanna terbangun. Tetapi gadis itu tidak kunjung bangun.
“Evila bangunkan dia!” perintah Abi. Pria itu berjalan menuju kursinya dan duduk disana.
Evila menghampiri Zanna. Ia menggoncang bahu Zanna pelan. Zanna masih belum terbangun. “Zanna! Bangun, pak Abi sudah datang,” Zanna menggeliat.
Alam bawah sadar Zanna sepertinya langsung merespon mendengar nama Abi. Ia membuka perlahan matanya. Melihat Zanna sudah terbangun, Evila undur diri dari sana yang dibalas anggukan Abi.
Pria itu hanya menatap Zanna dengan tajam. Gadis itu mengucek-ucek matanya. Saat kesadarannya sudah hampir terkumpul, Zanna langsung terperanjat melihat Abi yang sudah ada di hadapannya sembari menatapnya. Ia langsung berdiri.
“Ba-bapak udah disini? Maaf pak saya ketiduran. Maaf banget pak,” ucap Zanna sambil berkali-kali membungkukkan badannya.
“Karena kamu sudah puas tidurnya. Sekarang ada urusan apa kamu menemui saya?” Zanna segera terburu-buru mengeluarkan surat lalu menyerahkannya pada Abi.
__ADS_1
“Ini, saya ingin memberikan ini pada bapak,” Abi melihat amplop putih yang ia yakini berisi sebuah surat. Ia mengeluarkan dan membaca surat tersebut. Ternyata surat undangan wisuda.
“Bukankah ini bisa kamu titipkan pada asisten saya? Lagi pula saya sudah tahu kamu sebentar lagi akan wisuda,” Abi kembali meletakkan surat tersebut.
“Saya ingin mengundang bapak secara langsung. Karena bapak berperan besar dalam membantu saya untuk menyelesaikan kuliah ini. Saya sangat berharap bapak bisa datang,” Zanna tersenyum ke arah Abi.
Abi mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. “Akan saya usahakan datang jika tidak ada pekerjaan,” Zanna tersenyum kecut. “Ya sudah hanya itu yang ingin kamu sampaikan? Apa ada lagi? Jika tidak ada kamu boleh keluar dari ruangan saya, saya mesti melanjutkan pekerjaan saya,” Abi kemudian mengambil berkas yang ada diatas meja kerjanya.
Zanna menghela nafas. “Iya pak hanya itu saja. Saya ucapkan terima kasih, saya pamit dulu,” ucap Zanna dengan tidak semangat. Sepertinya pria itu tidak ada keinginan untuk datang.
Abi mendengar perubahan intonasi suara Zanna yang melemah. Ia melihat ke arah Zanna yang sudah berjalan menuju pintu. “Saya akan datang,”
Zanna langsung menoleh ke arah Abi. “Maaf, apa pak?” Abi tidak menjawab ia kembali bekerja. Zanna tersenyum, ia tidak mungkinkan salah dengar. Abi bilang ia akan datang. Dengan riang Zanna keluar dari ruangan Abi. Ia pamit kepada Evila.
“Yes! Pangeranku bakal datang!” teriak Zanna dalam hati.
.......
.......
.......
...#pojokanauthor...
...Semoga suka dan tetap setia...
...Utk Eps selanjutnya aku kasih bocoran...
...Abi bakal emosi banget:(((...
.......
...Jangan lupa like, vote, comment ,dan share ya biar banyak yg baca MHC^^...
^^^The Yelion❤️🍁🍀^^^
__ADS_1
^^^XOXO^^^