My Heart Choice

My Heart Choice
12• Impian


__ADS_3

...“Rasanya baru kemarin aku mengenalmu. Kini, tiba-tiba saja kamu pergi, dan meninggalkan janji yang belum sempat kau tepati”...


...***...


“Makasih ya pak sapi karena udah traktir kita berdua,” Zanna tersenyum senang seraya memakan jajanan yang ia beli.


Riana pun mengucapkan terima kasih juga ke Savian, dan dibalas anggukan serta senyum manis dari pria itu. Kini mereka bertiga tengah berjalan mengelilingi komplek sebelum memutuskan untuk pulang.


Di acara keliling komplek, mereka sempatkan mampir ke taman komplek. Zanna mengatakan ia ingin menghabiskan makanannya dulu sebelum pulang. Takut diminta oleh Zeva.


“Perut gue kenyang banget,” ujar Zanna.


“Semuanya lo beli, apa salahnya lo sisain untuk orang di rumah lo. Dasar rakus,” ketus Riana.


“Biarin, kak Zeva juga jarang traktir gue,” Riana hanya diam, ia tidak mau pembicaraan mereka berakhir dengan debat. “Pulang yuk, badan gue pengen dibawa baring,” Zanna menghabiskan tegukan terakhir dari air mineral.


“Savi, gendong gue dong. Gak kuat jalan,” Zanna memandang Savian sambil memanyunkan bibir.


Savian terkekeh, lalu ia berjongkok di hadapan Zanna. “Sini naik!” seru Savian.


“Yeay! Sayang deh sama Saviku ini,” Zanna pun kini berada di gendongan Savian. Riana hanya menggelengkan kepala. Jika orang melihat, pasti mereka akan mengira kalau Zanna dan Savian berpacaran. Mengingat betapa dekatnya mereka.


Riana dan Savian berjalan dengan santai, sedangkan Zanna memegang leher Savian dengan erat. Zanna tersenyum senang.


“Gue jadi ngantuk. Gue mau tidur dulu, nanti kalau udah sampai rumah bangunin gue ya,” Zanna meletakkan kepalanya di pundak Savian, dan mencoba untuk tidur.


Karena tahu Zanna orangnya mudah tertidur. Riana mengecek apakah Zanna sudah tidur apa belum. Ia mengibas-ngibaskan tangannya di wajah Zanna. Lalu memanggil Zanna, dan benar saja Zanna sudah tertidur.


“Lo belum jawab pertanyaan gue tadi. Apa yang lo suka dari Zanna?” Savian melirik ke arah Riana. Ia tersenyum tipis.


“Zanna itu periang, baik, jujur sama perasaannya sendiri dan orang lain. Dia bisa buat gue nyaman kalau dekat dia. Pekerja keras, kalau lagi sungguh-sungguh ngerjain sesuatu dia pasti bakal sepenuh hati. Dia itu mudah buat orang sulit ngelupain dia.

__ADS_1


Banyak hal lainnya lagi yang sulit gue jelaskan dengan kata-kata. Yang pasti gue menyukai segala hal yang ada di Zanna. She is amazing after my mom,”


Riana tersenyum mendengar itu. “Lo yang harusnya jadi pacar Zanna. Lo juga baik. Gue do’ain yang terbaik untuk lo. Semoga suatu saat Zanna sadar ada cowok seeee...baik elo,” Savian tertawa sambil mengucapkan terima kasih.


...***...


“Serius pak?!” tanya salah seorang mahasiswi tak percaya.


“Iya saya serius. Salah satu pemilik perusahaan konveksi terbesar akan datang di event itu. Saya dengar mereka ingin merekrut kalian atau membeli hasil karya kalian. Yang pastinya jika kalian ingin kesempatan ini datang pada kalian, pastikan karya kalian itu bagus. Buatlah pakaian yang bisa menarik perhatian mereka,” kelas Bimo riuh dengan suara sorakan. Termasuk Zanna yang tak kalah histeris.


“Baiklah. Jika kalian butuh saran dan bantuan saya, kalian bisa temui saya di luar jam kelas saya mengajar,” ucap Bimo.


Lalu setelah ia mengakhiri kelas pagi itu, Bimo pergi. Zanna segera menyusul Bimo. “Pak, saya mau minta saran dong dari bapak,” Zanna mengeluarkan sketch book miliknya, dan memperlihatkan design yang ia buat untuk event tersebut.


“Ini ada beberapa design yang saya buat. Menurut bapak, apa yang harus saya tambahkan atau kurangi?” Bimo tersenyum.


“Ini bagus Zanna. Karya kamu simple tapi terlihat elegan. Saya suka semua ini dan merasa tidak ada yang kurang. Saya harap kamu buat pakaian-pakaian ini dari bahan yang tepat ya Zanna,” mata Zanna berbinar.


“Terima kasih pak Bimo. Dosen kesayanganku,” Zanna membentuk tanda ‘love’ dari jarinya. Bimo menggelengkan kepalanya.


“Mau nanya apa?” Zanna terdiam. Ia ingin menanyakan perihal pria duda itu pada Bimo. Tapi diurungkannya, masalah pria itu nantilah ia urus. Ia harus fokus dulu untuk masa depannya ini. Zanna percaya ia pasti akan bertemu pria itu suatu saat nanti.


“Gak jadi pak, hehehe,” Bimo mengangguk lalu pergi dari hadapan Zanna.


Zanna berjalan dengan riang. Jika seperti ini, ia tentunya semangat untuk mengejar impiannya itu. Sambil menunggu kelas berikutnya, Zanna melangkahkan kakinya menuju kantin. Disana ia melihat Jordan sedang duduk sendiri.


“Jordan! Aku duduk disini boleh?” tanya Zanna.


“Oh iya boleh. Nunggu Ria?” Zanna menggeleng.


“Riana lagi ada kelas,” balas Zanna.

__ADS_1


“Oh nunggu Savian?” Zanna kembali menggeleng.


“Savian gak ada kelas hari ini. Aku gak nunggu siapa-siapa, aku nunggu jam kelas berikutnya nanti,” Jordan ber-oh ria. Zanna pergi sebentar untuk memesan, setelah itu kembali di tempat ia duduk.


“Jo! Kalau event jurusan aku udah diadakan datang ya. Nanti tiket masuknya aku kasih. Gratis untuk kamu,” Jordan tertawa.


“Okey aku pasti datang. Aku tinggal ya Za, aku ada kelas sekarang,” Zanna mengangguk dan Jordan pergi.


Zanna menikmati waktunya sendiri di kantin. Ia menanti-nanti hari dimana karya ia ditampilkan. Ia berharap karya miliknya dapat menarik hati. Sambil menunggu pesanannya datang dan menunggu kelas berikutnya. Zanna mencoba membuat design lagi.


.......


.......


...#pojokanauthor...


...Ey Yo! Part 12 update^^...


...Semoga feel nya dapat:)...


...Stay terus, sayang kalian semua^^...


.......


...Jangan lupa vote, like, rate 5, comment dan share...


...Favorite kan juga okeyyy...


.......


...Wanita penghuni surga (Aamiin^^)...

__ADS_1


...Leonita_Wi...


...XOXO♥️🍁🍀...


__ADS_2