My Heart Choice

My Heart Choice
20• Kenangan


__ADS_3

...“Selama kamu belum memaafkan masa lalumu. Kamu akan terus menyakiti siapa pun yang mencintaimu”...


...***...


Hari ini Abi melakukan perjalanan keluar negeri untuk menjalin kesepakatan dengan kliennya. Abi duduk dengan nyaman di pesawat kelas bisnis tersebut. Ia memandang keluar jendela, ia memilih duduk dekat sayap pesawat, tempat yang sering direbutkan orang-orang karena sayap pesawat yang membuat pemandangan diatas awan semakin indah.


Abi beralih menatap asistennya yang duduk di seberang. “Evila, bisa ambilkan obat saya,” Evila yang tadi terlelap, langsung sigap dan mengambilkan obat yang mesti Abi minum.


Semenjak kejadian beberapa bulan lalu, karena rumah sakit itu sudah mengenal Abi. Dokter yang merawat Abi melihat banyak luka pada tubuh Abi menyarankan ia untuk konsultasi pada psikiater. Abi tak menolak, ia mendatangi psikiater tersebut. Dokter mengatakan Abi mengalami self-injury atau perilaku menyakiti diri sendiri. Ia disarankan untuk mengurangi kesibukan pekerjaan. Memilih hal-hal menyenangkan, bahkan ia juga disarankan setiap malam untuk tidur dengan Ghania. Abi juga dilarang keras meminum minuman beralkohol.


Abi pun diberikan beberapa jenis obat. Evila menyiapkan air putih dan obat. Abi menerimanya, ia tahu penyakitnya ini dikarenakan kehilangan seseorang yang ia cintai. Bahkan bukan hanya karena meminum minuman yang memabukkan, ia juga sering saat sadar menyakiti dirinya sendiri. Abi menghela nafas, selama ini ia tak pernah menyayangi dirinya sendiri.


Setelah meminum obat tersebut. Abi mencoba memejamkan matanya. Perjalanannya masih jauh, masih beberapa jam lagi untuk sampai di negeri fashion, yaitu Paris. Tapi, lagi-lagi sekelebat kenangan hadir di pikirannya. Ia mengingat pertemuan pertama dengan istrinya, Arabella. Arabella adalah seorang pramugari, pertemuan mereka terjadi di pesawat. Saat itu Abi tengah melakukan perjalanan bisnis sendirian tanpa ditemani asistennya. Ia ingat saat itu dirinya tertidur karena kelelahan, tanpa tahu bahwa pesawat yang ia tumpangi sudah mendarat, dan Arabella lah yang membangunkannya.


Awalnya Abi biasa saja. Dulu Abi sangat tak tertarik untuk menjalin sebuah hubungan. Tetapi, ia dan Ara kembali bertemu. Itu pun tanpa kesengajaan, ia melihat Ara tengah menangis di taman apartemen. Ia tak peduli sebenarnya, tapi Ara yang mendatanginya.


“Permisi,” sapa Ara dengan suara sengau.


Abi mengernyitkan keningnya. “Ya?”


“Kamu tinggal di apartemen ini juga?” tanya Ara.


Abi hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ara. Setelah itu ia berniat meninggalkan Ara. Tapi ditahan oleh wanita itu. Abi langsung melepas genggaman tangan Ara pada lengannya. Ia merasa risih.


“Kamu gak ingat aku?” Abi menggeleng. “Aku pramugari yang waktu itu bangunin kamu,” Abi mencoba mengingat. Ah! Dia ingat.


“Ya saya ingat. Kenapa?” Arabella menghapus bekas air matanya, lalu tersenyum.


Arabella merogoh saku celananya. “Ini milik kamu?” Ara memperlihatkan sebuah kalung pada Abi.


Abi langsung mengambilnya. Sudah dari kemarin ia mencari kalung peninggalan ibunya ini. Kalung berbentuk hati, bandul kalung itu memiliki ruang, dan di dalamnya ada foto ayah dan ibunya.


“Kalung itu aku temuin di kursi kamu. Terus pas aku coba kejar kamu, kamunya udah ngilang. Jadi aku simpan, dan aku bawa kemana-mana. Siapa tahu bakal jumpa lagi sama kamu, ternyata benar,” jelas Arabella.


“Terima kasih. Sepertinya terima kasih saja tidak cukup. Dengan apa saya bisa balas kebaikan kamu?” Arabella menatap Abi. Ia menggelengkan kepalanya.


“Gak perlu. Saya ikhlas kok. Kalau gitu saya pamit dulu,” Arabella berbalik akan meninggalkan Abi.

__ADS_1


“Tunggu! Saya tidak enak. Kamu sudah mengembalikan barang berharga milik saya, biarkan saya membalasnya,” Arabella kembali berbalik ke arah Abi. Arabella kembali menggelengkan kepalanya.


“Gak apa-apa kok. Terima kasih aja udah cukup kok,” ucap Arabella.


Kini giliran Abi yang menggelengkan kepalanya. “Gini saja, kamu kenapa nangis?”


Arabella langsung teringat kembali dengan hal yang membuat ia sedih. Ia memasang wajah sedih, yang membuat Abi kebingungan. Apa yang harus ia lakukan?


“Karena kamu tampaknya sedang sedih. Gimana kalau saya bantu hibur kamu, bantu kamu supaya senyum lagi. Saya turuti apa pun kemauan kamu,” Abi menggaruk kepalanya.


Arabella tersenyum. “Yakin bisa buat aku senyum lagi?”


“Y-ya. Mungkin aku bisa bantu,” Arabella terkekeh. Sepertinya Abi orang baik, tak ada salahnya menerima tawaran Abi.


Hari itu Arabella hanya meminta Abi untuk menemaninya makan dan sekaligus mendengarkan alasan yang membuat ia bersedih. Arabella mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir ini. Ia sering menerima pelecehan dari teman kerja laki-lakinya, pilot, bahkan tak jarang pengunjung pesawat. Ia pernah dipaksa untuk melakukan hubungan intim oleh teman kerjanya. Bagian tubuh dirinya yang sering disentuh dan masih banyak lagi. Hal itu membuat Ara merasa tak kuat, tetapi ia begitu mencintai pekerjaannya ini.


Cerita dari Arabella membuat Abi merasa prihatin. Setelah hari itu, Abi dan Arabella menjalin pertemanan. Abi merasa ingin melindungi wanita rapuh seperti Arabella. Mereka jadi sering bertemu, apalagi mengingat mereka tinggal di apartemen yang sama. Lama kelamaan, perasaan Abi pada Ara semakin dalam, hal itu yang membuat ia memantapkan hati untuk menyatakan perasaanya terhadap Ara. Ternyata Ara pun memiliki rasa terhadap Abi. Hal itu akhirnya semakin membuat mereka mantap untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.


Abi menghela nafas. Mengingat kembali kenangan saat ia bersama Ara dulu, selalu membuat dadanya terasa sesak. Jujur, Abi masih sangat mencintai Ara, tetapi saat ini kebenciannya pada Ara lebih besar daripada rasa cintanya. Kesalahan Ara sangatlah fatal. Sangat sulit untuk memaafkannya walaupun ia masih cinta pada wanita itu.


“Menurut kabar dari pak Bimo. Zanna menyusun skripsinya dengan baik. Dia benar-benar memanfaatkan kesempatan dari bapak,” Abi mengangguk-angguk.


“Baguslah jika begitu. Pantau terus perkembangannya. Lalu berikan saya jadwal selama di Paris,” ujar Abi. “Satu lagi, kembali hubungi Chris. Suruh ia secepatnya terbang ke Paris,” Evila mengangguk.


Abi melihat agenda kerja saat di Paris nanti. Syukurlah hanya beberapa. Kali ini Abi benar-benar istirahat sebelum pesawat mendarat. Mata tajam itu perlahan-lahan terpejam. Menyisakan wajah polosnya terpampang. Pahatan demi pahatan di wajahnya begitu indah. Rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus, hidung mancung, alis mata yang tebal, bulu mata yang lentik, dan bibir yang melekuk dengan indah. Wanita mana yang akan menolak ketampanan dan pesona pria ini.


...***...


“Ri tahu gak, semenjak muncul kabar kalau gue dikasih beasiswa sama AGHA Corp. Masa iya ada yang gosipin gue godain pak Bimo biar bisa dilirik,” Zanna berbaring di sofa ruang keluarga Riana.


“Kok jadi godain pak Bimo?” tanya Riana.


“Iya soalnya anak jurusan gue itu tahu kalau pak Bimo itu teman dekatnya pemilik AGHA Corp,” baru kali ini Zanna digosipi teman-temannya.


“Hahaha abaikan aja, mereka sirik makanya buat kabar begituan,” Zanna hanya berdeham.


“Oh iya, gue numpang print foto ya di rumah lo. Alat print gue tiba-tiba rusak,” Zanna bangun dari posisi tidurnya.

__ADS_1


“Mau ngeprint foto apaan lo?” Riana mengganti saluran tv.


“Gue mau print foto Abi,” Riana berdecih.


“Gue kangen sama dia. Kata pak Bimo dia lagi ada kerjaan di Paris. Padahal aturannya gue ada janji temu sama dia,” Zanna mengerucutkan bibirnya.


“Masa dia gak ada niatan gitu ngajak gue ikut ke Paris,” Riana menjelingkan matanya.


“Emang lo siapa dia sampai lo harus diajak ikut ke Paris?”


“Calon istri dia,” Zanna tersenyum-senyum membayangkan kelak ia jadi istri Abi.


“Bangun Za. Mimpi lo ketinggian,”


Zanna menutup kupingnya. Ia akan membuat mimpi yang terlalu tinggi itu menjadi nyata. Tunggu saja.


.......


.......


.......


...#pojokanauthor...


...Yeay! Aku update lagi...


...Maaf lama ya, akhir-akhir ini aku lagi malas buka laptop (karena aku ngetiknya di laptop dlu^^)...


...Terus sekalinya buka laptop, ide gk muncul:(...


...Tetap setia ya nunggu MHC update:v...


.......


...The Yelion♥️🍁🍀...


...XOXO...

__ADS_1


__ADS_2