
Samuel pulang ke rumah, ia melihat rumah sudah bersih dan rapi karena biasanya saat ia pulang ke rumah, rumahnya masih dalam keadaan berantakan.
"Bianca!" Panggil Samuel karena ia merasa aneh, biasanya Bianca sudah standby di atas sofa dengan pakaian seksi untuk menggodanya tapi hari ini wanita itu tidak ada.
"Iya Tuan." Bianca datang dengan tampilan biasa saja, Samuel terdiam karena ini seperti bukan Bianca yang ia kenal.
Bianca menggunakan kaos berlengan panjang dan sebuah celana panjang dengan ukuran yang terlihat besar.
"Ada kau tidak sakit?" tanya Samuel dengan tangan yang hendak memegang kening Bianca, tapi wanita itu langsung menepisnya.
"Tidak, saya baik-buruk saja."
Lalu Bianca langsung berjalan ke dapur untuk menyiapkan makanan Samuel, pria itu mengikuti Bianca yang tengah menyiapkan makanan yang mungkin wanita itu pesan.
"Makanan nya sudah siap, anda bisa langsung makan." Ucap Bianca yang berdiri aga jauh dari meja makan.
Mata Samuel menatap meja makan di depannya, hanya ada satu piring. Pria itu langsung menatap tajam ke arah Bianca karena biasanya wanita itu akan menempatkan dua piring dan salah satunya untuk wanita itu sendiri.
"Kau tidak makan?" tanya Samuel yang langsung duduk di kursi.
"Saya akan makan nanti karena tidak sopan jika seorang pembantu makan bersama majikannya." Ucap Bianca, perkataan Bianca langsung mendapatkan respon berbeda dari Samuel.
Ia merasa tidak suka dengan perkataan Bianca, tapi tiba-tiba sebuah senyuman muncul di wajah Samuel. Ia kini tengah berpikir apa yang dilakukan oleh Bianca hanya untuk menggodanya saja.
"Kenapa kau seperti ini? Apa ini cara baru mu lagi untuk menggoda ku?" tanya Samuel dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
Tapi Bianca menatap tanpa ekspresi sama sekali, "Tidak!" Jawab Bianca.
Senyuman di wajah Samuel langsung memutar, terutama saat melihat Bianca pergi begitu saja.
Perasaan kesal dan marah tiba-tiba muncul di benak Samuel, ia merasa tidak suka dengan sikap Bianca saat ini.
Bianca kini berada di dalam kamar, ia hanya bisa merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Perasaan kecewa dan patah hati muncul di benaknya, terutama saat mengingat jika Samuel akan menikah sebentar lagi.
"Semangat Bianca, kau pasti akan menemukan majikan baru yang lebih sempurna dari pria itu!" Bianca berusaha menyemangati dirinya, setelah bekerja di tempat Samuel. Bianca memutuskan untuk mencari majikan baru yang lebih tampan dari pria itu dan pastinya harus lajang.
Samuel membuka pintu kamar Bianca, ia melihat wajah itu tengah membaringkan tubuhnya.
"Apa yang sedang kau lakukan!" Ucapan Samuel langsung membuat Bianca terkejut, tapi wanita itu tidak menunjukkan ekspresi sama sekali.
"Aku membayar mu untuk bekerja dan sekarang kau malah bermalas-malasan."
Samuel tersenyum di dalam hati, karena ia tahu jika Bianca pasti akan mengamuk jika dirinya mengatakan hal itu.
"Baik." Bianca langsung bangun dari tempat tidurnya dan segera keluar dari kamar melewati Samuel begitu saja.
Samuel terdiam mematung saat melihat reaksi Bianca yang acuh kepadanya, kesal dengan sikap Bianca yang seperti itu.
Samuel langsung masuk ke dalam kamar dengan menutup pintu secara kasar, Bianca kini hanya membersihkan rumah seperti pembantu pada umumnya.
Samuel dari jendela kamar melihat apa yang di lakukan oleh Bianca, wanita itu kini tengah membersihkan kolam berenang.
__ADS_1
Ada perasaan kesal dan marah di hati Samuel jika melihat sikap Bianca yang acuh kepadanya.
"Arg.. Sial, ada apa dengan ku? Harusnya aku senang jika wanita itu tidak menggoda ku terus menerus."
Keesokan harinya...
Seperti biasa Bianca bangun pagi untuk menyiapkan keperluan Samuel, pria itu menatap tajam ke arah Bianca yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.
Dan kini hanya ada satu piring di atas meja makan, amarah di hati Samuel tiba-tiba muncul. Ia tidak suka melihat sikap Bianca yang seperti ini tapi dirinya juga tidak mungkin mengatakan ketidaksukaan kepada sikap Bianca.
Samuel langsung duduk dengan ekspresi datar tapi tatapan matanya menunjukkan jelas jika ia sedang marah, Bianca yang menyadari hal itu hanya diam dan tidak berbicara sama sekali.
Lalu Samuel langsung memakan makanan miliknya karena amarah dan rasa kesalnya, ia merasa makanan di depannya tidak enak sama sekali.
Prang..
Samuel melemparkan piring di depannya ke lantai yang menyebabkan piring itu pecah, Bianca sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Samuel.
"Apa kau pikir aku bisa memakan makanan dengan kualitas buruk seperti ini!" Maki Samuel dengan tatapan marah ke arah Bianca.
Bianca masih berada di ekspresi wajah yang tenang. "Maaf Tuan, saya akan mengganti nya dengan makanan yang baru."
Bianca langsung membereskan pecahan piring yang ada di atas lantai, "Aw.." Bianca merintih saat merasakan sakit ketika pecahan beling menggores tangannya.
Samuel hendak melihat tapi egonya langsung menghentikan dirinya, pria itu langsung pergi meninggalkan Bianca begitu saja tanpa membantu Bianca sama sekali.
__ADS_1