
Bianca yang tengah tertidur merasakan berat di perutnya, ia mulai melemparkan sesuatu yang menempel di perutnya. Tapi Bianca merasa tempat nya sangat sempit dengan mata tertutup Bianca menendang seseorang yang berada di sampingnya.
Samuel yang terkejut saat dirinya tiba-tiba jatuh dari atas ranjang pun langsung bangun dan melihat Bianca tengah tertidur dengan gaya yang sangat tidak indah.
"Dasar Bianca sialan." Maki Samuel, pria itu langsung pergi meninggalkan kamar.
Bianca kini terbangun dari tidurnya, ia merasakan sakit di kepalanya. "Apa yang terjadi?" ucap Bianca karena ia lupa apa yang terjadi padanya setelah dirinya menangis.
Bianca langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi, ia mulai membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Tapi saat membuka lemari ia tidak menemukan sehelai pakaian pun, "Samuel sialan, dia menculik ku tapi tidak menyediakan pakaian untuk ku!" Maki Bianca kesal.
Dengan sehelai handuk yang melilit di tubuhnya, Bianca berjalan seraya menghentak-hentakan kakinya.
"SAMUEL!!!" Teriak Bianca memanggil nama pria itu.
"Apa?!" tanya Samuel dengan wajah kesal karena teriakan Bianca membuat telinganya sakit.
"Dasar pria gila, kau menculik ku dan kau tidak menyediakan satu pakaian untuk ku."
"Heh, beraninya kau memanggilku ku pria gila. Apa kau lupa, selama ini kau selalu menggoda ku dengan tubuhmu."
"Itu dulu dan sekarang aku tidak tertarik untuk menggoda mu lagi, kau barang bekas adik ku. Aku tidak sudi.." Jawab Bianca dengan wajah yang kesal dan ekspresi jutek.
__ADS_1
Samuel hanya bisa menghela nafas panjang, lalu ia melemparkan kemeja miliknya kepada Bianca. "Pakai itu! Setidaknya kau tidak akan masuk angin."
Bianca tanpa mengatakan sepatah kata pun langsung kembali ke kamarnya, setelah memakai kemeja Samuel. Bianca langsung berjalan ke arah dapur, di sana sudah tersedia beberapa makanan yang sangat lezat.
Bianca tanpa malu-malu langsung memakan makanan di depannya, Samuel hanya tersenyum tipis saat melihat tingkah Bianca.
"Makan pelan-pelan, lagi pula tidak ada yang akan merebut makanan mu." Ucap Samuel seraya duduk di hadapan Bianca.
Wanita itu langsung terdiam dengan wajah yang memerah, tapi Bianca kembali menyembunyikan rasa malunya dan langsung memakan habis semua makanan buatan Samuel.
Setelah makan, Bianca melihat ke arah Samuel. "Jadi, apa maksud dari semua ini?"
"Maksud apa?" tanya Samuel tidak paham.
"Kenapa kau menculik ku! Bagaimana tanggapan Yurika nanti jika dia sampai tahu calon suaminya bermain gila dengan kakaknya."
"Kenapa kau tidak suka melihat ku berdekatan dengan George?" tanya Bianca, wanita itu berharap jika Samuel mengatakan hal yang ingin ia dengar.
Jantung Samuel tiba-tiba berdetak dengan kencang, ia langsung memalingkan wajahnya. "Tentu saja karena pria itu musuh ku, aku tidak ingin kau berdekatan dengan musuh ku." Jawab Samuel.
Jawaban Samuel langsung memudarkan senyuman di wajah Bianca, wanita itu lalu pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Samuel.
Bianca langsung menutup pintu kamar dengan kencang, hatinya terasa sangat sakit saat mengingat perkataan Samuel.
__ADS_1
Awalnya Bianca mengira jika Samuel telah jatuh cinta kepadanya, tapi rupanya ia salah. Pria itu hanya tidak ingin kalah saing dengan George.
"Samuel brengsek!" Maki Bianca, ia langsung melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya hingga hancur.
Samuel yang mendengar keributan pun langsung bergegas pergi ke lantai dua, tapi saat ia hendak masuk pintu kamarnya sudah di kunci.
"Bianca, apa yang sedang kau lakukan? Buka pintunya cepat!" Perintah Samuel.
Tapi tidak ada jawaban dari Bianca, pria itu dengan sekuat tenaga langsung mendobrak pintu kamar Bianca.
Matanya langsung tertuju pada kekacauan yang wanita itu buat, Bianca kini tengah meringkuk di atas ranjang. Samuel berjalan mendekati Bianca, ia mendengar suara Isak tangis dari wanita itu.
Samuel duduk di samping Bianca, ia mengelus rambut wanita itu dengan lembut.
Tapi Bianca langsung menghempaskan tangan Samuel, "PERGI! Sebaiknya kau urus kekasih mu itu!"
Samuel terdiam, ia hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Apa kau sangat mencintai George?" tanya Samuel.
Pertanyaan Samuel membuat Bianca terdiam, wanita itu melirik sinis ke arah Samuel.
"Bukan urusanmu! Sebaiknya kau urus kekasih mu yang sedang bunting itu! Dan kembali aku ke rumah ku!"
"TIDAK!" Jawab Samuel dengan nada tegas.
__ADS_1
Mendengar jawaban Samuel, Bianca tiba-tiba menangis. Samuel langsung memeluk wanita itu dan menenangkannya, "Tidak Bianca, aku tidak bermaksud untuk membentak mu." Bisik Samuel dengan nada halus.
"Kenapa kau sangat membenci ku? Kenapa kau malah mencintai Yurika! Kenapa!?"