My Hot Maid

My Hot Maid
Awal pertemuan Bianca dan Yurika


__ADS_3

Bianca mengelus punggung Daniela dengan lembut, perasaan sedih dan hancur ia rasakan saat melihat wanita pertamanya tengah menangis.


"Ma, jangan menangis lagi. Aku jadi ikut sedih," ucap Bianca seraya memeluk Daniela.


Melihat Bianca yang ikut sedih karena dirinya, Daniela merasa bersalah. "Maafkan Mama sayang,"


"Enggak Ma, Mama tidak perlu meminta maaf harusnya yang minta maaf itu aku. Jika saya dulu aku tidak meminta Mama untuk mengangkat Yurika sebagai bagian dari keluarga ini, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi." Ucap Bianca dengan rasa bersalah di hatinya.


Lalu pikiran Bianca kembali teringat akan pertemuan pertamanya dengan Yurika, seorang anak yatim piatu yang tinggal di jalanan.


Flashback on.


Bianca kecil tengah berjalan bersama pengasuhnya, ia melihat ke seluruh taman kota yang tengah di padati oleh para pengunjung.


Tapi tatapan matanya tertuju pada seorang anak lusuh yang berdiri jauh dari keramaian, dengan pakaian usang dan sebuah karung kecil. Bianca berjalan mendekati anak itu dengan tatapan mata yang penasaran.


"Hey." Sapa Bianca kecil.


Yurika terdiam seraya menyembunyikan sebagian tubuhnya di balik pohon, ia menatap takut anak di depan matanya.


"Siapa namamu?" tanya Bianca, pengasuh yang bersama Bianca pun hendak mengajak Bianca untuk pergi tapi Bianca menolaknya.


"Aku bertanya kepadamu, siapa nama mu!?" Tanya Bianca sekali lagi seraya meninggikan nada bicaranya.


"Yu...rika." Jawabnya dengan kepala yang menunduk.

__ADS_1


"Yurika sekarang kau menjadi teman ku, ayo kita bermain." Bianca langsung menggandeng tangan Yurika dan membawanya bermain bersama di taman.


Pengasuh yang bersama Bianca berusaha untuk membujuk Bianca agar jauh-jauh dari Yurika karena di sangat kotor dan takutnya malah membuat Yurika sakit, tapi Yurika bukan anak yang penurut ia tidak peduli dengan hal itu.


Selama beberapa hari Yurika dan Bianca sering bermain bersama di taman, Bianca pun tidak peduli dengan tampilan Yurika yang sangat kotor. Bahkan Bianca juga sering membawa makanan enak untuk Yurika dan beberapa pakaian bagus.


Hingga saat Bianca ingin bertemu lagi dengan Yurika, gadis itu tidak ada di taman seperti biasa.


Bianca terus mencari keberadaan sahabat barunya, tapi ia tetap tidak menemukannya.


Dengan raut wajah kecewa dan sedih, Bianca kembali berjalan keluar dari taman. Sesampainya di rumah, Bianca langsung menangis dan memeluk Daniela.


"Bianca sayang, ada apa?" tanya Daniela seraya mengelus rambut putri kecilnya.


"Mama, sahabat Bianca hilang. Hiks... Hiks.. Hiks.."


Bianca hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia langsung menceritakan sosok Yurika kepada Daniela.


"Mama, temukan sahabat ku." Pinta Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sayang, nanti Mama akan meminta ayahmu untuk mencarinya."


"Mama, Yurika itu seorang yatim piatu. Dia sangat kasihan," ucap Bianca seraya memegang tangan Daniela.


"Lalu?" tanya Daniela.

__ADS_1


"Bagaimana jika Yurika jadi adiknya Bianca? Jika seperti itu Bianca tidak akan pernah kesepian lagi dan Bianca akan punya teman di rumah." Pinta Bianca.


Mendengar permintaan anaknya, Daniela langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang, kita tidak bisa mengadopsi sembarangan orang. Lagi pula jika Bianca ingin berteman dengannya tidak perlu sampai mengadopsinya."


"Ayolah Mama, Bianca mohon." Rengek Bianca seraya menangis.


"Enggak sayang, lagi pula Ayah kamu juga tidak akan pernah menyetujui hal itu."


Daniela langsung bangkit dan meminta pengasuh Bianca agar membawa gadis kecil itu ke dalam kamar.


Selama beberapa hari Bianca langsung jatuh sakit, ia tidak mau makan dan minum bahkan Bianca tidak mau meminum obatnya.


Melihat kondisi Bianca yang semakin buruk Daniela pun langsung berbicara dengan Moris perihal keinginan Bianca untuk mengadopsi anak bernama Yurika.


Dengan berat hati Moris dan Daniela akhirnya menyetujui keinginan Bianca, saat mendengar hal itu Bianca sangat senang dan langsung mau kembali makan.


Cukup lama mereka menemukan Yurika, dan saat bertemu dengan Yurika. Bianca langsung memeluk Yurika dan memperkenalkannya kepada kedua orang tuanya.


Dan dari sanalah hubungan Yurika dan keluarga Boenavista di mulai.


Flashback off.


Bianca mulai membuka matanya, ia melihat jika Daniela sudah terlelap tidur. Hati Bianca terasa sangat sakit melihat keadaan Daniela yang seperti ini.


"Jika saja dulu aku tidak pernah meminta hal yang tidak masuk akal itu, mungkin hal seperti ini tidak akan pernah terjadi." Gumam Bianca seraya menatap nanar wanita kesayangannya.

__ADS_1


Lalu Bianca pun bangkit dari ranjang, jam sudah menunjukkan pukul 01:06 WIB. Bianca mulai keluar dari kamar, ia melihat sosok Yurika masih duduk di ruang tamu dengan mata yang bengkak seperti habis menangis.


Tapi Bianca kini tidak peduli, ia lebih memilih mengabaikan wanita itu dan langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2