
Bianca berjalan dengan langkah cepat, ia baru saja mendapatkan panggilan dari manager klub malam jika Samuel tengah mabuk parah dan terus memanggil namanya.
Sesampainya di kamar hotel tempat Samuel beristirahat, Bianca langsung masuk. Wanita itu melihat Samuel tengah berbaring dengan keadaan yang kacau.
"Apa yang terjadi denganmu?" gumam Bianca seraya menggelengkan kepalanya.
Lalu Bianca berjalan ke samping ranjang, ia melihat pakaian Samuel yang berantakan dan bau alkohol yang menyengat.
Dengan perlahan Bianca membuka pakaian yang menempel di tubuh Samuel, lalu mata Bianca mengarah ke celana Samuel.
"Ah, tidak. Aku tidak bisa membuka yang itu." Ucap Bianca dengan senyuman mesum di wajahnya.
Lalu Bianca bangkit, ia langsung bejalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air dan handuk kecil untuk mengelap wajah dan tubuh Samuel.
Saat tengah mengelap tubuh Samuel, tatapan mata Bianca terus tertuju pada tubuh pria itu yang sangat indah.
Perlahan tangan Bianca mengelap area perut, tangannya berhenti tepat di area perut yang dekat dengan bagian bawah milik Samuel.
"Ah.. Tidak Bianca, kau tidak boleh melakukan itu." Gumam Bianca dengan senyuman di wajahnya. "Arg.. Sial tapi aku penasaran, tapi tidak-tidak, aku bukan wanita brengsek yang melakukan hal itu di saat orangnya tengah tertidur."
Setelah membersihkan tubuh Samuel, Bianca mengerutkan keningnya saat melihat memar di perut Samuel. "Siapa yang telah memukul perut indah ini?" tanya Bianca dengan tangan yang menyentuh pelan perut Samuel.
Setelah puas melihat-lihat, Bianca langsung bangkit. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB.
Dengan senyuman mesum dan ratusan rencana licik muncul di otaknya, Bianca mengambil tas miliknya dan berjalan pergi ke kamar mandi.
Sebuah lingerie berwarna merah kini terpasang rapi di tubuh indah Bianca, dengan senyuman mesum wanita itu langsung naik ke atas ranjang Samuel.
Di samping Samuel, Bianca melihat wajah tampan pria itu. Tangannya mengelus wajah Samuel dan turun ke area dada.
__ADS_1
Tapi Bianca mengerutkan keningnya melihat Samuel tidak bangun sama sekali, "Ini pria sedang mabuk atau pingsan?" Ucap Bianca karena yang ia tahu walau mabuk pasti akan tetap bangun meski dalam keadaan teler.
Tapi Bianca tidak peduli, wanita itu langsung mendekatkan bibirnya pada area leher Samuel dan memberikan tanda merah kepada pria itu.
Bukan hanya satu tanda merah tapi Bianca membuat 20 tanda merah di leher dan dada bidang Samuel.
"Ah.. Aku ingin memeluk mu." Ucap Bianca yang langsung memeluk Samuel.
Perlahan Samuel membuka matanya, ia melihat sosok wanita yang tidak asing tengah memeluknya.
"Bianca?" panggil Samuel yang masih berada di dalam pengaruh alkohol.
Bianca bangkit dengan ekspresi wajah yang panik, ia yakin jika Samuel pasti akan memarahinya habis-habisan.
"Apa ini mimpi?" ucap Samuel yang berada di dalam pengaruh alkohol.
Samuel tersenyum ia bangkit dan memegang kepala Bianca, perlahan Samuel mencium Bianca dengan lembut.
Suara merdu keluar dari mulut Bianca, wanita itu dengan lembut ikut membalas ciuman yang di berikan oleh Samuel.
Hingga Samuel membalikkan tubuh Bianca dan kini wanita itu berada di bawah tubuh Samuel.
Samuel terus mencium bibir Bianca sementara tangannya meraba-raba oppai milik Bianca yang sangat besar.
"Bianca, aku sangat suka ketika kau menggoda ku. Terutama dengan tubuhmu," bisik Samuel yang langsung menurunkan lingerie Bianca.
Samuel terdiam dengan senyuman dan mata yang masih mabuk, ia langsung melakukan kegiatan yang membuat Bianca merasakan kenikmatan.
Terdengar suara indah nan merdu yang terus keluar dari mulut Bianca, tapi sesaat kemudian Bianca terdiam karena ia tidak merasakan pergerakan Samuel.
__ADS_1
Bianca langsung bangkit dan matanya melihat ke arah Samuel yang kini sudah kembali tertidur.
"Apa-apaan ini?" tanya Bianca dengan raut wajah kesal.
Lalu ia langsung menidurkan tubuh Samuel dengan posisi yang benar, Bianca pun melihat tubuhnya yang kini hanya tertutup bagian bawah saja.
Bianca kembali menggunakan lingerie miliknya dengan benar, matanya terus melihat ke arah Samuel yang tengah tertidur lelap.
Keesokan harinya...
Samuel terbangun dari tidurnya, ia mulai membuka matanya dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah kamar hotel miliknya.
"Arg... Sial," gumam Samuel, kepalanya masih terasa pusing akibat minum alkohol.
Tapi tiba-tiba pikirannya teringat dengan mimpi tadi malam, ia bermimpi tengah berciuman dan meraba oppai milik Bianca.
"Sial, kenapa aku malah memimpikan wanita itu?"
Tapi Samuel kembali terdiam, ia merasakan sensasi yang seperti nyata. Ia merasa jika mimpi itu sangat nyata dan membuatnya tidak bisa berhenti membayangkan mimpinya tadi malam.
Lalu Samuel bangkit dari tempat tidurnya, tapi tatapan matanya langsung tertuju pada sebuah cermin yang memantulkan sosoknya. Tatapan mata Samuel tertuju pada tanda-tanda merah yang berada di leher dan dada miliknya.
Samuel dengan panik langsung mendekat ke arah cermin dan melihat dengan jelas, benar saja ini tanda merah yang di berikan oleh seseorang kepadanya.
"Sial, siapa yang berani melakukan hal ini kepada ku?"
Samuel langsung memanggil Haikal untuk menanyakan apa yang terjadi semalam. Lalu Haikal menjelaskannya jika ia memanggil kekasih Samuel untuk datang ke sini, di sini Haikal tidak tahu jika Bianca adalah pembantu Samuel bukan kekasih pria itu.
Samuel hanya bisa diam dengan wajah yang kesal, ia tidak bisa menahan amarahnya setelah tahu jika Yurika datang dan melakukan hal ini di saat dirinya tengah mabuk.
__ADS_1