My Hot Maid

My Hot Maid
Kunjungan ke rumah sakit


__ADS_3

Bianca berjalan dengan raut wajah anggun, di sepanjang lorong rumah sakit ia menebar senyuman merekah nan indah yang membuat beberapa orang terpana saat melihat keramahan Bianca.


Samuel langsung menarik pinggang kekasih dan menyuruhnya untuk berhenti tersenyum, Samuel merasa sangat risih melihat kekasihnya menjadi tontonan semua orang, meski itu adalah tua bangka sekali pun.


Hingga langkah mereka terhenti pada sebuah ruangan VIP tempat dimana Oma Ilona tengah di rawat, Bianca dengan tangan yang membawa bingkisan berisikan apel merah langsung masuk ke dalam ruang rawat Ilona.


Wanita tua yang tengah di rawat pun langsung mengalihkan pandangannya pada pintu yang terbuka, sedetik kemudian netral nya mulai membesar. Ia terkejut dan marah melihat sosok wanita yang telah membuat hidupnya hancur, kini tengah berada di depannya dengan senyuman yang seakan mengejek keadaan nya saat ini.


"Selamat siang, Oma. Bagaimana kabarmu?" Tanya Bianca yang langsung duduk di sebelah kursi kecil yang berada di samping ranjang Oma Ilona.


"Samuel, kenapa kau membawa wanita ular ini datang ke tempat ku!" Oma Ilona langsung menunjukkan ketidaksukaan nya kepada Bianca.


"Oma, Bianca datang ke sini hanya ingin melihat kondisi mu. Harusnya kau menghargai perhatian nya," jawab Samuel yang duduk di sofa.


"Aku tidak butuh kedatangan wanita ular seperti mu! Sebaiknya kau pergi dari ini, dasar wanita tidak tahu malu." Maki Ilona dengan suara serak dan rahang yang mengeras.


Bianca hanya tersenyum lalu ia mengambil apel merah yang ia bawa, tangannya pun langsung mengambil sebuah pisau kecil dan mulai mengupas apel tersebut.


"Oma, makanlah. Aku sengaja mengupasnya untuk mu!" Ucap Bianca dengan senyuman meremehkan.


Rahang Ilona mengeras, pupil matanya mulai mengecil. Amarahnya pun mulai memuncak ke ubun-ubun, tangannya yang sudah berkeriput langsung menepis apel dari Bianca hingga berserakan di atas lantai.

__ADS_1


Bianca hanya tersenyum, ia langsung melihat ke arah Ilona. "Sayang, apelnya jatuh ke lantai. Tolong bersihkan!" Ucap Bianca dengan nada manja kepada Samuel.


Pria itu pun langsung memunguti apel yang ada di atas lantai, lalu Bianca meminta Samuel untuk pergi ke supermarket membeli makanan untuknya karena ia lapar.


Kini hanya ada Bianca dan Ilona, "Kau lihat bagaimana cucu mu menuruti keinginan ku?" tanya Bianca dengan nada sombong nya.


"Beraninya kau menyuruh-nyuruh cucu ku, apa kau pikir cucu ku seorang pembantu!"


Bianca langsung mengeluarkan tawa jahatnya, "Hahaha... Dia bukan pembantu, tapi dia budak ku. Ia sangat terobsesi kepada ku dan akan menuruti apa yang ku inginkan."


Bianca mulai bangkit dengan tatapan mata yang merendahkan, ia sengaja mengatakan hal itu hanya agar wanita tua itu marah. Meski kenyataannya Samuel sangat keras kepala dan sulit untuk di atur.


Tapi menggoda wanita tua itu, kini menjadi kesenangan untuk Bianca.


"Lakukan lah, lagi pula apa yang ku lakukan juga sama dengan yang kau lakukan kepada Samuel. Bukan begitu?"


Ilona menyipitkan matanya, "Tentu saja tidak, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu kepada cucu ku sendiri."


"Sungguh? Tapi kau memanfaatkan uang nya untuk foya-foya bersama dengan teman-teman sosialita mu."


"Jaga mulutmu dasar wanita ular!"

__ADS_1


"Oma, sebaiknya kau jangan marah-marah terus kepada ku karena sebentar lagi aku akan jadi istri Samuel. Dan aku bisa meminta suami ku agar tidak lagi memberikan uang kepada mu, aku yakin kau pasti tidak mau kehilangan sumber uang mu kan. Dan jika kau tidak punya uang, pasti temen-temen mu akan mengejek mu."


Bianca tersenyum tipis saat mengatakan hal itu, ia sangat tahu bagaimana kehidupan Ilona dari media sosial. Wanita itu sangat senang berfoya-foya dan menghabiskan ratusan juta hanya untuk makan malam dan liburan bersama dengan teman-teman sosialita nya.


Ilona mengeraskan rahangnya, tapi ia mulai memejamkan mata dan menghela nafas dalam-dalam.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Oma Ilona, ia tidak mau jika Bianca benar-benar membuat hidupnya menderita.


"Oma, kau sangat pintar sekali. Dan aku berjanji, kau akan bahagia di masa tua mu nanti." Jawab Bianca, ia sudah mengatur rencana yang matang dengan memanfaatkan Oma Ilona.


Cukup lama Bianca dan Ilona berbincang, hingga Samuel pun kembali dari supermarket. Ia membeli beberapa makanan untuk Bianca dan bubur untuk Oma Ilona.


Samuel tersenyum saat melihat sikap Oma Ilona yang mulai baik kepada Bianca, hingga tak beberapa lama pintu ruangan pun terbuka menampilkan sosok Yurika yang sepertinya sedang di landa masalah.


"Kalian? Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Yurika saat melihat Bianca dan Samuel berada di ruangan Ilona.


Bianca pun tersenyum, "Tentu saja mengunjunginya Nenek mertua ku, sementara kau? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Bianca dengan senyuman tipis.


Yurika menatap ke arah Ilona, wanita tua pun langsung mengalihkan pandangannya dari Yurika seakan tidak mau melihat Yurika.


Tanpa mengatakan apapun, Yurika langsung pergi dengan menutup pintu secara kasar.

__ADS_1


Bianca berjalan mendekati Oma, "Good job, Oma."


__ADS_2