
Samuel berjalan masuk ke dalam rumah Bianca, ia sudah di sambut dengan tatapan dingin dari kedua orang tua Bianca.
"Jadi kau membawa kabur anak ku lagi?" tanya Moris kesal.
Samuel tersenyum, "Selamat siang Om, Tante." Sapa Samuel dengan sopan, ia berusaha untuk memberikan kesan baik kepada kedua orang tua Bianca.
Daniela hanya menganggukkan kepalanya, "Bianca, kau bisa jelaskan?" tanya Moris dengan mata yang melihat ke arah Bianca.
Bianca hanya memonyongkan bibirnya, "Iya aku kabur dari rumah tapi pria itu malah mengembalikan ku lagi!" Jawab Bianca dengan tatapan sinis ke arah Samuel.
"Bianca mau sampai kapan kau terus bersikap seperti ini?" tanya Daniela, ia tidak habis pikir jika putrinya sangat bodoh.
"Om, Tante. Tolong jangan salahkan Bianca, dia masih terlalu muda dan mungkin Bianca masih labil." Ucap Samuel.
Moris tidak menjawab, lalu Daniela mengajak Samuel dan Bianca untuk duduk di sofa agar mereka lebih enak untuk mengobrol.
"Jadi apa yang kau inginkan?" tanya Moris kepada Samuel.
"Saya hanya ingin Om dan Tante merestui hubungan ku dengan Bianca, mungkin ini terdengar tidak sopan terlebih lagi mengingat aku dulu memiliki hubungan dengan Yurika. Tapi aku berjanji akan menjaga Bianca dengan sangat baik dan tidak akan membiarkan orang lain melukainya." Samuel langsung menjelaskan keseriusannya kepada kedua orang Bianca.
"Lalu bagaimana kau menjelaskan kelakuan Oma mu kepada Bianca?" tanya Moris yang masih tetap mengungkit permasalahan waktu itu.
Samuel menghela nafas, "Saya minta maaf atas apa yang di lakukan Oma kepada Bianca, dan Saya sama sekali tidak mengetahui hal itu. Jadi untuk saat ini saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya." Samuel tersenyum seraya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Daniela yang melihat kesungguhan dari Samuel pun langsung memegang tangan Moris, ia berusaha untuk membujuk suaminya agar tidak terlalu keras kepada Samuel.
"Baiklah, aku akan memaafkan mu dan kau tidak boleh mengulangi kesalahan itu lagi." Ucap Moris memberikan peringatan.
"Terimakasih Om." Jawab Samuel senang, Bianca yang melihat reaksi ayahnya pun sangat senang ia langsung menggandeng tangan Samuel yang membuat oppai wanita itu menyentuh siku Samuel.
Moris yang melihat kelakuan anaknya langsung menyuruh Bianca untuk duduk berjauhan dari Samuel, ia tidak ingin melihat putrinya yang ia jaga sebaik-baiknya malah di rusak oleh Samuel.
"Aku akan merestui hubungan kalian tapi dengan satu syarat." Moris menatap Samuel dengan tajam, "Kau tidak boleh menyentuh putri ku, apalagi sampai melecehkan nya. Jika itu terjadi aku akan memotong barang milik mu!" Sambung Moris.
Samuel tersenyum, ia berjanji tidak akan menyentuh ataupun melakukan hal seperti itu kepada Bianca. Tapi di pikiran Samuel mungkin kata-kata itu harusnya di ucapkan kepada Bianca karena setiap saat wanita itu selalu saja ingin melecehkan dirinya.
Bianca tersenyum senang saat mengetahui jika kedua orangtuanya kini setuju dengan hubungan mereka, ingin sekali Bianca memeluk dan mencium Samuel tapi ia harus menahan hal itu karena situasi dan kondisi sedang tidak memungkinkan.
Di dalam mobil Bianca tidak henti-hentinya terus mengoceh, wanita itu sangat senang dengan keputusan kedua orangtuanya yang kini telah merestui hubungan mereka.
Tapi raut wajah Bianca seketika berubah saat mengingat syarat yang di berikan oleh Ayahnya kepada Samuel.
"Apa kau ingin memenuhi syarat yang di berikan ayah ku?" tanya Bianca dengan wajah yang cemberut.
"Tentu saja."
"What? Kau serius?" tanya Bianca dengan wajah kesal dan tidak percaya jika Samuel malah menuruti syarat yang di berikan oleh ayahnya.
__ADS_1
"Ya aku serius."
"Sayang kau tak perlu melakukan hal itu, jika kau ingin aku akan melayani mu dan pastinya mulut ku akan tertutup rapat." Bisik Bianca, tapi Samuel tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
"Menurut ku, harusnya ayahmu mengatakan hal itu kepada mu."
"Apa? Kenapa, kau yang pria dan pria selalu ingin melecehkan wanita."
"Hahaha.. Tapi kenyataan nya kau yang malah ingin selalu melecehkan ku, aku yang suci ini selalu hampir dinodai oleh mu." Ucap Samuel dengan raut wajah sedih.
Bianca memonyongkan bibirnya kesal melihat raut wajah Samuel. "Memangnya siapa yang mau melecehkan mu, lagi pula aku bukan ingin melecehkan mu tapi aku hanya ingin memberikan kesempatan kepada mu."
"Dan aku tidak mau tapi kau selalu memaksa, jadi jika itu bukan pelecehan lalu apa?"
"Arg.. Terserah kau saja."
Melihat Bianca yang cemberut, Samuel hanya tersenyum. Ia langsung mengacak-acak ujung kepala Bianca seraya tertawa.
"Aku mencintaimu dan aku ingin menjagamu sampai waktunya tiba." Ucap Samuele dengan senyuman hangat.
Bianca seketika terdiam dengan wajah yang memerah, ia merasa jika Samuel sangat tampan terutama dengan kata-kata manis yang keluar dari mulutnya.
"Arg.. Sial, lama-lama aku bisa terkena diabetes jika melihat wajah tampannya yang sangat manis."
__ADS_1