My Hot Maid

My Hot Maid
DP duluan


__ADS_3

Bianca langsung mendekati ayahnya, ia memohon kepada Moris agar tidak terbawa emosi. Moris dengan tenang kembali menyimpan katana miliknya, tapi tatapannya tidak berubah sama sekali kepada Samuel ia masih menatap dingin dan tajam.


"Samuel, sebaiknya kau pulang dulu." Ucap Bianca seraya mendorong tubuh pria itu keluar dari ruangan ayahnya.


"Kenapa kau menyuruh ku untuk pulang, apa kau tidak lihat aku sedang mengobrol dengan ayahmu." Maki Samuel tidak terima.


"Jika kau terus mengobrol dengan ayah ku, aku yakin beberapa menit lagi kau akan keluar tanpa kepala. Sekarang cepat pulang!"


"Kau mengusir ku? Bukankah kau menyukai ku tapi kenapa kau malah mengusir ku?"


"Harusnya kau mikir pake otak! Kau berbicara dengan ayah ku menggunakan nada bicara yang seperti berbicara dengan bawahan! Dan kau berpikir ayah ku akan merestui hubungan kita, kau gila yah!?" Maki Bianca yang kesal melihat tingkah Samuel yang seperti itu.


"Lalu aku harus bagaimana, bagi ku itu sudah bersikap sangat sopan. Dan lagi siapa suruh ayahmu melarang ku menemui mu, jadi tentu saja aku marah."


Plak...


Samuel kembali terdiam saat tamparan mendarat di pipinya, "Kau gila yah?! Dia itu ayah ku, jika kau ingin menikah dengan ku kau juga harus menghormatinya karena dia akan menjadi ayahmu juga!"

__ADS_1


"Tapi-"


"Arg... Aku bisa gila mengobrol dengan mu, sebaiknya kau pulang sekarang dan pikirkan cara lain untuk bisa memenangkan hati keluarga ku."


Tapi Samuel tidak langsung pergi ia memegang tangan Bianca, "Aku punya ide agar hubungan kita di restui." Samuel langsung mengusulkan ide cemerlang yang ada di otaknya.


"Sungguh? Bagaimana caranya?" tanya Bianca dengan raut wajah yang mulai serius.


"Kita DP duluan." Jawab Samuel, Bianca seketika terdiam ia masih kurang paham apa yang di katakan oleh Samuel.


"Kau gila yah?! Apa kau ingin kita berdua mati bersama, kau seorang CEO tapi memikirkan solusi untuk masalah seperti ini tidak bisa." Maki Bianca.


"Kau terus saja memukul ku, lagi pula masalah ini berbeda dengan masalah di kantor. Lagi pula apa salahnya kita DP duluan, aku yakin keluarga mu pasti akan menyetujui nya secara langsung." Ucap Samuel seraya tersenyum.


"Apa yang ingin di DP duluan?" tanya Moris dengan sebuah tongkat bisbol di tangannya.


Samuel dan Bianca seketika terdiam, keduanya memasang ekspresi wajah terkejut saat melihat kedatangan Moris yang sangat mendadak.

__ADS_1


"Jadi Samuel, kau ingin membuat anak ku hamil duluan agar aku menyetujui hubungan kalian berdua?" tanya Moris yang sudah sangat marah.


"Ayah bukan begitu, Samuel hanya bercanda lagi pula mana mungkin kami melakukan hal itu." Jawab Bianca yang berusaha untuk menenangkan Moris.


"Aku sedang tidak berbicara dengan mu, Bianca! Samuel sebelum kau menghamili putri ku, aku akan mematahkan barang kecil mu itu hingga tidak lagi bisa di gunakan!" Ucap Moris yang sudah sangat kesal.


"LARI SAMUEL!!!!!" Teriak Bianca yang menyuruh Samuel untuk segera kabur, seketika Samuel langsung melarikan diri. Meski di kejar oleh Moris tapi pria itu sudah cukup tua dan tidak sanggup mengejar Samuel yang berlari dengan kencang.


Samuel kini masuk ke dalam mobil, jantungnya berdetak sangat kencang untuk pertama kalinya dia takut terhadap dengan seorang pria yang bahkan kekayaannya tidak sebanding dengan dirinya.


"Gila, ayah Bianca sangat ganas seperti gorila." Pekik Samuel yang mulai mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Bianca.


Kini Samuel berada di rumahnya, pikirannya terus memikirkan momen saat berada di rumah Bianca.


Ia masih tidak habis pikir, pria yang sangat santai di luar rupanya ia sangat galak seperti seekor gorila yang sedang mengamuk.


Lalu Samuel teringat akan ucapan orang-orang jika seorang gadis cantik pasti akan memiliki seorang ayah yang sangat galak, dan hal itu terbukti kepadanya. Ia menyukai Bianca tapi Bianca memiliki seorang ayah yang sangat galak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2